alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Ini Alasan Widodo Bali United Bisa Kalah 1-2 di Kaki Chiangrai United

BALI EXPRESS, CHIANGRAI – Perjalanan Bali United di pentas Liga Champions Asia 2018 terhenti. Ini setelah pasukan Serdadu Tridatu –julukan Bali United menyerah 1-2 setelah bermain 120 menit di kaki tuan rumah, Chingrai United di Stadion Singha, Chiangrai, Thailand, Selasa (23/1).

Kedua tim bermain cukup alot selama 90 menit normal. Sehingga, kedudukan pun bertahan 0-0 hingga wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan 90 menit berakhir. Memasuki babak pertama waktu tambahan, Bali United mulai kewalahan. AKibiatnya, dua gol bersang ke gawang Wawan Hendrawan melalui kaki Akarawin dan Pathompo. Bali united baru bisa memperkecil kekalahan melalui gol Ilija Spasojevic pada menit ke-115. Skor 2-1 bertahan hingga bubar.

Kekalahan tersebut akhirnya menguburkan ambisinya untuk terus melaju di Liga Champions Asia, namun masih bisa memastikan diri untuk bermain di AFC Cup 2018.

“Ya itulah sepak bola, dimana ada peluang, Chiangrai bisa memanfaatkan kesempatan itu. Secara keseluruhan bisa saya katakan bila pertandingan sangat seru. Jadi selamat untuk Chiangrai,” Kata Pelatih Kepala Bali United, Widodo C Putro saat jumpa pers Selasa malam (23/1).

 

Pada babak pertama, Chiangrai United yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri langsung menyuguhkan permainan cepat. Anak asuh Alexandre Da Gama Lima ini terlihat terus menggempur pertahanan Bali United. Namun masih belum bisa membobol gawang yang dijaga ketat Wawan Hendrawan. Sementara itu, tim tamu Bali united kesulitan menembus pertahanan lawan. Mereka pun harus berjibaku untuk bisa keluar dari kemelut serangan demi serang tim tuan rumah. meskipun gagal menciptakan peluang, Bali United masih mampu mengimbangi permainan Chiangrai United pada babak pertama.

Baca Juga :  Jelang Lawan Arema, Widodo Bisa Tenang karena Punya Comvalius

Hingga berlanjut pada babak kedua, tempo permainam Chiangrai United masih terlihat sama. Serangan demi serangan terus dilancarkan, namun masih belum menemui sasaran. Lagi-lagi peran Wawan Hendrawan untuk mengamankan poin di babak kedua ini sangat penting. Beberapa peluang yang dilesatkan Lee Yong Rae dan Macena masih bisa diantisipasi dengan sempurna oleh Wawan Hendrawan. 10 menit menjelang waktu normal berakhir, Bali United mendapat peluang, saat Yabes Roni mulai diturunkan. Begitu pula Ricky Fajrin yang melakukan solo run pada menit ke-88 namun masih mampu diadang bek lawan. Hingga babak kedua selesai, skor masih 0-0. Laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Tak lama berselang setelah perpanjangan waktu dimulai, tepatnya menit ke-94, gol yang dinanti Chiangrai hadir. Tendangan keras Akawarin Sawasdee menghujam gawang Wawan Hendrawan. Skor berubah jadi 1-0 untuk tuan rumah. Bali United sepertinya kehilangan konsentrasi. Tidak lama berselang, di menit ke-105, Chiangrai memperbesar keunggulan jadi 2-0 lewat gol Pathomphon. Tusukan dari sisi kanan pertahanan Serdadu Tridatu membuat pertahanan Bali United sedikit kewalahan untuk menghalau bola. Namun semangat para pemain Bali United masih tetap ada. Hal ini terbukti pada menit ke-115, Ilija Spasojevic menipiskan skor jadi 2-1. Striker naturalisasi ini mencetak gol indah lewat tendangan lob yang tak mampu dibendung kiper lawan. Namun hinggaa laga usai, skor tidak berubah dan masih diunggulkan oleh tim tuan rumah.

Baca Juga :  Jadi Juru Kunci IYC 2021, Pasek Benahi Lini Pertahanan Bali United

Usai pertandingan, Pelatih Kepala Bali United, Widodo C Putro mengucapkan selamat kepada tim tuan rumah atas kemenangannya. Ia juga mengaku, kalau dirinya bersama para pemain datang untuk meraih kemenangan dan sudah diperlihatkan lewat penampilan maksimal, namun hasil berbicara lain.

Terkait kekalahan yang terjadi, Widodo mengaku kalau tim Bali United tidak ketergantungan dengan satu pemain. “Jadi kenapa kami bisa kalah bukan karena alasan lain, tapi karena memang lawan bisa memanfaatkan peluang untuk menjadi gol,” tutupnya. 


