alexametrics
27.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Rekrut Jajang Mulyana, Bali United Dijejali Pemain Sepuh

DENPASAR, BALI EXPRESS – Senin (9/5) siang, manajemen Bali United mengumumkan rekrutan ketiga mereka lewat virtual, baik di website maupun media sosial. Dia adalah Jajang Mulyana, center back yang digaet dari Bhayangkara FC. Jajang menyusul dua pemain yang lebih dulu bergabung, yakni penjaga gawang M Ridho dan Hendra Adi Bayauw.

Sebenarnya tak ada yang salah dari perekrutan Jajang Mulyana. Tapi banyak warganet terutama fans Bali United mengeluh mengapa justru pemain tua atau sepuh yang dikontrak. Padahal pos lini belakang sangat krusial.

Saat ini posisi tersebut dihuni beberapa nama yang sudah terbilang sepuh. Sebut saja seperti Leonard Tupamahu yang kini sudah berusia 39 tahun. Kemudian William Pacheco usianya sudah 30 tahun. Gunawan Dwi Cahyo yang usianya 33 tahun, Audi Abdillah 29 tahun. Hanya Komang Tri Arta Wiguna yang masih berusia belia yakni 21 tahun, namun ia kekurangan jam terbang. Dan, kini Jajang Mulyana yang direkrut umurnya telah menginjak 34 tahun pada Oktober tahun ini.

Pemain asal Sumedang, Jawa Barat ini bukan nama asing di kancah sepakbola Indoneisa. Ia mengawali karier bersama Persib muda di tahun 2004 sebelum akhirnya bergabung dengan Pelita Jaya sebagai tim senior pertamanya di tahun 2007.

Setahun berselang, ia sempat dipinjamkan ke tim asal Brasil, Boavista SC. Beberapa tim lokal pernah disinggahi oleh Jajang Mulyana dalam perjalanan kariernya di lapangan hijau, seperti Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC dan terakhir adalah Bhayangkara FC. Bersama Bhayangkara FC, Jajang juga mempersembahkan trofi juara Liga 1 2017 untuk The Guardian.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri mengatakan Jajang Mulyana dipilih untuk memperkuat barisan pertahanan Serdadu Tridatu, sesuai kebutuhan dari tim pelatih.

“Semoga Jajang bisa segera beradaptasi dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi Bali United di AFC Cup, Liga 1 dan berbagai kompetisi mendatang,” jelas Yabes Tanuri singkat.

Jajang Mulyana termasuk pemain unik. Ia mengawali karier sebagai seorang striker. Di Pelita Jaya dan Sriwijaya FC, kemudian saat membela Timnas Indonesia U-21 tahun 2006 dan U-23 tahun 2011, ia juga menjadi mesin gol bagi skuad Garuda Muda kala itu.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Senin (9/5) siang, manajemen Bali United mengumumkan rekrutan ketiga mereka lewat virtual, baik di website maupun media sosial. Dia adalah Jajang Mulyana, center back yang digaet dari Bhayangkara FC. Jajang menyusul dua pemain yang lebih dulu bergabung, yakni penjaga gawang M Ridho dan Hendra Adi Bayauw.

Sebenarnya tak ada yang salah dari perekrutan Jajang Mulyana. Tapi banyak warganet terutama fans Bali United mengeluh mengapa justru pemain tua atau sepuh yang dikontrak. Padahal pos lini belakang sangat krusial.

Saat ini posisi tersebut dihuni beberapa nama yang sudah terbilang sepuh. Sebut saja seperti Leonard Tupamahu yang kini sudah berusia 39 tahun. Kemudian William Pacheco usianya sudah 30 tahun. Gunawan Dwi Cahyo yang usianya 33 tahun, Audi Abdillah 29 tahun. Hanya Komang Tri Arta Wiguna yang masih berusia belia yakni 21 tahun, namun ia kekurangan jam terbang. Dan, kini Jajang Mulyana yang direkrut umurnya telah menginjak 34 tahun pada Oktober tahun ini.

Pemain asal Sumedang, Jawa Barat ini bukan nama asing di kancah sepakbola Indoneisa. Ia mengawali karier bersama Persib muda di tahun 2004 sebelum akhirnya bergabung dengan Pelita Jaya sebagai tim senior pertamanya di tahun 2007.

Setahun berselang, ia sempat dipinjamkan ke tim asal Brasil, Boavista SC. Beberapa tim lokal pernah disinggahi oleh Jajang Mulyana dalam perjalanan kariernya di lapangan hijau, seperti Sriwijaya FC, Mitra Kukar, Pusamania Borneo FC dan terakhir adalah Bhayangkara FC. Bersama Bhayangkara FC, Jajang juga mempersembahkan trofi juara Liga 1 2017 untuk The Guardian.

Chief Executive Officer (CEO) Bali United FC, Yabes Tanuri mengatakan Jajang Mulyana dipilih untuk memperkuat barisan pertahanan Serdadu Tridatu, sesuai kebutuhan dari tim pelatih.

“Semoga Jajang bisa segera beradaptasi dengan baik dan mampu memberikan kontribusi bagi Bali United di AFC Cup, Liga 1 dan berbagai kompetisi mendatang,” jelas Yabes Tanuri singkat.

Jajang Mulyana termasuk pemain unik. Ia mengawali karier sebagai seorang striker. Di Pelita Jaya dan Sriwijaya FC, kemudian saat membela Timnas Indonesia U-21 tahun 2006 dan U-23 tahun 2011, ia juga menjadi mesin gol bagi skuad Garuda Muda kala itu.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/