alexametrics
27.6 C
Denpasar
Monday, August 8, 2022

Denpasar Gaming League Siap Digeber, Pemkot Denpasar Dukung Penuh

DENPASAR, BALI EXPRESS – Puluhan tim E-Sport terbaik di Kota Denpasar siap menunjukkan taji mereka dalam kompetisi Denpasar Gaming League (DGL) 2021 yang siap digeber mulai Minggu (25/4) hingga Juni 2021 mendatang. 

Di kompetisi E-Sprot (Elektronik Sport) ini, mempertandingkan empat kategori, yakni Mobile Legend, PUBG Mobile, PES 2021 dan FIFA 2021 dengan sistem offline yang dilangsungkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. 

Ketua Panpel yang juga Ketua Pengkot E-Sport Indonesia (ESI) Kota Denpasar, Nyoman Adikarya Nugraha saat memaparkan DPL 2021 di Kubu Kopi, Denpasar, Jumat (23/4), mengatakan, tim-tim yang berlaga di masing-masing kategori, yakni 16 tim untuk PUBG Mobile, 8 tim Mobile Legend, 8 tim FIFA 2021 dan 16 tim Pro Evolution Soccer (PES) 2021. Nantinya, dalam kompetisi ini menerapkan sistem liga. 

“Tim yang terlibat itu adalah hasil dari seleksi ratusan tim. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, lewat kompetisi ini karier atlet bisa ke jenjang lebih tinggi sebagai atlet E-Sprot profesional,” beber Adikarya Nugraha. 

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Praveen/Melati Batal Tampil di German Open

Kompetisi ini rencananya bakal terus diputar setiap tahunnya. Selain memberi wadah bagi atlet, lewat kompetisi ini diharapkan tim yang terlibat bisa memanage tim lebih tertata ke arah semi-pro. Sehingga, dampaknya bisa memberikan keuntungan bagi tim itu sendiri ke depannya, seperti branding tim dengan datangnya sponsor. 

Kompetisi ini bahkan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar dan juga KONI Denpasar. Bahkan, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa datang langsung dalam jumpa pers terkait DPL 2021 ini.

“Awalnya saya bantah permainan ini. Tapi, setelah pihak panitia mengajak diskusi, pemahaman saya terbuka terkait E-Sport ini,” ujar Arya Wibawa.

Dari diskusi tersebut, Arya Wibawa mengatakan dengan wadah E-Sport ini, justru akan meningkatkan atau memerankan potensi dari anak-anak atau yang terlibat dengan game ini untuk bisa diarahkan. Dan, yang ditegaskan Arya Wibawa, E-Sport ini bisa jadi satu-satunya olahraga yang saat ini tidak ada rasa Covid-19, karena dalam prosesnya tidak bersentuhan langsung dan berkompetisi lewat jaringan internet. 

Baca Juga :  Pebulutangkis Pra-PON Diprediksi Didominasi DebutanĀ 

“Ternyata bisa menghadirkan nilai ekonomis juga. Tentunya harus diwadahi untuk dibina jadi atlet, bukan lokal dan nasional saja, tapi internasional juga. Yang jelas, kami Pemkot Denpasar mendukung penuh kompetisi ini,” tegas Arya Wibawa.

Sementara bagi KONI Denpasar, E-Sport Indonesia memang telah dipertandingkan dalam multi event antar-negara seperti SEA Games, bahkan Asian Games. Hanya saja, ESI Denpasar sendiri diakuinya belum resmi menjadi cabor anggota KONI Denpasar, meskipun kepengurusan pusat dan juga di Bali sudah berdiri dengan legal. 

“Nanti dalam raker KONI Denpasar, saya harapkan pengurus ESI Denpasar ini bisa memaparkan seperti apa cabor ini sesuai dengan AD/ART. Tapi, saya rasa peluang menjadi cabor resmi sangat terbuka lebar. Apalagi dilihat dengan potensi yang ada sekarang ini,” ujar Ketua KONI Denpasar, Ida Bagus Tony Astawa yang juga hadir dalam acara ini. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Puluhan tim E-Sport terbaik di Kota Denpasar siap menunjukkan taji mereka dalam kompetisi Denpasar Gaming League (DGL) 2021 yang siap digeber mulai Minggu (25/4) hingga Juni 2021 mendatang. 

