alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Atlet NTT Peraih Emas Dijemput Mobil Pick Up, Dewan Sebut Memalukan

KUPANG, BALI EXPRESS – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat menyesalkan penjemputan atlet peraih medali emas cabang olahraga muaythai Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Susanti Ndapathaka, di Bandara El Tari Kupang menggunakan mobil pick up yang disediakan secara swadaya.

“Kami sangat sesalkan peristiwa penjemputan ini, dan ini memalukan karena prestasi anak NTT tidak diperhatikan oleh Pemerintah NTT, ” kata Rumat ketika dihubungi di Kupang, Rabu (6/10).

Peristiwa tersebut terdokumentasi dalam bentuk foto dan video dan beredar luas melalui berbagi jejaring media sosial yang disoroti kalangan masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD NTT itu mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan peristiwa penjemputan itu, yang menurutnya jauh dari kesan penghargaan terhadap atlet yang telah mengharumkan nama NTT di kancah nasional.

Ia mengatakan penyesalan ini beralasan, karena sebagai Anggota Komisi V DPRD yang bermitra dengan KONI NTT dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT,  telah memberikan dukungan politik anggaran yang pada awal 2021 telah disepakati sebanyak Rp 20 miliar diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen NTT di PON XX Papua.

Pihaknya sebelumnya percaya bahwa KONI NTT bersama pemerintah provinsi telah menjalankan tugasnya dengan baik, untuk mengurus kepergian termasuk kepulangan kontingen semua cabang olahraga secara baik dan benar.

Namun, faktanya atlet yang mendapat medali emas tidak dijemput oleh pemerintah provinsi, tetapi justru dengan mobil pick up yang disediakan secara swadaya. “Patut dipertanyakan dan patut diduga anggaran yang telah disepakati itu ada di mana,” katanya.

Yohanes Rumat mengatakan dalam rapat dengar pendapat, sudah diingatkan agar pemerintah bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan jangan menyimpang dari ketentuan yang telah diatur.

Dia berharap pemerintah provinsi segera menglarifikasi ke publik terkait peristiwa penjemputan atlet peraih medali emas tersebut, karena telah menimbulkan sorotan berbagai kalangan masyarakat. (ant)


KUPANG, BALI EXPRESS – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Yohanes Rumat menyesalkan penjemputan atlet peraih medali emas cabang olahraga muaythai Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua, Susanti Ndapathaka, di Bandara El Tari Kupang menggunakan mobil pick up yang disediakan secara swadaya.

“Kami sangat sesalkan peristiwa penjemputan ini, dan ini memalukan karena prestasi anak NTT tidak diperhatikan oleh Pemerintah NTT, ” kata Rumat ketika dihubungi di Kupang, Rabu (6/10).

Peristiwa tersebut terdokumentasi dalam bentuk foto dan video dan beredar luas melalui berbagi jejaring media sosial yang disoroti kalangan masyarakat.

Anggota Komisi V DPRD NTT itu mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan peristiwa penjemputan itu, yang menurutnya jauh dari kesan penghargaan terhadap atlet yang telah mengharumkan nama NTT di kancah nasional.

Ia mengatakan penyesalan ini beralasan, karena sebagai Anggota Komisi V DPRD yang bermitra dengan KONI NTT dan Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT,  telah memberikan dukungan politik anggaran yang pada awal 2021 telah disepakati sebanyak Rp 20 miliar diperuntukkan bagi kebutuhan kontingen NTT di PON XX Papua.

Pihaknya sebelumnya percaya bahwa KONI NTT bersama pemerintah provinsi telah menjalankan tugasnya dengan baik, untuk mengurus kepergian termasuk kepulangan kontingen semua cabang olahraga secara baik dan benar.

Namun, faktanya atlet yang mendapat medali emas tidak dijemput oleh pemerintah provinsi, tetapi justru dengan mobil pick up yang disediakan secara swadaya. “Patut dipertanyakan dan patut diduga anggaran yang telah disepakati itu ada di mana,” katanya.

Yohanes Rumat mengatakan dalam rapat dengar pendapat, sudah diingatkan agar pemerintah bekerja sesuai tupoksi masing-masing dan jangan menyimpang dari ketentuan yang telah diatur.

Dia berharap pemerintah provinsi segera menglarifikasi ke publik terkait peristiwa penjemputan atlet peraih medali emas tersebut, karena telah menimbulkan sorotan berbagai kalangan masyarakat. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/