alexametrics
27.8 C
Denpasar
Saturday, June 25, 2022

Rivalitas Indonesia dengan Malaysia

Bali United vs Kedah Darul Aman FA

GIANYAR, BALI EXPRESS- AFC Cup bukan hanya duel dua klub antarnegara. Kompetisi ini bisa menjadi representasi rivalitas dua negara yang diwakili dalam hal sepak bola. Bali United versus Kedah Darul Aman FA contohnya, laga pembuka Grup G, Jumat (24/6) hari ini bisa dibilang mengandung rivalitas sepak bola Indonesia melawan Malaysia yang kita ketahui memang sudah ‘bermusuhan’ sejak lama.

Bali United memiliki beban moral mengharumkan sepak bola Indonesia di level Asia, apalagi statusnya sebagai tuan rumah grup. Tentu saja ekspektasi akan kemenangan sangat besar ditujukan kepada asuhan Teco Cugurra.

Lantas bagaimana Teco menanggapi laga AFC Cup ini? Dalam pre match press conference yang digelar di bilangan Ubud, Gianyar, Kamis (23/6) siang, Teco Cugurra mengaku sudah tidak sabar untuk tampil. Terlebih AFC Cup ini menjadi prioritasnya. “Sempat ditunda dan sekarang sudah bisa digelar kembali. Sangat bagus berada di kompetisi ini dan kami bisa bermain di rumah sendiri. Tiga poin adalah target utama kami,” ucap Teco.

Terkait Kedah FA, Teco sudah mengantongi kekuatan dan kelemahannya. Selain nonteknis seperti menonton video pertandingan Kedah FA, pengalaman berkarir di Liga Malaysia pada 2009 lalu menjadi modal Teco. Namun tak etis hal ini ia beberkan ke publik. Teco ingin penonton yang hadir langsung maupun di rumah bisa menikmati pertandingan ini. “Suporter juga pastinya membantu kami. Dua tahun kami tanpa dukungan langsung dari tribun, dan sekarang momen yang ditunggu. Saya harap penonton bisa memberikan tekanan juga kepada lawan,” tuturnya.

Tak banyak yang Teco sampaikan, dan ia hanya berujar Bali United optimis bisa merebut poin penuh. Sementara di kubu Kedah Darul Aman FA, pelatih Aidil Sharin menyebut duel dua tim ini akan menjadi perhatian di dua negara, tentunya di Indonesia dan Malaysia. “Ini kompetisi level tinggi, pasti rakyat Indonesia dan Malaysia akan menontonnya. Ini momen yang bagus untuk menunjukkan kualitas,” terangnya.

Hanya saja, ia mengakui jika keikutsertaan Kedah FA di AFC Cup ini baru pertama kali. Belum lagi akan mendapat ‘teror’ dari suporter Bali United. “Tidak masalah, saya rasa pemain mampu mengatasinya. Pertandingan pertama sangat penting bagi kami, tapi Bali United bukan tim yang mudah untuk dikalahkan, apalagi ini rumah mereka. Bali memiliki kualitas yang bagus di setiap posisi,” tegasnya.

Menurut Aidil, suporter Bali United dan Indonesia pada umumnya adalah suporter yang fanatik dalam mendukung tim. Atmosfer Stadion Dipta pasti dirasa berbeda ketika ada penonton. Dari perbandingan histori di masing-masing liga, Kedah FA merupakan runner up Liga Malaysia tahun 2021 lalu, sedangkan Bali United datang sebagai jawara dua kali Liga Indonesia secara beruntun.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

GIANYAR, BALI EXPRESS- AFC Cup bukan hanya duel dua klub antarnegara. Kompetisi ini bisa menjadi representasi rivalitas dua negara yang diwakili dalam hal sepak bola. Bali United versus Kedah Darul Aman FA contohnya, laga pembuka Grup G, Jumat (24/6) hari ini bisa dibilang mengandung rivalitas sepak bola Indonesia melawan Malaysia yang kita ketahui memang sudah ‘bermusuhan’ sejak lama.

Bali United memiliki beban moral mengharumkan sepak bola Indonesia di level Asia, apalagi statusnya sebagai tuan rumah grup. Tentu saja ekspektasi akan kemenangan sangat besar ditujukan kepada asuhan Teco Cugurra.

Lantas bagaimana Teco menanggapi laga AFC Cup ini? Dalam pre match press conference yang digelar di bilangan Ubud, Gianyar, Kamis (23/6) siang, Teco Cugurra mengaku sudah tidak sabar untuk tampil. Terlebih AFC Cup ini menjadi prioritasnya. “Sempat ditunda dan sekarang sudah bisa digelar kembali. Sangat bagus berada di kompetisi ini dan kami bisa bermain di rumah sendiri. Tiga poin adalah target utama kami,” ucap Teco.

Terkait Kedah FA, Teco sudah mengantongi kekuatan dan kelemahannya. Selain nonteknis seperti menonton video pertandingan Kedah FA, pengalaman berkarir di Liga Malaysia pada 2009 lalu menjadi modal Teco. Namun tak etis hal ini ia beberkan ke publik. Teco ingin penonton yang hadir langsung maupun di rumah bisa menikmati pertandingan ini. “Suporter juga pastinya membantu kami. Dua tahun kami tanpa dukungan langsung dari tribun, dan sekarang momen yang ditunggu. Saya harap penonton bisa memberikan tekanan juga kepada lawan,” tuturnya.

Tak banyak yang Teco sampaikan, dan ia hanya berujar Bali United optimis bisa merebut poin penuh. Sementara di kubu Kedah Darul Aman FA, pelatih Aidil Sharin menyebut duel dua tim ini akan menjadi perhatian di dua negara, tentunya di Indonesia dan Malaysia. “Ini kompetisi level tinggi, pasti rakyat Indonesia dan Malaysia akan menontonnya. Ini momen yang bagus untuk menunjukkan kualitas,” terangnya.

Hanya saja, ia mengakui jika keikutsertaan Kedah FA di AFC Cup ini baru pertama kali. Belum lagi akan mendapat ‘teror’ dari suporter Bali United. “Tidak masalah, saya rasa pemain mampu mengatasinya. Pertandingan pertama sangat penting bagi kami, tapi Bali United bukan tim yang mudah untuk dikalahkan, apalagi ini rumah mereka. Bali memiliki kualitas yang bagus di setiap posisi,” tegasnya.

Menurut Aidil, suporter Bali United dan Indonesia pada umumnya adalah suporter yang fanatik dalam mendukung tim. Atmosfer Stadion Dipta pasti dirasa berbeda ketika ada penonton. Dari perbandingan histori di masing-masing liga, Kedah FA merupakan runner up Liga Malaysia tahun 2021 lalu, sedangkan Bali United datang sebagai jawara dua kali Liga Indonesia secara beruntun.






Reporter: I Dewa Made Krisna Pradipta

Most Read

Artikel Terbaru

/