BALI EXPRESS, CHIANGRAI – Perjalanan Bali United di pentas Liga Champions Asia 2018 terhenti. Ini setelah pasukan Serdadu Tridatu –julukan Bali United menyerah 1-2 setelah bermain 120 menit di kaki tuan rumah, Chingrai United di Stadion Singha, Chiangrai, Thailand, Selasa (23/1).

Kedua tim bermain cukup alot selama 90 menit normal. Sehingga, kedudukan pun bertahan 0-0 hingga wasit meniup pluit panjang tanda pertandingan 90 menit berakhir. Memasuki babak pertama waktu tambahan, Bali United mulai kewalahan. AKibiatnya, dua gol bersang ke gawang Wawan Hendrawan melalui kaki Akarawin dan Pathompo. Bali united baru bisa memperkecil kekalahan melalui gol Ilija Spasojevic pada menit ke-115. Skor 2-1 bertahan hingga bubar.

Kekalahan tersebut akhirnya menguburkan ambisinya untuk terus melaju di Liga Champions Asia, namun masih bisa memastikan diri untuk bermain di AFC Cup 2018.

“Ya itulah sepak bola, dimana ada peluang, Chiangrai bisa memanfaatkan kesempatan itu. Secara keseluruhan bisa saya katakan bila pertandingan sangat seru. Jadi selamat untuk Chiangrai,” Kata Pelatih Kepala Bali United, Widodo C Putro saat jumpa pers Selasa malam (23/1).

 

Pada babak pertama, Chiangrai United yang bermain di hadapan pendukungnya sendiri langsung menyuguhkan permainan cepat. Anak asuh Alexandre Da Gama Lima ini terlihat terus menggempur pertahanan Bali United. Namun masih belum bisa membobol gawang yang dijaga ketat Wawan Hendrawan. Sementara itu, tim tamu Bali united kesulitan menembus pertahanan lawan. Mereka pun harus berjibaku untuk bisa keluar dari kemelut serangan demi serang tim tuan rumah. meskipun gagal menciptakan peluang, Bali United masih mampu mengimbangi permainan Chiangrai United pada babak pertama.

Baca Juga :  Soal Venue Bali United vs Persik, Yabes Tanuri Ikuti Apa Kata PT LIB

Hingga berlanjut pada babak kedua, tempo permainam Chiangrai United masih terlihat sama. Serangan demi serangan terus dilancarkan, namun masih belum menemui sasaran. Lagi-lagi peran Wawan Hendrawan untuk mengamankan poin di babak kedua ini sangat penting. Beberapa peluang yang dilesatkan Lee Yong Rae dan Macena masih bisa diantisipasi dengan sempurna oleh Wawan Hendrawan. 10 menit menjelang waktu normal berakhir, Bali United mendapat peluang, saat Yabes Roni mulai diturunkan. Begitu pula Ricky Fajrin yang melakukan solo run pada menit ke-88 namun masih mampu diadang bek lawan. Hingga babak kedua selesai, skor masih 0-0. Laga berlanjut ke perpanjangan waktu.

Tak lama berselang setelah perpanjangan waktu dimulai, tepatnya menit ke-94, gol yang dinanti Chiangrai hadir. Tendangan keras Akawarin Sawasdee menghujam gawang Wawan Hendrawan. Skor berubah jadi 1-0 untuk tuan rumah. Bali United sepertinya kehilangan konsentrasi. Tidak lama berselang, di menit ke-105, Chiangrai memperbesar keunggulan jadi 2-0 lewat gol Pathomphon. Tusukan dari sisi kanan pertahanan Serdadu Tridatu membuat pertahanan Bali United sedikit kewalahan untuk menghalau bola. Namun semangat para pemain Bali United masih tetap ada. Hal ini terbukti pada menit ke-115, Ilija Spasojevic menipiskan skor jadi 2-1. Striker naturalisasi ini mencetak gol indah lewat tendangan lob yang tak mampu dibendung kiper lawan. Namun hinggaa laga usai, skor tidak berubah dan masih diunggulkan oleh tim tuan rumah.

Baca Juga :  Pelatih Bali United Yakin Pemainnya Berlatih Mandiri Saat Libur

Usai pertandingan, Pelatih Kepala Bali United, Widodo C Putro mengucapkan selamat kepada tim tuan rumah atas kemenangannya. Ia juga mengaku, kalau dirinya bersama para pemain datang untuk meraih kemenangan dan sudah diperlihatkan lewat penampilan maksimal, namun hasil berbicara lain.

Terkait kekalahan yang terjadi, Widodo mengaku kalau tim Bali United tidak ketergantungan dengan satu pemain. “Jadi kenapa kami bisa kalah bukan karena alasan lain, tapi karena memang lawan bisa memanfaatkan peluang untuk menjadi gol,” tutupnya. 


Most Read

Artikel Terbaru

/