alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022

Quartararo, Pangeran Baru MotoGP (1) : Berbakat dan Matang

MISANO, BALI EXPRESS – Juara MotoGP baru muncul, sekaligus ganjal dominasi pebalap spanyol. Namanya Fabio Quartararo.

Pebalap tim Monster Energy Yamaha ini  mengunci gelar juara dunia di Sirkuit Misano, Italia (24/10/2021), setelah pesaing utamanya, Francesco Bagnaia, terjatuh di Grand Prix Emilia Romagna.

Fabio Quartararo sejak awal memang diprediksi bakal menjulang kariernya di arena pacu MotoGP. Wilco Zeelenberg, bos tim satelit Yamaha SRT, yakin bahwa gaya membalap Quartararo, yang memiliki postur 1,72cm, dan tipe tubuhnya cocok dengan kekuatan dan berat motor MotoGP sebelum mengontrak sang pebalap muda.

Quartararo dengan cepat menunjukkan kematangan. Setelah finis P16 di seri pembuka musim, dia menyelesaikan 15 dari 18 balapan yang tersisa, dengan mengantongi tujuh finis podium.

Dia mengawali musim 2020 dengan kemenangan di Jerez untuk menjadi pebalap Prancis pertama yang memenangi balapan kelas premier setelah Regis Laconi menjuarai GP Valencia di kelas 500cc pada 1999.

Ketika Quartararo menang lagi di sirkuit yang sama satu pekan berselang, dia menjadi pebalap Prancis tersukses, mengalahkan Laconi, Pierre Monneret, yang memenangi satu balapan pada 1954, dan Christian Sarron, pada 1985.

Akan tetapi, performa Quartararo tak stabil. Ia menang di Catalunya pada September, tapi di musim yang terdiri dari 14 balapan karena terganjal pandemi, dia tak dapat meraih podium lagi dan menyelesaikan kejuaraan di peringkat kedelapan.

“Itu hanya musim kedua saya di MotoGP dan saya tidak tahu bagaimana mengatasi (masalah) dengan baik,” kata Quartararo, dikutip Antara, Minggu (25/10).

Di musim ini, Quartararo meningkatkan level permainannya ketika dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha, bertukar bangku dengan pebalap legendaris Valentino Rossi.

“Ketika mereka memanggil saya bakat balap dari Prancis, saya melihat itu sebagai bagian kecil dari realitas. Anda harus realistis, saya memiliki potensi yang sangat besar, tapi Anda harus bijaksana dan bekerja keras, ” kata Quartararo. Dan, di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (24/10/2021) dia mewujudkan prediksinya sendiri dengan memenangi gelar juara dunia.


MISANO, BALI EXPRESS – Juara MotoGP baru muncul, sekaligus ganjal dominasi pebalap spanyol. Namanya Fabio Quartararo.

Pebalap tim Monster Energy Yamaha ini  mengunci gelar juara dunia di Sirkuit Misano, Italia (24/10/2021), setelah pesaing utamanya, Francesco Bagnaia, terjatuh di Grand Prix Emilia Romagna.

Fabio Quartararo sejak awal memang diprediksi bakal menjulang kariernya di arena pacu MotoGP. Wilco Zeelenberg, bos tim satelit Yamaha SRT, yakin bahwa gaya membalap Quartararo, yang memiliki postur 1,72cm, dan tipe tubuhnya cocok dengan kekuatan dan berat motor MotoGP sebelum mengontrak sang pebalap muda.

Quartararo dengan cepat menunjukkan kematangan. Setelah finis P16 di seri pembuka musim, dia menyelesaikan 15 dari 18 balapan yang tersisa, dengan mengantongi tujuh finis podium.

Dia mengawali musim 2020 dengan kemenangan di Jerez untuk menjadi pebalap Prancis pertama yang memenangi balapan kelas premier setelah Regis Laconi menjuarai GP Valencia di kelas 500cc pada 1999.

Ketika Quartararo menang lagi di sirkuit yang sama satu pekan berselang, dia menjadi pebalap Prancis tersukses, mengalahkan Laconi, Pierre Monneret, yang memenangi satu balapan pada 1954, dan Christian Sarron, pada 1985.

Akan tetapi, performa Quartararo tak stabil. Ia menang di Catalunya pada September, tapi di musim yang terdiri dari 14 balapan karena terganjal pandemi, dia tak dapat meraih podium lagi dan menyelesaikan kejuaraan di peringkat kedelapan.

“Itu hanya musim kedua saya di MotoGP dan saya tidak tahu bagaimana mengatasi (masalah) dengan baik,” kata Quartararo, dikutip Antara, Minggu (25/10).

Di musim ini, Quartararo meningkatkan level permainannya ketika dipromosikan ke tim pabrikan Yamaha, bertukar bangku dengan pebalap legendaris Valentino Rossi.

“Ketika mereka memanggil saya bakat balap dari Prancis, saya melihat itu sebagai bagian kecil dari realitas. Anda harus realistis, saya memiliki potensi yang sangat besar, tapi Anda harus bijaksana dan bekerja keras, ” kata Quartararo. Dan, di Sirkuit Misano, Italia, Minggu (24/10/2021) dia mewujudkan prediksinya sendiri dengan memenangi gelar juara dunia.


Most Read

Artikel Terbaru

/