26.5 C
Denpasar
Sunday, April 2, 2023

Piala Gubernur dan Prertasi PON, Tantangan untuk Asprov PSSI Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ada dua poin penting yang dikemukakan dua sosok saat pelantikan pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali masa bhakti 2021-2025, Minggu (5/6) di Denpasar, kemarin. Pertama dari Anggota Exco PSSI Pusat, Haruna Soemitro dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace yang hadir dan memberikan sambutan.

Pertama, Haruna Soemitro yang mewakili Ketum Persatuan Seoakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat, Muhammad Iriawan yang berhalangan hadir. Ada dua harapan yang diharapkan Haruna kepada pengurus Asprov PSSI yang baru ini.

“Pertama soal konsolidasi organisasi persepakbolaan berjalan secara bagus sampai tingkat akar rumput,” tegas Haruna. Dan terpenting yang disebutkannya ialah Asprov menjadi ujung tombak pembinaan.

Ukuran keberhasilan pertama adalah prestasi dan bagaimana melakukan pembinaan sumbet daya manusianya “Prestasi kalau ruang lingkup Asprov itu adalah Pekan Olahraga Nasional (PON). Ukuran keberhasilannya disitu di ajang PON tersebut. Sepakbola adalah hasil akhir,” tegasnya.

Baca Juga :  Cok Ace Sampaikan Keluhan Pelaku Pariwisata Ke DPR RI

Sementara Cok Ace yang mewakili Gubernur Bali mengatakan pengurus yang baru bisa meneruskan program dari pengurus yang lama. Kemudian mengevaluasi program terdahulu, baik yang dilanjutkan, yang tidak dan yang tertunda karena pandemi.

“Susun program baru yang bermanfaat pada kita semua, khususnya persepakbolaan di Bali. Saya yakin dan percaya evaluasi selama dua tahun ini. Dan ini yang penting, ke depan salah satu turnamen yang pernah mati suri yakni Piala Gubernur bisa dibangkitkan kembali,” tegas Cok Ace.

Sementara Ketua Umum Asprov PSSI Bali, I Ketut Suardana menjelaskan terkait harapan-harapan tersebut, tentunya ini menjadi tantangan berat ke depan. Selain faktor teknis, faktor lainnya juga memengaruhi.

“Di sepakbola memang ada faktor nasib. Meski kita sudah persiapkan matang tapi tetap tidak lolos. Contoh seperti di PON Papua lalu, kami sudah siapkan tim maksimal, tapi keberuntungan tetap tidak berpihak dan gagal lolos,” ujar Suardana.

Baca Juga :  Wagub Bali Dampingi Menlu Meksiko Buka Pameran Bali & Mexico South

Lanjutnya, ke depan pihaknya wajib bisa berbuat lebih baik lagi. “Keterbatasan dana juga berpengaruh. Tapi tetap ingin bawa persepakbolaan Bali lebih baik lagi. Untuk itu kami ingin memutar kompetisi yang lebih banyak dan lebih berjenjang,” terangnya.

Terkait wacana Piala Gubernur tersebut, pihaknya masih akan menunggu instruksi dari pemerintah Provinsi Bali karena hajatan tersebut ranahnya di pemerintahan sesuai dengan namanya turnamen.

“Kalau tidak ada halangan tahun ini bisa digelar, sebelum atau sesudah Porprov Bali. Memang Piala Gubernur ini memang sempat ada dan sempat mati suri, ini yang ingin dibangkitkan kembali,” ujar Suardana.

Lantas bagaimana rancangan turnamen, termasuk tim yang bertanding? “Kami masih menunggu sistemnya bagaimana dan tim yang bertanding, kalau sekarang masih terlalu awal, ditunggu saja,” tandas ayah dari Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De-Neefe Suardana ini.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Ada dua poin penting yang dikemukakan dua sosok saat pelantikan pengurus Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Bali masa bhakti 2021-2025, Minggu (5/6) di Denpasar, kemarin. Pertama dari Anggota Exco PSSI Pusat, Haruna Soemitro dan Wakil Gubernur Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati atau Cok Ace yang hadir dan memberikan sambutan.

Pertama, Haruna Soemitro yang mewakili Ketum Persatuan Seoakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Pusat, Muhammad Iriawan yang berhalangan hadir. Ada dua harapan yang diharapkan Haruna kepada pengurus Asprov PSSI yang baru ini.

“Pertama soal konsolidasi organisasi persepakbolaan berjalan secara bagus sampai tingkat akar rumput,” tegas Haruna. Dan terpenting yang disebutkannya ialah Asprov menjadi ujung tombak pembinaan.

Ukuran keberhasilan pertama adalah prestasi dan bagaimana melakukan pembinaan sumbet daya manusianya “Prestasi kalau ruang lingkup Asprov itu adalah Pekan Olahraga Nasional (PON). Ukuran keberhasilannya disitu di ajang PON tersebut. Sepakbola adalah hasil akhir,” tegasnya.

Baca Juga :  Wagub Cok Ace Ngayah Nopeng di Pura Mandara Giri Semeru Agung

Sementara Cok Ace yang mewakili Gubernur Bali mengatakan pengurus yang baru bisa meneruskan program dari pengurus yang lama. Kemudian mengevaluasi program terdahulu, baik yang dilanjutkan, yang tidak dan yang tertunda karena pandemi.

“Susun program baru yang bermanfaat pada kita semua, khususnya persepakbolaan di Bali. Saya yakin dan percaya evaluasi selama dua tahun ini. Dan ini yang penting, ke depan salah satu turnamen yang pernah mati suri yakni Piala Gubernur bisa dibangkitkan kembali,” tegas Cok Ace.

Sementara Ketua Umum Asprov PSSI Bali, I Ketut Suardana menjelaskan terkait harapan-harapan tersebut, tentunya ini menjadi tantangan berat ke depan. Selain faktor teknis, faktor lainnya juga memengaruhi.

“Di sepakbola memang ada faktor nasib. Meski kita sudah persiapkan matang tapi tetap tidak lolos. Contoh seperti di PON Papua lalu, kami sudah siapkan tim maksimal, tapi keberuntungan tetap tidak berpihak dan gagal lolos,” ujar Suardana.

Baca Juga :  Cok Ace Sampaikan Keluhan Pelaku Pariwisata Ke DPR RI

Lanjutnya, ke depan pihaknya wajib bisa berbuat lebih baik lagi. “Keterbatasan dana juga berpengaruh. Tapi tetap ingin bawa persepakbolaan Bali lebih baik lagi. Untuk itu kami ingin memutar kompetisi yang lebih banyak dan lebih berjenjang,” terangnya.

Terkait wacana Piala Gubernur tersebut, pihaknya masih akan menunggu instruksi dari pemerintah Provinsi Bali karena hajatan tersebut ranahnya di pemerintahan sesuai dengan namanya turnamen.

“Kalau tidak ada halangan tahun ini bisa digelar, sebelum atau sesudah Porprov Bali. Memang Piala Gubernur ini memang sempat ada dan sempat mati suri, ini yang ingin dibangkitkan kembali,” ujar Suardana.

Lantas bagaimana rancangan turnamen, termasuk tim yang bertanding? “Kami masih menunggu sistemnya bagaimana dan tim yang bertanding, kalau sekarang masih terlalu awal, ditunggu saja,” tandas ayah dari Puteri Indonesia 2022, Laksmi Shari De-Neefe Suardana ini.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru