alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Diikuti Ratusan Peserta, Kejuaraan Esport Mulai Diminati

TABANAN, BALI EXPRESS – Untuk pertama kalinya kejuaraan resmi Olahraga Elektronik (Esport) digelar di Tabanan oleh Pemkab Esport Tabanan yang bertajuk ‘Mobile Legends Offline Tournament’. Kejuaraan yang dilaksanakan dua hari, mulai 19 hingga 20 Desember 2020, bertempat di Warung Kopi M. Aboe Talib, Kediri, Tabanan.

Ketua Panitia Kegiatan, Yudha menjelaskan, kejuaraan diikuti 190-an orang yang terdiri dari 28 tim. Dimana satu tim terdiri dari 7 orang, 2 diantaranya adalah cadangan. 

Kejuaraan resmi offline Esport yang pertama ini memperebutkan hadiah total Rp 3 Juta. “Melalui kejuaraan ini kami harapkan bisa mewadahi potensi anak muda Tabanan,” tegasnya, Senin (21/12).

Penyerahan hadiah berlangsung Minggu (20/12), dihadiri Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan, Perwakilan BRI Pranathan Triatmojo, Ketua Pemkab Esport Tabanan Putu Sunaryana,  perwakilan  Pengprov Esport Bali Made Adi.

Ketua Pemkab Esport Tabanan Putu Sunaryana menyebutkan, meskipun kejuaraan digelar secara offline, tetapi jadwal pertandingannya diatur sedemikian rupa, pagi hingga sore agar mengurangi kerumunan sesuai standard protokol Covid-19.

Ketua KONI Tabanan I Dewa Ary Wirawan berharap Esport bisa menjadi wahana olahraga prestasi bagi anak muda Tabanan. “Esport kini tercatat sebagai Cabor ke 40 yang bernaung di bawah KONI Tabanan. Kedepan diharapkan terus berkembang dan bisa lolos ke tingkat nasional, seiring dengan perkembangan dunia virtual saat ini,” ungkapnya.

bDitambahkannya, olahraga elektronik mulai gencar diwacanakan di Indonesia sejak 4 tahun terakhir, dan di Tabanan resmi menjadi anggota KONI sejak November 2020 lalu, setelah induk organisasi terbentuk di tingkat Pusat (PB) dan Provinsi (Pengprov). “Saat ini seluruh kabupaten/kota di Bali sudah terbentuk kepengurusan, terakhir di Kabupaten Karangasem,” tandasnya.

Esport adalah jenis olahraga yang berangkat dari gaming, tetapi dalam perkembangannya muncul perbedaan antara gaming dengan Esprot. Gaming motivasinya hanya rekreasi, sedangkan Esport dikelola profesional dengan aturan dan tim yang ketat dan standard layaknya olahraga lainnya. 

Esport pun akhirnya menjadi wahana prestasi sekaligus untuk membentuk karakter generasi bangsa sesuai mandat UU No.3/2005 tentang sisistem Keolahragaan Nasional dan sudah boleh dipertandingkan di kejuaraan resmi nasional maupun internasional, seperti PON atau Sea Games. 


TABANAN, BALI EXPRESS – Untuk pertama kalinya kejuaraan resmi Olahraga Elektronik (Esport) digelar di Tabanan oleh Pemkab Esport Tabanan yang bertajuk ‘Mobile Legends Offline Tournament’. Kejuaraan yang dilaksanakan dua hari, mulai 19 hingga 20 Desember 2020, bertempat di Warung Kopi M. Aboe Talib, Kediri, Tabanan.

Ketua Panitia Kegiatan, Yudha menjelaskan, kejuaraan diikuti 190-an orang yang terdiri dari 28 tim. Dimana satu tim terdiri dari 7 orang, 2 diantaranya adalah cadangan. 

Kejuaraan resmi offline Esport yang pertama ini memperebutkan hadiah total Rp 3 Juta. “Melalui kejuaraan ini kami harapkan bisa mewadahi potensi anak muda Tabanan,” tegasnya, Senin (21/12).

Penyerahan hadiah berlangsung Minggu (20/12), dihadiri Ketua KONI Tabanan I Dewa Gede Ary Wirawan, Perwakilan BRI Pranathan Triatmojo, Ketua Pemkab Esport Tabanan Putu Sunaryana,  perwakilan  Pengprov Esport Bali Made Adi.

Ketua Pemkab Esport Tabanan Putu Sunaryana menyebutkan, meskipun kejuaraan digelar secara offline, tetapi jadwal pertandingannya diatur sedemikian rupa, pagi hingga sore agar mengurangi kerumunan sesuai standard protokol Covid-19.

Ketua KONI Tabanan I Dewa Ary Wirawan berharap Esport bisa menjadi wahana olahraga prestasi bagi anak muda Tabanan. “Esport kini tercatat sebagai Cabor ke 40 yang bernaung di bawah KONI Tabanan. Kedepan diharapkan terus berkembang dan bisa lolos ke tingkat nasional, seiring dengan perkembangan dunia virtual saat ini,” ungkapnya.

bDitambahkannya, olahraga elektronik mulai gencar diwacanakan di Indonesia sejak 4 tahun terakhir, dan di Tabanan resmi menjadi anggota KONI sejak November 2020 lalu, setelah induk organisasi terbentuk di tingkat Pusat (PB) dan Provinsi (Pengprov). “Saat ini seluruh kabupaten/kota di Bali sudah terbentuk kepengurusan, terakhir di Kabupaten Karangasem,” tandasnya.

Esport adalah jenis olahraga yang berangkat dari gaming, tetapi dalam perkembangannya muncul perbedaan antara gaming dengan Esprot. Gaming motivasinya hanya rekreasi, sedangkan Esport dikelola profesional dengan aturan dan tim yang ketat dan standard layaknya olahraga lainnya. 

Esport pun akhirnya menjadi wahana prestasi sekaligus untuk membentuk karakter generasi bangsa sesuai mandat UU No.3/2005 tentang sisistem Keolahragaan Nasional dan sudah boleh dipertandingkan di kejuaraan resmi nasional maupun internasional, seperti PON atau Sea Games. 


Most Read

Artikel Terbaru

/