alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

11 Tahun Menanti, Odekta Akhiri Paceklik Emas Maraton Putri

JAKARTA, BALI EXPRESS- Indonesia meraih emas ke-37 pada SEA Games 2021, Hanoi, Kamis (19/5). Emas tersebut dihadirkan atlet kelahiran Sumatera Utara, Odekta Naibaho Elvina. Odekta berjaya pada nomor maraton putri.

Odekta menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 02 menit, 55 menit, dan 280 detik. Dia mengungguli pelari asal Filipina Christine Halllasgo yang meraih perak (2 jam, 56 menit, 070 detik). Juga Ngoc Hoa Hoang Thi asal Vietnam yang mendulang perunggu (2 jam, 57 menit, dan 350 detik).

Emas ini mengakhiri penantian panjang maraton putri Indonesia untuk kembali menjadi yang terbaik di SEA Games. Sebelum keberhasilan Odekta kemarin, maraton putri Indonesia sudah puasa emas SEA Games dalam periode yang lama. Tepatnya dalam 11 tahun terakhir.

Sebelum Odekta, pelari Indonesia yang meraih emas maraton di SEA Games adalah Triyaningsih. Triyaningsih naik di podium tertinggi pada SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang. Kebetulan, Triyaningsih adalah idola dan inspirasi terbesar Odekta untuk menjadi pelari kelas atas nasional.

Emas tahun ini layaknya penantian yang manis bagi Odekta. Sebab, pada SEA Games 2019 Manila, Odekta gagal finis, sempat pingsan, dan harus dilarikan ke rumah sakir karena serangan panas alias heatstroke. Padahal, ketika itu, garis finis tinggal 600 meter lagi.

Penampilan hebat Odekta ini merupakan lanjutan kegemilangannya pada PON XX Papua 2020. Saat itu, Odekta yang membela DKI Jakarta meraih tiga emas pada nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton. Tangis Odekta pun pecah saat dipastikan menyabet emas maraton putri di SEA Games 2021, kemarin. (jpg/wan)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS- Indonesia meraih emas ke-37 pada SEA Games 2021, Hanoi, Kamis (19/5). Emas tersebut dihadirkan atlet kelahiran Sumatera Utara, Odekta Naibaho Elvina. Odekta berjaya pada nomor maraton putri.

Odekta menjadi yang tercepat dengan catatan waktu 02 menit, 55 menit, dan 280 detik. Dia mengungguli pelari asal Filipina Christine Halllasgo yang meraih perak (2 jam, 56 menit, 070 detik). Juga Ngoc Hoa Hoang Thi asal Vietnam yang mendulang perunggu (2 jam, 57 menit, dan 350 detik).

Emas ini mengakhiri penantian panjang maraton putri Indonesia untuk kembali menjadi yang terbaik di SEA Games. Sebelum keberhasilan Odekta kemarin, maraton putri Indonesia sudah puasa emas SEA Games dalam periode yang lama. Tepatnya dalam 11 tahun terakhir.

Sebelum Odekta, pelari Indonesia yang meraih emas maraton di SEA Games adalah Triyaningsih. Triyaningsih naik di podium tertinggi pada SEA Games 2011 di Jakabaring, Palembang. Kebetulan, Triyaningsih adalah idola dan inspirasi terbesar Odekta untuk menjadi pelari kelas atas nasional.

Emas tahun ini layaknya penantian yang manis bagi Odekta. Sebab, pada SEA Games 2019 Manila, Odekta gagal finis, sempat pingsan, dan harus dilarikan ke rumah sakir karena serangan panas alias heatstroke. Padahal, ketika itu, garis finis tinggal 600 meter lagi.

Penampilan hebat Odekta ini merupakan lanjutan kegemilangannya pada PON XX Papua 2020. Saat itu, Odekta yang membela DKI Jakarta meraih tiga emas pada nomor 5.000 meter, 10.000 meter, dan maraton. Tangis Odekta pun pecah saat dipastikan menyabet emas maraton putri di SEA Games 2021, kemarin. (jpg/wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/