alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Sedikit Harus Berisik, Capo Jeri Aditya Dukung Tim Voli Parasari

BADUNG, BALI EXPRESS-Gayanya enerjik, nyentrik dan juga berisik. Setiap tim voli Bank Parasari mendapat poin, ia seketika berdiri kemudian berteriak kencang dengan gerakan yang unik.

Dia adalah Kadek Jeri Aditya, 25, Capo Bank Parasari yang tak pernah absen mendukung timnya. Di turnamen bola voli PBVSI Badung kali ini, Jeri dan rekannya yang lain tak pernah absen. Semangatnya tak pernah luntur dalam mendukung Bank Parasari, bahkan sampai set kelima pun ia terus berkoar-koar demi menyemangati Ketut Ardana dkk yang bermain di tengah lapangan.

Istilah Capo berasal dari Bahasa Italia. Capo kurang lebih berarti pemimpin suporter dalam setiap pertandingan. Tujuannya tentu saja mengajak rekan suporter lain dalam memberi semangat kepada tim yang bertanding.

Hanya berbekal botol minuman yang telah kosong, karyawan bagian kredit di bank tersebut berapi-api ketika Parasari memperoleh poin. Ia bertugas berteriak, memberi komando, kemudian suporter yang lain mulai mengikutinya. Ada juga yang memukul-mukul botol minuman kosong ke lantai. Suasana dibuat pecah oleh suporter Bank Parasari, padahal jumlahnya relatif sedikit dibanding suporter dari tim yang dilawan.

Ia memaparkan, sebenarnya dirinya ikut tergabung di tim voli Bank Parasari, namun karena kondisi kakinya cedera, akhirnya Jeri kemudian ditunjuk menjadi koordinator suporter. Tak ada chants (nyanyian) khusus yang dikumandangkan, intinya teriak dan semangati tim sampai selesai pertandingan.

“Prinsipnya kami sedikit tapi berisik. Memang gaya saya seperti ini. Saya bukan cari sensasi, tapi ini cara saya dalam mendukung tim. Satu sisi juga untuk memicu teman-teman yang lain agar ikut mendukung. Rugi datang kalau cuma menonton saja,” tegas pria asal Banjar Basang Tamiang, Kapal ini saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group).

Ceplas-ceplosnya dan gaya energiknya ini bukan terlihat saat turnamen ini saja. Sebenarnya, Jeri juga sering menjadi komentator di setiap voli gala desa. “Saya memang suka voli, dan sering jadi komentator juga, tapi lokalan. Sambil menikmati sambil ngayah,” paparnya.

Seperti suporter lainnya, Jeri berharap Bank Parasari bisa keluar sebagai juara di turnamen bola voli PBVSI Badung ini. “Intinya bermain maksimal, biarkan hasil Tuhan yang menentukan. Tempuh juara semaksimal mungkin,” tandas Jeri.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

BADUNG, BALI EXPRESS-Gayanya enerjik, nyentrik dan juga berisik. Setiap tim voli Bank Parasari mendapat poin, ia seketika berdiri kemudian berteriak kencang dengan gerakan yang unik.

Dia adalah Kadek Jeri Aditya, 25, Capo Bank Parasari yang tak pernah absen mendukung timnya. Di turnamen bola voli PBVSI Badung kali ini, Jeri dan rekannya yang lain tak pernah absen. Semangatnya tak pernah luntur dalam mendukung Bank Parasari, bahkan sampai set kelima pun ia terus berkoar-koar demi menyemangati Ketut Ardana dkk yang bermain di tengah lapangan.

Istilah Capo berasal dari Bahasa Italia. Capo kurang lebih berarti pemimpin suporter dalam setiap pertandingan. Tujuannya tentu saja mengajak rekan suporter lain dalam memberi semangat kepada tim yang bertanding.

Hanya berbekal botol minuman yang telah kosong, karyawan bagian kredit di bank tersebut berapi-api ketika Parasari memperoleh poin. Ia bertugas berteriak, memberi komando, kemudian suporter yang lain mulai mengikutinya. Ada juga yang memukul-mukul botol minuman kosong ke lantai. Suasana dibuat pecah oleh suporter Bank Parasari, padahal jumlahnya relatif sedikit dibanding suporter dari tim yang dilawan.

Ia memaparkan, sebenarnya dirinya ikut tergabung di tim voli Bank Parasari, namun karena kondisi kakinya cedera, akhirnya Jeri kemudian ditunjuk menjadi koordinator suporter. Tak ada chants (nyanyian) khusus yang dikumandangkan, intinya teriak dan semangati tim sampai selesai pertandingan.

“Prinsipnya kami sedikit tapi berisik. Memang gaya saya seperti ini. Saya bukan cari sensasi, tapi ini cara saya dalam mendukung tim. Satu sisi juga untuk memicu teman-teman yang lain agar ikut mendukung. Rugi datang kalau cuma menonton saja,” tegas pria asal Banjar Basang Tamiang, Kapal ini saat diwawancarai Bali Express (Jawa Pos Group).

Ceplas-ceplosnya dan gaya energiknya ini bukan terlihat saat turnamen ini saja. Sebenarnya, Jeri juga sering menjadi komentator di setiap voli gala desa. “Saya memang suka voli, dan sering jadi komentator juga, tapi lokalan. Sambil menikmati sambil ngayah,” paparnya.

Seperti suporter lainnya, Jeri berharap Bank Parasari bisa keluar sebagai juara di turnamen bola voli PBVSI Badung ini. “Intinya bermain maksimal, biarkan hasil Tuhan yang menentukan. Tempuh juara semaksimal mungkin,” tandas Jeri.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/