alexametrics
30.4 C
Denpasar
Tuesday, May 24, 2022

Ujah, Sprinter Inggris Raya Peraih Perak Olimpiade Positif Doping

INGGRIS, BALI EXPRESS – Inggris Raya terancam kehilangan satu medali perak di Olimpiade Tokyo setelah sprinter Chijindu Ujah yang turun di nomor estafet 4 x 100 m putra diskors sementara karena dinyatakan positif doping.

Ujah meraih medali perak Olimpiade Tokyo bersama Zharnel Hughes, Richard Kilty, dan Nethaneel Mitchell-Blake.

Unit Integritas Atletik (AIU) seperti dilansir Reuters, Kamis (12/8) dalam pernyataannya, mengatakan sampel Ujah di pesta olahraga empat tahunan tersebut menunjukkan adanya zat terlarang jenis ostarine dan S-23.

Zat tersebut diklasifikasikan sebagai bagian dari kalas obat baru yang disebut modulator reseptor androgen selektif (Sarm) dengan efek yang mirip dengan steroid anabolik.

Ujah masih memiliki kesempatan untuk uji sampel B. Namun jika terbukti, maka secara otomatis Inggris Raya bakal kehilangan satu medali perak.

Dengan begitu, Kanada yang sebelumnya berada di posisi ketiga akan naik peringkat. Pun demikian dengan China yang berpotensi mendapatkan perunggu.

Selain Ujah, terdapat tiga atlet lainnya juga masuk dalam daftar doping, yakni pelari asal Bahrain kelahiran Maroko Sadik Mikhou, atlet tolak peluru Georgia Benik Abramyan, dan sprinter Kenya Mark Otieno Odhiambo.

“AIU sekarang menunggu kesimpulan dari proses ITA terhadap para atlet tersebut, yang akan menentukan apakah pelanggaran aturan anti-doping telah dilakukan dan konsekuensi apa (jika ada) yang harus dikenakan sehubungan dengan Olimpiade,” demikian pernyataan AIU. (ant)


INGGRIS, BALI EXPRESS – Inggris Raya terancam kehilangan satu medali perak di Olimpiade Tokyo setelah sprinter Chijindu Ujah yang turun di nomor estafet 4 x 100 m putra diskors sementara karena dinyatakan positif doping.

Ujah meraih medali perak Olimpiade Tokyo bersama Zharnel Hughes, Richard Kilty, dan Nethaneel Mitchell-Blake.

Unit Integritas Atletik (AIU) seperti dilansir Reuters, Kamis (12/8) dalam pernyataannya, mengatakan sampel Ujah di pesta olahraga empat tahunan tersebut menunjukkan adanya zat terlarang jenis ostarine dan S-23.

Zat tersebut diklasifikasikan sebagai bagian dari kalas obat baru yang disebut modulator reseptor androgen selektif (Sarm) dengan efek yang mirip dengan steroid anabolik.

Ujah masih memiliki kesempatan untuk uji sampel B. Namun jika terbukti, maka secara otomatis Inggris Raya bakal kehilangan satu medali perak.

Dengan begitu, Kanada yang sebelumnya berada di posisi ketiga akan naik peringkat. Pun demikian dengan China yang berpotensi mendapatkan perunggu.

Selain Ujah, terdapat tiga atlet lainnya juga masuk dalam daftar doping, yakni pelari asal Bahrain kelahiran Maroko Sadik Mikhou, atlet tolak peluru Georgia Benik Abramyan, dan sprinter Kenya Mark Otieno Odhiambo.

“AIU sekarang menunggu kesimpulan dari proses ITA terhadap para atlet tersebut, yang akan menentukan apakah pelanggaran aturan anti-doping telah dilakukan dan konsekuensi apa (jika ada) yang harus dikenakan sehubungan dengan Olimpiade,” demikian pernyataan AIU. (ant)


Most Read

Artikel Terbaru

/