alexametrics
29.8 C
Denpasar
Friday, May 20, 2022

Jaga Konsistensi, Seri IV Jadi Titik Balik

DENPASAR, BALI EXPRESS – Saat Liga 1 mulai digelar, Bali United sebenarnya tampil biasa-biasa saja. Dengan sistem bubble menggunakan series, Fadil Sausu dkk bermain lebih dulu di Pulau Jawa yang mana seri I ini dipusatkan di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

 

Bahkan di tiga series, Spasojevic dkk cukup melempem. Seri I sempat nangkring di peringkat tiga. Rinciannya bermain 6 kali, menang 3 kali dan imbang 3 kali tanpa kalah.

 

Berlanjut ke Seri II dan III yang diputar di Provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Bali United mengalami pasang surut. Dari 11 kali tampil di dua seri ini, suporter sempat dibuat geram karena inkonsistensi yang ditunjukkan asuhan Teco Cugurra.

 

Mencatatkan 5 kali kemenangan, 2 seri dan 4 kali kalah, Bali United seakan bukan tampil selayaknya juara bertahan. Bahkan saat seri II dan III atau paruh pertama berakhir, Bali United berada di peringkat lima.

 

Hasil tersebut sempat membuat publik Bali United skeptis dan pesimis. Status tim yang menjadi juara bertahan sempat dipertanyakan. Ada apa dengan Bali United.

 

Ditambah lagi pemilihan pemain dari Teco hanya itu-itu saja tanpa perombakan. Usai seri III, liga sempat diliburkan sejenak dan Bali United memainkan laga tunda melawan Persebaya, dan kembali mendapat kenyataan pahit setelah dihajar 1-3 oleh Persebaya. Ironisnya, laga ini dimainkan di Bali di Stadion I Gusti Ngurah Rai.

 

Tapi, titik balik mulai terjadi ketika Seri IV dimulai atau setelah kalah atas Persebaya. Meski tanpa arahan langsung dari Teco di pinggir lapangan, dimana saat itu digantikan Coach Yogie Nugraha, Bali United pelan tapi pasti langsung memberikan kejutan.

 

Di samping itu, bongkar pasang pemain juga menentukan dengan masuknya nama-nama baru, terutama dua sosok Eber Bessa dan Privat Mbarga. Dua debutan ini mendapat feel bermain ketika bermain di Bali. Termasuk nama lain seperti Irfan Jaya. Dalam 11 kali laga di Seri IV, hanya sekali Bali United bermain imbang 2-2 saat melawan PSM Makassar, sisanya disapu bersih dengan kemenangan.

 

Seri IV inilah menjadi awal kebangkitan Serdadu Tridatu. Poin demi poin mulai didapat, begitu juga konsistensi terus mencetak gol setiap laga. Hasilnya juga terlihat dimana Spasojevic mulai gacor sejak seri IV dan kini berada di posisi atas daftar top skor sementara.

 

Poin krusial diraih sehingga posisi lima yang dulu dipegang kini berubah drastis dan sekarang sedang nyaman berada di posisi teratas. Bahkan, gelar juara sudah di depan mata.

 

Di Seri V yang masih berlangsung saat ini (sisa 3 laga), Bali United bisa dipastikan mengunci gelar juara di pekan ke-32 nanti. Tapi dengan catatan wajib menang atas Madura United, sedangkan kompetitor yakni Persib Bandung kalah atas Persebaya. Tapi, kepastian juara tanpa embel-embel rival kalah itu bisa diwujudkan jika Bali United menang beruntun di dua laga selanjutnya.

 

Kini tugas Teco menjaga mental asuhannya serta menyiapkan strategi terbaik demi asa juara back to back itu. Teco dalam sebuah pernyataan baru-baru ini menuturkan jika mental asuhannya sedang bagus dan tidak ada kendala sama sekali. Spasojevic dkk diakui Teco sudah siap dengan situasi seperti ini (peluang juara).

 

“Di Bali United saat ini banyak pemain yang sudah pernah merasakan juara liga. Saya yakin mereka paham apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti saat ini. Terutama mental,” tegas Teco.

