alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Butuh Satu Poin Lagi, Bali United Kunci Back to Back Juara Liga 1 Indonesia

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satu poin. Ya hanya butuh satu poin lagi, Bali United dipastikan mengangkat trofi Liga 1 musim ini. Hal itu ditegaskan ketika Serdadu Tridatu mempecundangi Madura United di pekan ke-32, Senin (21/3) malam di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.

Bahkan, kalaupun Bali United kalah di laga melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-33 nanti, Bali United tetap berhak menjadi juara. Asalkan Persib Bandung juga mengalami kekalahan atau seri atas Persik Kediri.

Perbedaan poin kedua tim saat ini hanya berjarak 5 dengan menyisakan dua pertandingan lagi. Tapi apapun itu, Bali United tentunya akan tampil habis-habisan di laga Persebaya Surabaya demi penegasan titel juara.

Pelatih kepala Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra usai melawan Madura United mengungkapkan rasa sumringahnya. Dengan kemenangan ini, tinggal selangkah lagi Bali United meraih juara. Dan catatan khusus bagi Teco, jika Bali United sebagai kampiun, itu artinya Teco menjadi pelatih pertama di sepakbola Indonesia dengan mencetak hattrick juara secara beruntun.

Seperti kita tahu, Teco pertama kali juara di tahun 2018 ketika menukangi Persija Jakarta. Setahun kemudian, ia mengantarkan Bali United sebagai kampiun. Dan di musim ini, peluang juara itu sudah di depan mata.

“Yang paling penting bukan titel individu. Tapi kerja untuk tim dan kerja untuk semua orang di Pulau Bali. Ini belum selesai, kita harus respect dengan Persebaya, calon lawan berikutnya,” ujar Teco.

“Surabaya, saya tahu benar kota itu dan karakter pemain Persebaya. Saya pernah bekerja disana. Kami harus kerja keras lagi demi kemenangan, setelah itu baru bisa dinikmati. Sebelum pasti, sabar dulu,” sambung Teco.

Teco juga menyinggung soal laga Persib dan Persik Kediri di laga berikutnya. Bagi Teco, ia menilai laga ini bisa dikatakan sebagai salah satu penentu Bali United bisa juara. Terutama Persik Kediri yang ia nilai mengalami peningkatan sejak ditangani Javier Roca.

“Persik di putaran kedua bermain bagus setelah dilatih dia (Javier Roca). Persik salah satu tim kuat sekarang dan saya rasa mereka pasti mencari poin. Tapi kita tidak mau menebak-nebak tim lain, mereka bermain lebih dulu dari Bali. Kami fokus dengan Persebaya,” terangnya.

Sekadar informasi, Javier Roca merupakan pelatih yang baru menukangi Persik Kediri di putaran kedua ini. Dan yang lebih spesial, Javier Roca bukan nama asing di sepakbola Indonesia. Ia pernah menjadi bagian sepakbola Bali ketika ia menjadi pemain Persegi Gianyar (Laskar Kuda Jingkrak) era 2004-2005. Bahkan, Javier Roca sempat menyebut Bali sebagai rumah keduanya dan di setiap pertandingan Liga 1 ini, Roca selalu menyelipkan bunga Jepun (Kamboja) di telinganya, selayaknya ciri khas orang Bali.

Kini tugas Teco adalah wajib Puputan melawan Persebaya Surabaya. Menang sudah menjadi harga mati jika ingin gelar juara itu menjadi makin spesial. Di tahun 2019 lalu, Bali United memang sudah dipastikan menjadi juara ketika bermain tandang, tapi ketika selebrasi dilakukan di kandang sendiri (Stadion Kapten I Wayan Dipta) malah mereka kalah atas Madura United.

Tentunya hal itu tidak ingin terulang dan Bali United berusaha mati-matian agar menang melawan Persebaya sekaligus balas dendam setelah di partai tunda di putaran pertama yang kala itu dimainkan di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali United kalah memalukan 1-3.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS – Satu poin. Ya hanya butuh satu poin lagi, Bali United dipastikan mengangkat trofi Liga 1 musim ini. Hal itu ditegaskan ketika Serdadu Tridatu mempecundangi Madura United di pekan ke-32, Senin (21/3) malam di Stadion Kompyang Sujana, Denpasar.

