alexametrics
27.8 C
Denpasar
Wednesday, June 29, 2022

Duel Pembuka AFC Cup, Bali United Jamu Kedah, Tim Tradisional dan Kuat

DENPASAR, BALI EXPRESS- Bali United memainkan laga perdana Grup G AFC Cup dengan melawan wakil Malaysia, Kedah Darul Aman FA, Jumat (24/6) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Persiapan sudah dilakukan Teco Cugurra, meski tak membebani pemainnya dengan latihan berat.

Piala Presiden 2022 menjadi ajang untuk memantapkan tim. Meski hasilnya tak terlalu buruk, namun hal itu menjadi porsi yang cukup untuk pemain dalam menyiapkan diri di AFC Cup ini.

Sementara terkait Kedah FA, Teco Cugurra paham betul dengan tim satu ini. Wajar, Teco yang telah malang melintang di klub-klub Asia ini pernah berkarir juga di Malaysia. Bagi Teco, Kedah FA adalah tim tradisional yang memiliki rekam jejak yang bagus di Liga Malaysia.

Apalagi dari sisi recovery, Kedah lebih bagus dari Bali United. Saat Serdadu Tridatu bermain di Piala Presiden melawan Persebaya, justru Kedah FA yang lebih dulu datang ke Bali. Sementara tuan rumah masih di Bandung menjalani laga Piala Presiden.

“Persiapan mereka (Kedah) lebih bagus. Apalagi federasi sepak bola Malaysia memberikan kelonggaran dan menunda laga mereka di liga di sana. Mereka datang lebih siap ke Bali,” tegas Teco.

Tanpa menyangsikan persiapan timnya, Teco tetap percaya diri para pemainnya memiliki waktu recovery yang cukup. Setelah kembali ke Bali usai melawan Persebaya, pemain mendapat jatah waktu 2-3 hari untuk pengembalian kebugaran.

Untungnya Teco tak menjalankan ego saat melawan Persebaya. Ia lebih memilih mengistirahatkan sejumlah pilar utama karena disiapkan untuk AFC Cup. “Bagaimanapun di laga pertama ini kami wajib meraih kemenangan. Dengan kerja keras, hasil itu bisa diraih. Termasuk dukungan suporter yang siap membantu kami,” tandas Teco.

Teco juga berharap suporter bisa memenuhi Stadion Dipta, dan memberikan tekanan kepada pemain lawan. “Saya rasa ini momen yang bagus setelah dua tahun lebih kami tidak didukung langsung di Stadion Dipta. Kami bermain di rumah sendiri dan suporter bisa bantu kami meraih kemenangan,” tegas Teco.

Seperti diketahui, suporter Bali United terbagi menjadi beberapa komunitas suporter yang berada di setiap tribun. Setiap Bali United berlaga, lengkingan suporter tak pernah berhenti mendukung Spasojevic dkk dalam bertanding.

Atmosfer Stadion Dipta menjadi lebih hidup dan ini tentunya menjadi sinyal waspada bagi tim tamu, karena ini bisa menjadi serangan mental bagi lawan. Panpel telah menyiapkan belasan ribu tiket yang ditujukan untuk suporter. Tapi dalam pelaksanaannya sempat terjadi masalah untuk pembelian, karena dijual secara online.

Pada hari pertama dibuka, sempat terjadi kekacauan. Suporter menyayangkan koneksi internet yang lambat dan susah mengakses laman lainnya. Namun setelah keluhan itu bertebaran, masalah bisa diatasi.

Made Sujaya, salah satu suporter yang selalu rutin datang ke stadion Dipta saat Bali United bertanding mengakui sempat terjadi masalah saat membeli tiket, terutama untuk anaknya.

“Umur anak saya sekarang 12 tahun, dia sudah vaksin dua kali. Dari syarat awal, anak 6 sampai di bawah 18 tahun boleh membeli tiket meski tidak vaksin ketiga. Sedangkan syarat beli tiket untuk WNI itu wajib vaksin booster. Tapi setelah dibuka, malah dipukul rata untuk WNI itu semuanya sudah vaksin booster,” terangnya. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya masalah itu teratasi dan ia bisa membeli tiket untuk anaknya.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

DENPASAR, BALI EXPRESS- Bali United memainkan laga perdana Grup G AFC Cup dengan melawan wakil Malaysia, Kedah Darul Aman FA, Jumat (24/6) malam di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar. Persiapan sudah dilakukan Teco Cugurra, meski tak membebani pemainnya dengan latihan berat.

