alexametrics
26.8 C
Denpasar
Sunday, May 29, 2022

Dimediasi KONI, Pertina Bali dan YPBI Sepakat Damai

DENPASAR, BALI EXPRESS – KONI Bali memiliki andil yang cukup besar dalam meredakan tensi panas antara Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI) dengan Pengprov Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Bali. Hanya butuh 30 menit, mediasi dilakukan yang ditengahi oleh KONI Bali dan akhirnya memutuskan kedua belah pihak berdamai. 

Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, Rabu (25/8) mengatakan, mediasi dilakukan di Ruang Rapat KONI Bali. Pihak-pihak dari kedua kubu juga hadir. Hanya Ketua Umum Pengprov Pertina Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah absen karena sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, De Gadjah, kata Suwandi telah menyertakan surat kuasa dalam mediasi tersebut.  “Intinya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Dan juga sepakat mencabut masing-masing laporan di pihak kepolisian. Kemudian Pertina Bali mendukung kegiatan itu dan berharap agar ada ketertiban dalam pelaksanaannya. Siapa pun penyelenggara harus mendapat rekomendasi dari induk organisasi,” tegas Suwandi. 

Bagi mantan Ketua KONI Badung itu, apa yang dilakukan keduanya sama-sama bagus demi kemajuan dunia tinju amatir Bali. Namun, ada hal yang perlu diluruskan.  Yakni kolaborasi serta saling menunjang satu sama lain dan mengikuti aturan yang ada.

Sebelumnya, YPBI dan Pertina Bali saling berseteru terkait rencana YPBI yang mengadakan tinju rekreasi. Namun, hal itu ditanggapi serius oleh Pengprov Pertina Bali karena event itu tanpa ada rekomendasi dari Pertina Bali selaku induk organisasi tinju amatir di Bali. Kedua belah pihak pun saling klaim jika apa yang dilakukan benar, sehingga berujung saling lapor ke Polda Bali. Alhasil, KONI Bali pun berinisiatif untuk mengadakan pertemuan dengan kedua pihak dan mencapai klimaks dengan berakhir damai.

Sementara dari pihak Pertina Bali dalam mediasi itu diwakili I Putu Gede Panca Wiadnyana selaku Ketua Harian. Ia mengapresiasi KONI Bali yang sudah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. “Apresiasi juga kami sampaikan kepada pihak Yayasan Pino Bahari Indonesia atas kesediaannya hadir serta tanggapannya yang positif,” ujar Panca Wiadnyana. 

Namun, pihaknya tetap menekankan, semua dikembalikan kepada aturan yang berlaku. Seperti yang ditekankan dalam surat kuasa tersebut, ada tiga poin yang disampaikan.  Di surat kuasa itu, Made Muliawan Arya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Bali sangat menyambut baik mediasi yang mengutamakan penyelesaian musyawarah untuk mufakat. Kemudian menolak segala event atau acara tinju yang berhubungan dengan tinju amatir tanpa rekomendasi Pertina Bali sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan yang ketiga, selaku ketua umum akan memberikan rekomendasi dan siap membantu setiap orang atau kelompok yang akan menggelar event atau acara tinju yang berhubungan dengan tinju amatir. Hal ini sesuai dengan syarat-syarat yang tertuang dalam peraturan yang berlaku.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – KONI Bali memiliki andil yang cukup besar dalam meredakan tensi panas antara Yayasan Pino Bahari Indonesia (YPBI) dengan Pengprov Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Bali. Hanya butuh 30 menit, mediasi dilakukan yang ditengahi oleh KONI Bali dan akhirnya memutuskan kedua belah pihak berdamai. 

Ketua Umum KONI Bali I Ketut Suwandi, Rabu (25/8) mengatakan, mediasi dilakukan di Ruang Rapat KONI Bali. Pihak-pihak dari kedua kubu juga hadir. Hanya Ketua Umum Pengprov Pertina Bali Made Muliawan Arya atau De Gadjah absen karena sesuatu hal yang tidak bisa ditinggalkan. Namun, De Gadjah, kata Suwandi telah menyertakan surat kuasa dalam mediasi tersebut.  “Intinya kedua belah pihak sepakat untuk berdamai. Dan juga sepakat mencabut masing-masing laporan di pihak kepolisian. Kemudian Pertina Bali mendukung kegiatan itu dan berharap agar ada ketertiban dalam pelaksanaannya. Siapa pun penyelenggara harus mendapat rekomendasi dari induk organisasi,” tegas Suwandi. 

Bagi mantan Ketua KONI Badung itu, apa yang dilakukan keduanya sama-sama bagus demi kemajuan dunia tinju amatir Bali. Namun, ada hal yang perlu diluruskan.  Yakni kolaborasi serta saling menunjang satu sama lain dan mengikuti aturan yang ada.

Sebelumnya, YPBI dan Pertina Bali saling berseteru terkait rencana YPBI yang mengadakan tinju rekreasi. Namun, hal itu ditanggapi serius oleh Pengprov Pertina Bali karena event itu tanpa ada rekomendasi dari Pertina Bali selaku induk organisasi tinju amatir di Bali. Kedua belah pihak pun saling klaim jika apa yang dilakukan benar, sehingga berujung saling lapor ke Polda Bali. Alhasil, KONI Bali pun berinisiatif untuk mengadakan pertemuan dengan kedua pihak dan mencapai klimaks dengan berakhir damai.

Sementara dari pihak Pertina Bali dalam mediasi itu diwakili I Putu Gede Panca Wiadnyana selaku Ketua Harian. Ia mengapresiasi KONI Bali yang sudah memfasilitasi pertemuan kedua belah pihak. “Apresiasi juga kami sampaikan kepada pihak Yayasan Pino Bahari Indonesia atas kesediaannya hadir serta tanggapannya yang positif,” ujar Panca Wiadnyana. 

Namun, pihaknya tetap menekankan, semua dikembalikan kepada aturan yang berlaku. Seperti yang ditekankan dalam surat kuasa tersebut, ada tiga poin yang disampaikan.  Di surat kuasa itu, Made Muliawan Arya selaku Ketua Umum Pengprov Pertina Bali sangat menyambut baik mediasi yang mengutamakan penyelesaian musyawarah untuk mufakat. Kemudian menolak segala event atau acara tinju yang berhubungan dengan tinju amatir tanpa rekomendasi Pertina Bali sesuai dengan peraturan yang berlaku. Dan yang ketiga, selaku ketua umum akan memberikan rekomendasi dan siap membantu setiap orang atau kelompok yang akan menggelar event atau acara tinju yang berhubungan dengan tinju amatir. Hal ini sesuai dengan syarat-syarat yang tertuang dalam peraturan yang berlaku.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/