Bahkan, kalaupun Bali United kalah di laga melawan Persebaya Surabaya di pekan ke-33 nanti, Bali United tetap berhak menjadi juara. Asalkan Persib Bandung juga mengalami kekalahan atau seri atas Persik Kediri.

Perbedaan poin kedua tim saat ini hanya berjarak 5 dengan menyisakan dua pertandingan lagi. Tapi apapun itu, Bali United tentunya akan tampil habis-habisan di laga Persebaya Surabaya demi penegasan titel juara.

Pelatih kepala Bali United, Stefano ‘Teco’ Cugurra usai melawan Madura United mengungkapkan rasa sumringahnya. Dengan kemenangan ini, tinggal selangkah lagi Bali United meraih juara. Dan catatan khusus bagi Teco, jika Bali United sebagai kampiun, itu artinya Teco menjadi pelatih pertama di sepakbola Indonesia dengan mencetak hattrick juara secara beruntun.

Seperti kita tahu, Teco pertama kali juara di tahun 2018 ketika menukangi Persija Jakarta. Setahun kemudian, ia mengantarkan Bali United sebagai kampiun. Dan di musim ini, peluang juara itu sudah di depan mata.

“Yang paling penting bukan titel individu. Tapi kerja untuk tim dan kerja untuk semua orang di Pulau Bali. Ini belum selesai, kita harus respect dengan Persebaya, calon lawan berikutnya,” ujar Teco.

“Surabaya, saya tahu benar kota itu dan karakter pemain Persebaya. Saya pernah bekerja disana. Kami harus kerja keras lagi demi kemenangan, setelah itu baru bisa dinikmati. Sebelum pasti, sabar dulu,” sambung Teco.

Teco juga menyinggung soal laga Persib dan Persik Kediri di laga berikutnya. Bagi Teco, ia menilai laga ini bisa dikatakan sebagai salah satu penentu Bali United bisa juara. Terutama Persik Kediri yang ia nilai mengalami peningkatan sejak ditangani Javier Roca.

“Persik di putaran kedua bermain bagus setelah dilatih dia (Javier Roca). Persik salah satu tim kuat sekarang dan saya rasa mereka pasti mencari poin. Tapi kita tidak mau menebak-nebak tim lain, mereka bermain lebih dulu dari Bali. Kami fokus dengan Persebaya,” terangnya.

Sekadar informasi, Javier Roca merupakan pelatih yang baru menukangi Persik Kediri di putaran kedua ini. Dan yang lebih spesial, Javier Roca bukan nama asing di sepakbola Indonesia. Ia pernah menjadi bagian sepakbola Bali ketika ia menjadi pemain Persegi Gianyar (Laskar Kuda Jingkrak) era 2004-2005. Bahkan, Javier Roca sempat menyebut Bali sebagai rumah keduanya dan di setiap pertandingan Liga 1 ini, Roca selalu menyelipkan bunga Jepun (Kamboja) di telinganya, selayaknya ciri khas orang Bali.

Kini tugas Teco adalah wajib Puputan melawan Persebaya Surabaya. Menang sudah menjadi harga mati jika ingin gelar juara itu menjadi makin spesial. Di tahun 2019 lalu, Bali United memang sudah dipastikan menjadi juara ketika bermain tandang, tapi ketika selebrasi dilakukan di kandang sendiri (Stadion Kapten I Wayan Dipta) malah mereka kalah atas Madura United.

Tentunya hal itu tidak ingin terulang dan Bali United berusaha mati-matian agar menang melawan Persebaya sekaligus balas dendam setelah di partai tunda di putaran pertama yang kala itu dimainkan di Stadion I Gusti Ngurah Rai, Bali United kalah memalukan 1-3.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/