alexametrics
27.6 C
Denpasar
Wednesday, August 17, 2022

Francesco Bagnaia Bayar Lunas Kegagalan di GP Jerman

JAKARTA, BALI EXPRESS- Kali ini tidak terjadi lagi. Francesco Bagnaia membayar lunas kegagalan menyelesaikan balapan pekan lalu di GP Jerman. Minggu (26/6), pebalap pabrikan Ducati itu berhasil mengakhiri rentetan GP Belanda dengan sempurna.

Berangkat dari pole position, dia akhirnya finis terdepan sekaligus meraih podium tertinggi ketiganya musim ini. “Aku sangat senang. Setelah dua balapan sebelumnya dimana kami sejatinya sangat kompetitif tapi tak meraih satu poin pun, hasil ini begitu memuaskan,” ucap Bagnaia. dilansir Reuters.

Bagnaia kali ini terus mampu mengamankan keunggulan di balapan sepanjang 26 lap di Sirkuit Assen tersebut. Pebalap Italia itu juga mujur. Dia diuntungkan insiden tabrakan yang melibatkan dua pesaing terdekatnya. Yakni, Aleix Espargaro (Aprilia) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) di lap kelima.

Baca Juga :  Ini Statistik GP San Marino, Bagnaia Incar Kesuksesan Stoner 

Keduanya bertabrakan di tikungan 5 dan sempat keluar lintasan. Padahal, saat itu Espargaro dan Quartararo berada di posisi kedua dan ketiga.

Keduanya masih mampu melanjutkan balapan. Tapi, posisi mereka langsung anjlok ke barisan belakang. Kejadian berawal dari upaya Quartararo menyalip Espargaro dari dalam. Namun, tiba-tiba ban depan pebalap asal Prancis tersebut terkunci saat melakukan pengereman. Alhasil, juara bertahan MotoGP itu tergelincir dan menyeret Espargaro yang ada di sebelahnya keluar lintasan.

Petaka untuk Quartararo terjadi lagi pada lap 12 di lokasi yang sama. Pebalap berjuluk El Diablo tersebut mengalami highside sesaat setelah keluar dari tikungan 5. Kejadian itu seketika membuat tubuhnya terpental dari motor dan tidak bisa melanjutkan balapan. Ini tercatat menjadi kali pertama bagi Quartararo gagal finis sejak GP Valencia pada 2020.

Baca Juga :  Ini 40 Pemain yang Dipanggil Shin Tae-yong untuk Timnas U-19

“Aku membuat kesalahan sekelas rookie,” sesal Quartararo dilansir Motorsport. “Sejak awal aku terlalu bernafsu menyerang. Ini pelajaran untuk selanjutnya. Tapi, tetap saja ini kesalahan bodoh,” tambah pebalap 23 tahun itu.

Hasil tersebut membuat jarak poin antara Quartararo dan Espargaro yang berada di posisi kedua klasemen pebalap menipis. Dari yang sebelumnya 34 poin kini tinggal 21 angka. (jpg/wan)

 


JAKARTA, BALI EXPRESS- Kali ini tidak terjadi lagi. Francesco Bagnaia membayar lunas kegagalan menyelesaikan balapan pekan lalu di GP Jerman. Minggu (26/6), pebalap pabrikan Ducati itu berhasil mengakhiri rentetan GP Belanda dengan sempurna.

Berangkat dari pole position, dia akhirnya finis terdepan sekaligus meraih podium tertinggi ketiganya musim ini. “Aku sangat senang. Setelah dua balapan sebelumnya dimana kami sejatinya sangat kompetitif tapi tak meraih satu poin pun, hasil ini begitu memuaskan,” ucap Bagnaia. dilansir Reuters.

Bagnaia kali ini terus mampu mengamankan keunggulan di balapan sepanjang 26 lap di Sirkuit Assen tersebut. Pebalap Italia itu juga mujur. Dia diuntungkan insiden tabrakan yang melibatkan dua pesaing terdekatnya. Yakni, Aleix Espargaro (Aprilia) dan Fabio Quartararo (Monster Energy Yamaha) di lap kelima.

Baca Juga :  Jorge Lorenzo akan Dinobatkan Jadi Legenda MotoGP di Jerez

Keduanya bertabrakan di tikungan 5 dan sempat keluar lintasan. Padahal, saat itu Espargaro dan Quartararo berada di posisi kedua dan ketiga.

Keduanya masih mampu melanjutkan balapan. Tapi, posisi mereka langsung anjlok ke barisan belakang. Kejadian berawal dari upaya Quartararo menyalip Espargaro dari dalam. Namun, tiba-tiba ban depan pebalap asal Prancis tersebut terkunci saat melakukan pengereman. Alhasil, juara bertahan MotoGP itu tergelincir dan menyeret Espargaro yang ada di sebelahnya keluar lintasan.

Petaka untuk Quartararo terjadi lagi pada lap 12 di lokasi yang sama. Pebalap berjuluk El Diablo tersebut mengalami highside sesaat setelah keluar dari tikungan 5. Kejadian itu seketika membuat tubuhnya terpental dari motor dan tidak bisa melanjutkan balapan. Ini tercatat menjadi kali pertama bagi Quartararo gagal finis sejak GP Valencia pada 2020.

Baca Juga :  Diangkut 5 Pesawat, Logistik MotoGP Mandalika Sudah Tiba di Lombok

“Aku membuat kesalahan sekelas rookie,” sesal Quartararo dilansir Motorsport. “Sejak awal aku terlalu bernafsu menyerang. Ini pelajaran untuk selanjutnya. Tapi, tetap saja ini kesalahan bodoh,” tambah pebalap 23 tahun itu.

Hasil tersebut membuat jarak poin antara Quartararo dan Espargaro yang berada di posisi kedua klasemen pebalap menipis. Dari yang sebelumnya 34 poin kini tinggal 21 angka. (jpg/wan)

 


Most Read

Artikel Terbaru

/