alexametrics
29.8 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Sumbang Dua Emas Cabang Atletik, Jacobs Diisukan Gunakan Doping

JAKARTA, BALI EXPRESS – Pelari asal Italia Lamont Marcell Jacobs,26 santer dikabarkan menggunakan doping. Jacobs yang baru saja menyumbangkan dua medali emas Olimpiade Tokyo 2020 untuk Italia itu dengan tegas membantah kabar terebut.

Jacobs merupakan orang Italia pertama yang memenangi medali emas Olimpiade nomor lari 100 meter putra. Catatan waktunya saat bertanding di Olympic Stadium, Tokyo pada Minggu (1/8) lalu itu yakni 9,80 detik. Selain itu, Ia juga menyabet medali emas dalam nomor estafet 4×100 meter putra. Sayangnya, atas prestasinya tersebut, Jacobs malah dicurigai menggunakan doping.

Jacobs sendiri justru bersikeras prestasi yang ia raih di ajang Olimpiade Tokyo itu merupakan buah dari kegigihan dan kerja kerasnya selama ini. Ia dengan santai menanggapi kabar miring tersebut.

“Kabar kontroversial itu sama sekali tidak mempengaruhi saya,” ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa, (10/8).

“Saya tahu bahwa saya bisa sampai di sini karena kerja keras. Saya telah melalui banyak kekecewaan dan kekalahan, tetapi saya selalu bangkit dan terus berjalan ke depan. Kalau saya sudah sampai di titik ini (meraih medali emas), ini benar-benar hasil dari kerja keras. Mereka (media) boleh menulis apa saja yang mereka mau,” sebutnya.

Disisi lain, Jacobs sendiri mengaku sudah lama berpisah dengan mantan ahli gizinya, Giacomo Spazzini. Keputusan itu setelah mendengar bahwa ia diduga sedang diselidiki terkait temuan zat peningkat performa.

“Ini adalah sesuatu yang sejujurnya, saya tidak terlibat, karena sejak pertama kali kami mendengar tentang kasus tersebut, kami langsung berhenti bekerja dengannya (Giacomo Spazzini). Tapi kami tidak khawatir, sebenarnya orang itu terlibat dalam situasi yang bukan salahnya. Lagi pula, pada akhirnya dia tidak dianggap bersalah, jadi kami santai saja,” terangnya.

Sementar ituPresiden Komite Olimpiade Italia sekaligus legenda atletik Giovanni Malago pun turut angkat suaran. Pihaknya lanjut Malago membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai “kabar yang tidak menyenangkan.” (antara)


JAKARTA, BALI EXPRESS – Pelari asal Italia Lamont Marcell Jacobs,26 santer dikabarkan menggunakan doping. Jacobs yang baru saja menyumbangkan dua medali emas Olimpiade Tokyo 2020 untuk Italia itu dengan tegas membantah kabar terebut.

Jacobs merupakan orang Italia pertama yang memenangi medali emas Olimpiade nomor lari 100 meter putra. Catatan waktunya saat bertanding di Olympic Stadium, Tokyo pada Minggu (1/8) lalu itu yakni 9,80 detik. Selain itu, Ia juga menyabet medali emas dalam nomor estafet 4×100 meter putra. Sayangnya, atas prestasinya tersebut, Jacobs malah dicurigai menggunakan doping.

Jacobs sendiri justru bersikeras prestasi yang ia raih di ajang Olimpiade Tokyo itu merupakan buah dari kegigihan dan kerja kerasnya selama ini. Ia dengan santai menanggapi kabar miring tersebut.

“Kabar kontroversial itu sama sekali tidak mempengaruhi saya,” ujarnya dikutip dari Reuters, Selasa, (10/8).

“Saya tahu bahwa saya bisa sampai di sini karena kerja keras. Saya telah melalui banyak kekecewaan dan kekalahan, tetapi saya selalu bangkit dan terus berjalan ke depan. Kalau saya sudah sampai di titik ini (meraih medali emas), ini benar-benar hasil dari kerja keras. Mereka (media) boleh menulis apa saja yang mereka mau,” sebutnya.

Disisi lain, Jacobs sendiri mengaku sudah lama berpisah dengan mantan ahli gizinya, Giacomo Spazzini. Keputusan itu setelah mendengar bahwa ia diduga sedang diselidiki terkait temuan zat peningkat performa.

“Ini adalah sesuatu yang sejujurnya, saya tidak terlibat, karena sejak pertama kali kami mendengar tentang kasus tersebut, kami langsung berhenti bekerja dengannya (Giacomo Spazzini). Tapi kami tidak khawatir, sebenarnya orang itu terlibat dalam situasi yang bukan salahnya. Lagi pula, pada akhirnya dia tidak dianggap bersalah, jadi kami santai saja,” terangnya.

Sementar ituPresiden Komite Olimpiade Italia sekaligus legenda atletik Giovanni Malago pun turut angkat suaran. Pihaknya lanjut Malago membantah keras kabar tersebut dan menyebutnya sebagai “kabar yang tidak menyenangkan.” (antara)


Most Read

Artikel Terbaru

/