Piala Presiden 2022 menjadi ajang untuk memantapkan tim. Meski hasilnya tak terlalu buruk, namun hal itu menjadi porsi yang cukup untuk pemain dalam menyiapkan diri di AFC Cup ini.

Sementara terkait Kedah FA, Teco Cugurra paham betul dengan tim satu ini. Wajar, Teco yang telah malang melintang di klub-klub Asia ini pernah berkarir juga di Malaysia. Bagi Teco, Kedah FA adalah tim tradisional yang memiliki rekam jejak yang bagus di Liga Malaysia.

Apalagi dari sisi recovery, Kedah lebih bagus dari Bali United. Saat Serdadu Tridatu bermain di Piala Presiden melawan Persebaya, justru Kedah FA yang lebih dulu datang ke Bali. Sementara tuan rumah masih di Bandung menjalani laga Piala Presiden.

“Persiapan mereka (Kedah) lebih bagus. Apalagi federasi sepak bola Malaysia memberikan kelonggaran dan menunda laga mereka di liga di sana. Mereka datang lebih siap ke Bali,” tegas Teco.

Tanpa menyangsikan persiapan timnya, Teco tetap percaya diri para pemainnya memiliki waktu recovery yang cukup. Setelah kembali ke Bali usai melawan Persebaya, pemain mendapat jatah waktu 2-3 hari untuk pengembalian kebugaran.

Untungnya Teco tak menjalankan ego saat melawan Persebaya. Ia lebih memilih mengistirahatkan sejumlah pilar utama karena disiapkan untuk AFC Cup. “Bagaimanapun di laga pertama ini kami wajib meraih kemenangan. Dengan kerja keras, hasil itu bisa diraih. Termasuk dukungan suporter yang siap membantu kami,” tandas Teco.

Teco juga berharap suporter bisa memenuhi Stadion Dipta, dan memberikan tekanan kepada pemain lawan. “Saya rasa ini momen yang bagus setelah dua tahun lebih kami tidak didukung langsung di Stadion Dipta. Kami bermain di rumah sendiri dan suporter bisa bantu kami meraih kemenangan,” tegas Teco.

Seperti diketahui, suporter Bali United terbagi menjadi beberapa komunitas suporter yang berada di setiap tribun. Setiap Bali United berlaga, lengkingan suporter tak pernah berhenti mendukung Spasojevic dkk dalam bertanding.

Atmosfer Stadion Dipta menjadi lebih hidup dan ini tentunya menjadi sinyal waspada bagi tim tamu, karena ini bisa menjadi serangan mental bagi lawan. Panpel telah menyiapkan belasan ribu tiket yang ditujukan untuk suporter. Tapi dalam pelaksanaannya sempat terjadi masalah untuk pembelian, karena dijual secara online.

Pada hari pertama dibuka, sempat terjadi kekacauan. Suporter menyayangkan koneksi internet yang lambat dan susah mengakses laman lainnya. Namun setelah keluhan itu bertebaran, masalah bisa diatasi.

Made Sujaya, salah satu suporter yang selalu rutin datang ke stadion Dipta saat Bali United bertanding mengakui sempat terjadi masalah saat membeli tiket, terutama untuk anaknya.

“Umur anak saya sekarang 12 tahun, dia sudah vaksin dua kali. Dari syarat awal, anak 6 sampai di bawah 18 tahun boleh membeli tiket meski tidak vaksin ketiga. Sedangkan syarat beli tiket untuk WNI itu wajib vaksin booster. Tapi setelah dibuka, malah dipukul rata untuk WNI itu semuanya sudah vaksin booster,” terangnya. Setelah menunggu beberapa jam, akhirnya masalah itu teratasi dan ia bisa membeli tiket untuk anaknya.

 






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/