alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, July 6, 2022

Kempo Bali Tambah 1 Perunggu

JAYAPURA, BALI EXPRESS – Dua hari penyelenggaraan cabor kempo di PON XX Papua, Bali sudah mengoleksi dua medali. Pertama 1 keping medali emas di nomor Embu beregu putra, dan terbaru pada Minggu (10/10) koleksi medali bertambah dengan sekeping perunggu lewat Embu berpasangan I DAN putri. 

Perunggu itu didapat oleh duet Anak Agung Ayu Istri Dharmamega Kelakan dan Riska Meidita. Bertanding di GOR STT GIDI, Sentani, Jayapura, Dharmamega Kelakan dan Riska memperoleh nilai 264, kalah tipis atas Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan poin 268 yang meraih medali perak dan Kalimantan Timur yang meraih 269 poin dengan emasnya. 

Pelatih tim kempo PON Bali Made Mandiyasa usai pertandingan menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi setelah pasangan tersebut meraih perunggu, terutama soal teknik. “Jarak satu dan lainnya saya lihat terlalu jauh. Jadi, meski gerakannya lues dan teknik sudah bagus, tapi itu tidak terlalu masuk. Sehingga poinnya tidak terlalu banyak,” ujar pelatih yang akrab disapa Dendi ini.

Sementara Riska Meidita mengaku sudah menampilkan yang terbaik, meskipun gagal mengikuti pencapaian tim beregu putra. “Perunggu ini masih sama dengan yang kami raih saat Pra-PON di tahun 2019 lalu,” beber Riska.

Sementara itu AA Ayu Istri Dharmamega Kelakan menambahkan jika apa yang disampaikan oleh pelatihnya. Bahkan, secara terang-terangan ia mengakui ada gerakan yang miss.

 


JAYAPURA, BALI EXPRESS – Dua hari penyelenggaraan cabor kempo di PON XX Papua, Bali sudah mengoleksi dua medali. Pertama 1 keping medali emas di nomor Embu beregu putra, dan terbaru pada Minggu (10/10) koleksi medali bertambah dengan sekeping perunggu lewat Embu berpasangan I DAN putri. 

Perunggu itu didapat oleh duet Anak Agung Ayu Istri Dharmamega Kelakan dan Riska Meidita. Bertanding di GOR STT GIDI, Sentani, Jayapura, Dharmamega Kelakan dan Riska memperoleh nilai 264, kalah tipis atas Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan poin 268 yang meraih medali perak dan Kalimantan Timur yang meraih 269 poin dengan emasnya. 

Pelatih tim kempo PON Bali Made Mandiyasa usai pertandingan menjelaskan ada beberapa hal yang perlu dievaluasi setelah pasangan tersebut meraih perunggu, terutama soal teknik. “Jarak satu dan lainnya saya lihat terlalu jauh. Jadi, meski gerakannya lues dan teknik sudah bagus, tapi itu tidak terlalu masuk. Sehingga poinnya tidak terlalu banyak,” ujar pelatih yang akrab disapa Dendi ini.

Sementara Riska Meidita mengaku sudah menampilkan yang terbaik, meskipun gagal mengikuti pencapaian tim beregu putra. “Perunggu ini masih sama dengan yang kami raih saat Pra-PON di tahun 2019 lalu,” beber Riska.

Sementara itu AA Ayu Istri Dharmamega Kelakan menambahkan jika apa yang disampaikan oleh pelatihnya. Bahkan, secara terang-terangan ia mengakui ada gerakan yang miss.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/