Di kompetisi E-Sprot (Elektronik Sport) ini, mempertandingkan empat kategori, yakni Mobile Legend, PUBG Mobile, PES 2021 dan FIFA 2021 dengan sistem offline yang dilangsungkan di Gedung Dharma Negara Alaya (DNA) Denpasar. 

Ketua Panpel yang juga Ketua Pengkot E-Sport Indonesia (ESI) Kota Denpasar, Nyoman Adikarya Nugraha saat memaparkan DPL 2021 di Kubu Kopi, Denpasar, Jumat (23/4), mengatakan, tim-tim yang berlaga di masing-masing kategori, yakni 16 tim untuk PUBG Mobile, 8 tim Mobile Legend, 8 tim FIFA 2021 dan 16 tim Pro Evolution Soccer (PES) 2021. Nantinya, dalam kompetisi ini menerapkan sistem liga. 

“Tim yang terlibat itu adalah hasil dari seleksi ratusan tim. Bahkan, tidak menutup kemungkinan, lewat kompetisi ini karier atlet bisa ke jenjang lebih tinggi sebagai atlet E-Sprot profesional,” beber Adikarya Nugraha. 

Baca Juga :  Terpapar Covid-19, Praveen/Melati Batal Tampil di German Open

Kompetisi ini rencananya bakal terus diputar setiap tahunnya. Selain memberi wadah bagi atlet, lewat kompetisi ini diharapkan tim yang terlibat bisa memanage tim lebih tertata ke arah semi-pro. Sehingga, dampaknya bisa memberikan keuntungan bagi tim itu sendiri ke depannya, seperti branding tim dengan datangnya sponsor. 

Kompetisi ini bahkan didukung penuh oleh Pemerintah Kota Denpasar dan juga KONI Denpasar. Bahkan, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa datang langsung dalam jumpa pers terkait DPL 2021 ini.

“Awalnya saya bantah permainan ini. Tapi, setelah pihak panitia mengajak diskusi, pemahaman saya terbuka terkait E-Sport ini,” ujar Arya Wibawa.

Dari diskusi tersebut, Arya Wibawa mengatakan dengan wadah E-Sport ini, justru akan meningkatkan atau memerankan potensi dari anak-anak atau yang terlibat dengan game ini untuk bisa diarahkan. Dan, yang ditegaskan Arya Wibawa, E-Sport ini bisa jadi satu-satunya olahraga yang saat ini tidak ada rasa Covid-19, karena dalam prosesnya tidak bersentuhan langsung dan berkompetisi lewat jaringan internet. 

Baca Juga :  Update Covid-19 di Kota Denpasar, 3 Pasien Meninggal Dunia

“Ternyata bisa menghadirkan nilai ekonomis juga. Tentunya harus diwadahi untuk dibina jadi atlet, bukan lokal dan nasional saja, tapi internasional juga. Yang jelas, kami Pemkot Denpasar mendukung penuh kompetisi ini,” tegas Arya Wibawa.

Sementara bagi KONI Denpasar, E-Sport Indonesia memang telah dipertandingkan dalam multi event antar-negara seperti SEA Games, bahkan Asian Games. Hanya saja, ESI Denpasar sendiri diakuinya belum resmi menjadi cabor anggota KONI Denpasar, meskipun kepengurusan pusat dan juga di Bali sudah berdiri dengan legal. 

“Nanti dalam raker KONI Denpasar, saya harapkan pengurus ESI Denpasar ini bisa memaparkan seperti apa cabor ini sesuai dengan AD/ART. Tapi, saya rasa peluang menjadi cabor resmi sangat terbuka lebar. Apalagi dilihat dengan potensi yang ada sekarang ini,” ujar Ketua KONI Denpasar, Ida Bagus Tony Astawa yang juga hadir dalam acara ini. 


Most Read

Artikel Terbaru

/