 

Bagi Teco, pemain profesional pasti memiliki cara dalam mengatasi situasi, baik itu saat sedang tertekan maupun dalam situasi bagus. Ia hanya meminta pemainnya tetap konsisten sampai kepastian benar-benar didapat. “Tinggal tiga pertandingan lagi dan kami siap untuk itu. Tetap fokus, kerja keras, komitmen dan tanggung jawab, saya yakin apa yang menjadi target bersama bisa diraih,” tegas pelatih kelahiran Brazil ini.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Saat Liga 1 mulai digelar, Bali United sebenarnya tampil biasa-biasa saja. Dengan sistem bubble menggunakan series, Fadil Sausu dkk bermain lebih dulu di Pulau Jawa yang mana seri I ini dipusatkan di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

 

Bahkan di tiga series, Spasojevic dkk cukup melempem. Seri I sempat nangkring di peringkat tiga. Rinciannya bermain 6 kali, menang 3 kali dan imbang 3 kali tanpa kalah.

 

Berlanjut ke Seri II dan III yang diputar di Provinsi Jawa Tengah dan D.I Yogyakarta, Bali United mengalami pasang surut. Dari 11 kali tampil di dua seri ini, suporter sempat dibuat geram karena inkonsistensi yang ditunjukkan asuhan Teco Cugurra.

 

Mencatatkan 5 kali kemenangan, 2 seri dan 4 kali kalah, Bali United seakan bukan tampil selayaknya juara bertahan. Bahkan saat seri II dan III atau paruh pertama berakhir, Bali United berada di peringkat lima.

 

Hasil tersebut sempat membuat publik Bali United skeptis dan pesimis. Status tim yang menjadi juara bertahan sempat dipertanyakan. Ada apa dengan Bali United.

 

Ditambah lagi pemilihan pemain dari Teco hanya itu-itu saja tanpa perombakan. Usai seri III, liga sempat diliburkan sejenak dan Bali United memainkan laga tunda melawan Persebaya, dan kembali mendapat kenyataan pahit setelah dihajar 1-3 oleh Persebaya. Ironisnya, laga ini dimainkan di Bali di Stadion I Gusti Ngurah Rai.

 

Tapi, titik balik mulai terjadi ketika Seri IV dimulai atau setelah kalah atas Persebaya. Meski tanpa arahan langsung dari Teco di pinggir lapangan, dimana saat itu digantikan Coach Yogie Nugraha, Bali United pelan tapi pasti langsung memberikan kejutan.

 

Di samping itu, bongkar pasang pemain juga menentukan dengan masuknya nama-nama baru, terutama dua sosok Eber Bessa dan Privat Mbarga. Dua debutan ini mendapat feel bermain ketika bermain di Bali. Termasuk nama lain seperti Irfan Jaya. Dalam 11 kali laga di Seri IV, hanya sekali Bali United bermain imbang 2-2 saat melawan PSM Makassar, sisanya disapu bersih dengan kemenangan.

 

Seri IV inilah menjadi awal kebangkitan Serdadu Tridatu. Poin demi poin mulai didapat, begitu juga konsistensi terus mencetak gol setiap laga. Hasilnya juga terlihat dimana Spasojevic mulai gacor sejak seri IV dan kini berada di posisi atas daftar top skor sementara.

 

Poin krusial diraih sehingga posisi lima yang dulu dipegang kini berubah drastis dan sekarang sedang nyaman berada di posisi teratas. Bahkan, gelar juara sudah di depan mata.

 

Di Seri V yang masih berlangsung saat ini (sisa 3 laga), Bali United bisa dipastikan mengunci gelar juara di pekan ke-32 nanti. Tapi dengan catatan wajib menang atas Madura United, sedangkan kompetitor yakni Persib Bandung kalah atas Persebaya. Tapi, kepastian juara tanpa embel-embel rival kalah itu bisa diwujudkan jika Bali United menang beruntun di dua laga selanjutnya.

 

Kini tugas Teco menjaga mental asuhannya serta menyiapkan strategi terbaik demi asa juara back to back itu. Teco dalam sebuah pernyataan baru-baru ini menuturkan jika mental asuhannya sedang bagus dan tidak ada kendala sama sekali. Spasojevic dkk diakui Teco sudah siap dengan situasi seperti ini (peluang juara).

 

“Di Bali United saat ini banyak pemain yang sudah pernah merasakan juara liga. Saya yakin mereka paham apa yang harus dilakukan dalam situasi seperti saat ini. Terutama mental,” tegas Teco.

 

Bagi Teco, pemain profesional pasti memiliki cara dalam mengatasi situasi, baik itu saat sedang tertekan maupun dalam situasi bagus. Ia hanya meminta pemainnya tetap konsisten sampai kepastian benar-benar didapat. “Tinggal tiga pertandingan lagi dan kami siap untuk itu. Tetap fokus, kerja keras, komitmen dan tanggung jawab, saya yakin apa yang menjadi target bersama bisa diraih,” tegas pelatih kelahiran Brazil ini.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/