alexametrics
26.8 C
Denpasar
Thursday, May 26, 2022

Persiapan PON, Biliar Fokus Atasi Bola Problem

DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam dunia biliar, ada istilah yang namanya bola problem. Kondisi ini terjadi ketika bola putih dan bola sasaran yang akan dipukul oleh pemain berada dalam kondisi yang sulit. Contohnya, bola putih menempel di ban atau pinggiran meja.

Kemudian bola sasaran yang mengumpul satu sama lain atau pun bagaimana cara memasukkan bola sasaran dengan peluang yang tipis. Selain itu kuncian lawan juga termasuk dalam bola problem ini. Hal ini lah yang coba diatasi dan diasah dalam latihan rutin yang dilakukan pebiliar PON Bali saat ini di Obrigado Biliard, lokasi latihan tim biliar PON Bali. “Latihan sekarang enam kali dalam seminggu hingga keberangkatan menuju PON. Ini salah satu faktor teknis yang wajib bisa dipecahkan oleh pemain di semua kategori yang kami ikuti yakni nomor Pool dan Snooker,” tegas Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali yang juga menjabat sebagai pelatih tim PON Bali Willy Soedarno, Minggu (29/8).

 Lanjut Willy, termasuk mangatasi pergerakan bola putih yang akurat demi menjaga agar tidak sampai bola putih selanjutnya justru menghadapi bola problem tadi. Sisa waktu satu bulan ini digunakan untuk terus menjaga bahkan meningkatkan akurasi bola dalam sisi bagaimana dan posisi bola putih. “Jalannya lewat simulasi dan latih tanding. Namun ini ada kekurangannya,” kata Willy.

 Efek kekurangan dari simulasi itu, pebiliar tidak merasakan langsung bagaimana tekanan ketika berhadapan satu lawan satu dalam sebuah pertandingan. Kemudian, kendala lainnya, bisa saja melakukan latih tanding, namun lawan yang dihadapi oleh pebiliar PON dengan kekuatan sepadan sangat minim di Bali. Otomatis, masalah seperti bola problem itu akan minim terjadi.

 Terkait mental dan percaya diri sudah tidak ada masalah lagi, sebab para pebiliar PON Bali sekarang ini sudah memiliki pengalaman atau jam terbang cukup di event-event nasional. Hal itu menjadi modal dasar untuk mempertebal mental bertanding. “Saat ini tinggal faktor non teknis saja yakni soal kondisi meja biliar di PON yang belum kami ketahui. Nanti akan kami coba setelah sampai di Papua. Tapi saya rasa sekelas PON pasti meja baru dan akan lebih bagus digunakan. Tapi tetap kami harus adaptasi dengan itu,” tandas Willy.

 


DENPASAR, BALI EXPRESS – Dalam dunia biliar, ada istilah yang namanya bola problem. Kondisi ini terjadi ketika bola putih dan bola sasaran yang akan dipukul oleh pemain berada dalam kondisi yang sulit. Contohnya, bola putih menempel di ban atau pinggiran meja.

Kemudian bola sasaran yang mengumpul satu sama lain atau pun bagaimana cara memasukkan bola sasaran dengan peluang yang tipis. Selain itu kuncian lawan juga termasuk dalam bola problem ini. Hal ini lah yang coba diatasi dan diasah dalam latihan rutin yang dilakukan pebiliar PON Bali saat ini di Obrigado Biliard, lokasi latihan tim biliar PON Bali. “Latihan sekarang enam kali dalam seminggu hingga keberangkatan menuju PON. Ini salah satu faktor teknis yang wajib bisa dipecahkan oleh pemain di semua kategori yang kami ikuti yakni nomor Pool dan Snooker,” tegas Wakil Ketua Umum Pengprov POBSI Bali yang juga menjabat sebagai pelatih tim PON Bali Willy Soedarno, Minggu (29/8).

 Lanjut Willy, termasuk mangatasi pergerakan bola putih yang akurat demi menjaga agar tidak sampai bola putih selanjutnya justru menghadapi bola problem tadi. Sisa waktu satu bulan ini digunakan untuk terus menjaga bahkan meningkatkan akurasi bola dalam sisi bagaimana dan posisi bola putih. “Jalannya lewat simulasi dan latih tanding. Namun ini ada kekurangannya,” kata Willy.

 Efek kekurangan dari simulasi itu, pebiliar tidak merasakan langsung bagaimana tekanan ketika berhadapan satu lawan satu dalam sebuah pertandingan. Kemudian, kendala lainnya, bisa saja melakukan latih tanding, namun lawan yang dihadapi oleh pebiliar PON dengan kekuatan sepadan sangat minim di Bali. Otomatis, masalah seperti bola problem itu akan minim terjadi.

 Terkait mental dan percaya diri sudah tidak ada masalah lagi, sebab para pebiliar PON Bali sekarang ini sudah memiliki pengalaman atau jam terbang cukup di event-event nasional. Hal itu menjadi modal dasar untuk mempertebal mental bertanding. “Saat ini tinggal faktor non teknis saja yakni soal kondisi meja biliar di PON yang belum kami ketahui. Nanti akan kami coba setelah sampai di Papua. Tapi saya rasa sekelas PON pasti meja baru dan akan lebih bagus digunakan. Tapi tetap kami harus adaptasi dengan itu,” tandas Willy.

 


Most Read

Artikel Terbaru

/