26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

KONI Panggil Pelatih Cabor, Bahas Problem Kontingen PON 

DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menindaklanjuti program latihan para atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali, Komite Olahraga Nasional Indinesia (KONI) Bali, berencana memanggil pelatih dari masing-masing cabang olahraga (cabor). 

Kegiatan yang mengundang  jumlah perwakilan cabor terbatas ini, berlangsung mulai dari Kamis (25/6) dan Jumat (26/6) di Ruang Rapat KONI Bali.”Jadi ada dua hari untuk koordinasi. Total ada 66 pelatih dari 28 cabor yang kami panggil untuk memaparkan proses pelatihan selama ini. Dan, 28 cabor itu adalah yang meloloskan atletnya ke PON 2021,” ucap Ketua KONI Bali, I Ketut Suwandi, Selasa (23/6). 

Adapun poin-poin yang dibahas dalam rapat terbatas nanti, adalah metode pelatihan yang telah dan akan dilaksanakan. Kemudian tugas serta fungsi masing-masing pelatih. Laporan perkembangan potensi atlet. Target kepelatihan. Strategi pencapaian target PON dan kendala serta permasalahan yang dialami selama proses latihan.

Baca Juga :  Diego Asiss Hanya Bertahan 7 Bulan di Bali United

“Jadi, pelatih memaparkan proses latihan atletnya selama ini serta bagaimana progres atlet masing-masing. Nanti KONI Bali mengevaluasi. Lalu program itu sama-sama disinkronisasikan. Tetap harus direncanakan, meski dalam kondisi pandemik Covid-19 ,” urai Suwandi. Diharapkan, dengan pemaparan tersebut, bisa dicari solusi yang terbaik, agar proses latihan atlet PON tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang gerak. 

“Masih ada waktu satu tahun lebih mempersiapkan PON. Kita tidak boleh diam, karena lawan juga pasti bergerak terus. Meskipun kita paham dalam kondisi seperti sekarang ini yang membuat pergerakan terbatas, terutama untuk latihan,” urai Suwandi. 

Suwandi mengaku akan melihat perkembangan jikalau ada nanti ada usulan dari cabor supaya bisa berlatih di outdoor,  apalagi ada wacana New Normal saat ini. “Kita lihat kondisi atau perkembangannya ke depan. Tidak boleh gegabah mengambil keputusan. Harus dibicarakan bersama. Seperti yang saya bilang tadi, harus mencari solusi yang terbaik, karena masing-masing cabor memiliki permasalahan  berbeda-beda,” tegas mantan Ketua KONI Badung ini. 

Baca Juga :  Sikat Swiss, Brasil Catat Sejarah, Susul Prancis Lolos 16 Besar

Dalam rapat nanti, tidak semua pelatih cabor itu akan duduk dalam satu ruangan, mengingat ada anjuran pembatasan jarak dan berkumpul. Dari 66 pelatih yang dipanggil, akan diadakan tiga sesi dengan jumlah yang sudah disesuaikan. 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Untuk menindaklanjuti program latihan para atlet Pekan Olahraga Nasional (PON) Bali, Komite Olahraga Nasional Indinesia (KONI) Bali, berencana memanggil pelatih dari masing-masing cabang olahraga (cabor). 

Kegiatan yang mengundang  jumlah perwakilan cabor terbatas ini, berlangsung mulai dari Kamis (25/6) dan Jumat (26/6) di Ruang Rapat KONI Bali.”Jadi ada dua hari untuk koordinasi. Total ada 66 pelatih dari 28 cabor yang kami panggil untuk memaparkan proses pelatihan selama ini. Dan, 28 cabor itu adalah yang meloloskan atletnya ke PON 2021,” ucap Ketua KONI Bali, I Ketut Suwandi, Selasa (23/6). 

Adapun poin-poin yang dibahas dalam rapat terbatas nanti, adalah metode pelatihan yang telah dan akan dilaksanakan. Kemudian tugas serta fungsi masing-masing pelatih. Laporan perkembangan potensi atlet. Target kepelatihan. Strategi pencapaian target PON dan kendala serta permasalahan yang dialami selama proses latihan.

Baca Juga :  64 Tim Sepakbola Ikuti KBPP Polri Cup di Bali

“Jadi, pelatih memaparkan proses latihan atletnya selama ini serta bagaimana progres atlet masing-masing. Nanti KONI Bali mengevaluasi. Lalu program itu sama-sama disinkronisasikan. Tetap harus direncanakan, meski dalam kondisi pandemik Covid-19 ,” urai Suwandi. Diharapkan, dengan pemaparan tersebut, bisa dicari solusi yang terbaik, agar proses latihan atlet PON tetap berjalan di tengah keterbatasan ruang gerak. 

“Masih ada waktu satu tahun lebih mempersiapkan PON. Kita tidak boleh diam, karena lawan juga pasti bergerak terus. Meskipun kita paham dalam kondisi seperti sekarang ini yang membuat pergerakan terbatas, terutama untuk latihan,” urai Suwandi. 

Suwandi mengaku akan melihat perkembangan jikalau ada nanti ada usulan dari cabor supaya bisa berlatih di outdoor,  apalagi ada wacana New Normal saat ini. “Kita lihat kondisi atau perkembangannya ke depan. Tidak boleh gegabah mengambil keputusan. Harus dibicarakan bersama. Seperti yang saya bilang tadi, harus mencari solusi yang terbaik, karena masing-masing cabor memiliki permasalahan  berbeda-beda,” tegas mantan Ketua KONI Badung ini. 

Baca Juga :  Bayern Makin Kukuh di Puncak Usai Menangi Der Klassiker

Dalam rapat nanti, tidak semua pelatih cabor itu akan duduk dalam satu ruangan, mengingat ada anjuran pembatasan jarak dan berkumpul. Dari 66 pelatih yang dipanggil, akan diadakan tiga sesi dengan jumlah yang sudah disesuaikan. 


Most Read

Artikel Terbaru