alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Pebulu Tangkis Bali Berguguran di Piala Presiden

DENPASAR, BALI EXPRESS — Pebulu tangkis Bali, terdiri dari anak-anak dan remaja yang tampil di Piala Presiden 2022 di Jakarta berguguran. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan pebulu tangkis belia tersebut belum bisa berbicara di level nasional.

Manajer tim I Gusti Bagus Arya Candra Palasara saat dihubungi dari Denpasar, Kamis (4/8) mengatakan, faktor pertama soal kuota. Bali sendiri dalam tiap kategori hanya menjadi jatah satu kuota atau satu atlet.

Hal ini berdasarkan Sistem Informasi (SI) bulutangkis Bali di nasional masih di bawah 1.000. “Sementara provinsi besar seperti Jabar, Jateng, Jatim, dan DKI Jakarta itu SI nya di atas 5.000 an. Jadi mereka mendapat kuota lebih dari satu bahkan sampai lima atlet dalam tiap kategorinya. Sedangkan dalam undian, Bali lebih banyak bertemu dengan empat provinsi besar tersebut,” beber Palasara.

Baca Juga :  Piala Presiden, Tim Bulutangkis Bali Target Tembus Final

Kondisi itu diperparah lagi dengan pertandingannya yang menggunakan sistem gugur. Jika kalah, peluang sudah tertutup.  Sedangkan provinsi kuat tersebut, menurut Palasara kalaupun ada wakilnya yang kalah di babak awal, kuotanya masih banyak. Termasuk juga atletnya berasal dari klub-klub besar nasional di empat provinsi tersebut.

“Tapi kami tidak mencari kambing hitam karena alasan SI itu. Dari sisi kualitas, mereka jauh di atas anak-anak Bali,” tegas pria yang akrab disapa Tugus ini.

Dikabarkan Tugus, pebulu tangkis Bali hanya bisa sampai di babak 32 besar maupun 16 besar. Tapi dari semua itu, Piala Presiden ini diharapkan menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi atlet-atlet belia Bali ini.

Baca Juga :  Chelsea Koleksi Dua Trofi, Ini Daftar Juara Liga Champions

“Dengan menghadapi lawan yang lebih bagus, saya harap mereka termotivasi, dan sepulang dari sini mereka bisa melatih kualitas, teknik, maupun mental mereka plus jam terbangnya. Karena mereka ini adalah calon penerus seniornya,” ucap Tugus yang juga sebagai Sekum Pengprov PBSI Bali ini.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS — Pebulu tangkis Bali, terdiri dari anak-anak dan remaja yang tampil di Piala Presiden 2022 di Jakarta berguguran. Ada beberapa faktor yang menjadi alasan pebulu tangkis belia tersebut belum bisa berbicara di level nasional.

Manajer tim I Gusti Bagus Arya Candra Palasara saat dihubungi dari Denpasar, Kamis (4/8) mengatakan, faktor pertama soal kuota. Bali sendiri dalam tiap kategori hanya menjadi jatah satu kuota atau satu atlet.

Hal ini berdasarkan Sistem Informasi (SI) bulutangkis Bali di nasional masih di bawah 1.000. “Sementara provinsi besar seperti Jabar, Jateng, Jatim, dan DKI Jakarta itu SI nya di atas 5.000 an. Jadi mereka mendapat kuota lebih dari satu bahkan sampai lima atlet dalam tiap kategorinya. Sedangkan dalam undian, Bali lebih banyak bertemu dengan empat provinsi besar tersebut,” beber Palasara.

Baca Juga :  10 Pemain Atletico Dikandaskan Liverpool Lantaran Penalti Salah

Kondisi itu diperparah lagi dengan pertandingannya yang menggunakan sistem gugur. Jika kalah, peluang sudah tertutup.  Sedangkan provinsi kuat tersebut, menurut Palasara kalaupun ada wakilnya yang kalah di babak awal, kuotanya masih banyak. Termasuk juga atletnya berasal dari klub-klub besar nasional di empat provinsi tersebut.

“Tapi kami tidak mencari kambing hitam karena alasan SI itu. Dari sisi kualitas, mereka jauh di atas anak-anak Bali,” tegas pria yang akrab disapa Tugus ini.

Dikabarkan Tugus, pebulu tangkis Bali hanya bisa sampai di babak 32 besar maupun 16 besar. Tapi dari semua itu, Piala Presiden ini diharapkan menjadi pengalaman dan pembelajaran yang berharga bagi atlet-atlet belia Bali ini.

Baca Juga :  Setelah Depak Diego Asiss, Bali United Butuh Gelandang Serang

“Dengan menghadapi lawan yang lebih bagus, saya harap mereka termotivasi, dan sepulang dari sini mereka bisa melatih kualitas, teknik, maupun mental mereka plus jam terbangnya. Karena mereka ini adalah calon penerus seniornya,” ucap Tugus yang juga sebagai Sekum Pengprov PBSI Bali ini.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/