alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Simone Biles Jadi ‘Athlete of the Year’ Versi Majalah Time 2021

JAKARTA, BALI EXPRESS – Peraih empat medali emas Olimpiade Simone Biles mendapatkan penghargaan ‘Athlete of the Year’ dari majalah Time.

Pesenam berusia 24 tahun itu melakukan perjalanan ke Olimpiade tahun ini dengan tekad mencatat ulang rekor, tetapi justru membawa terobosan, percakapan global seputar kesehatan mental para atlet.

Dia mundur dari pertandingan pembuka di Tokyo, dengan alasan kekhawatiran akan kesehatan mentalnya dan kasus ‘twisties”, bentuk disorientasi mental yang menakutkan dan berbahaya saat menyelesaikan salah satu lompatan yang menentang gravitasi.

Biles kemudian kembali ke kompetisi, memenangi medali perunggu pada nomor balok keseimbangan setelah mendapatkan dukungan dari sesama atlet di senam, bahkan secara luas.

“Ini menunjukkan kepada kami bahwa kami lebih dari sekadar olahraga, bahwa kami adalah manusia yang juga dapat mengalami hari-hari yang sulit,” kata rekan setimnya Sunisa Lee kepada Time, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/12). “Itu benar-benar memanusiakan kami,” tuturnya.

Saat tingkat kecemasan dan depresi meroket dan banyak orang berjuang dengan apa yang diri mereka sendiri inginkan menghadapi apa yang orang lain tuntut dari mereka, Time melihat Biles dapat menjelaskan pentingnya memprioritaskan diri sendiri dan menolak menyerah pada harapan eksternal.

“Saya percaya segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, dan ada tujuan,” kata Biles kepada Time. “Saya tidak hanya bisa menggunakan suara saya, tetapi juga divalidasi. Dengan mata dunia tertuju padanya, dia mengambil langkah luar biasa dengan mengatakan sudah cukup. saya cukup,” tulis Time dalam unggahan Instagram saat mengumumkan penghargaan atlet tahun ini kepada Biles. (ant)


JAKARTA, BALI EXPRESS – Peraih empat medali emas Olimpiade Simone Biles mendapatkan penghargaan ‘Athlete of the Year’ dari majalah Time.

Pesenam berusia 24 tahun itu melakukan perjalanan ke Olimpiade tahun ini dengan tekad mencatat ulang rekor, tetapi justru membawa terobosan, percakapan global seputar kesehatan mental para atlet.

Dia mundur dari pertandingan pembuka di Tokyo, dengan alasan kekhawatiran akan kesehatan mentalnya dan kasus ‘twisties”, bentuk disorientasi mental yang menakutkan dan berbahaya saat menyelesaikan salah satu lompatan yang menentang gravitasi.

Biles kemudian kembali ke kompetisi, memenangi medali perunggu pada nomor balok keseimbangan setelah mendapatkan dukungan dari sesama atlet di senam, bahkan secara luas.

“Ini menunjukkan kepada kami bahwa kami lebih dari sekadar olahraga, bahwa kami adalah manusia yang juga dapat mengalami hari-hari yang sulit,” kata rekan setimnya Sunisa Lee kepada Time, seperti dikutip dari Reuters, Jumat (10/12). “Itu benar-benar memanusiakan kami,” tuturnya.

Saat tingkat kecemasan dan depresi meroket dan banyak orang berjuang dengan apa yang diri mereka sendiri inginkan menghadapi apa yang orang lain tuntut dari mereka, Time melihat Biles dapat menjelaskan pentingnya memprioritaskan diri sendiri dan menolak menyerah pada harapan eksternal.

“Saya percaya segala sesuatu terjadi karena suatu alasan, dan ada tujuan,” kata Biles kepada Time. “Saya tidak hanya bisa menggunakan suara saya, tetapi juga divalidasi. Dengan mata dunia tertuju padanya, dia mengambil langkah luar biasa dengan mengatakan sudah cukup. saya cukup,” tulis Time dalam unggahan Instagram saat mengumumkan penghargaan atlet tahun ini kepada Biles. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/