26.5 C
Denpasar
Friday, February 3, 2023

Ghana Menangi Duel Panas, Pelatih Korea Diganjar Kartu Merah

DENPASAR, BALI EXPRESS– Tim-tim Afrika mulai menunjukkan bahwa mereka tidak bisa diremehkan di Piala Dunia 2022. Setelah Maroko menghempaskan Belgia dan Kamerun menahan imbang Serbia 3-3, Ghana juga tidak mau kalah.

Ghana akhirnya memetik tiga poin krusial di laga penting melawan Korea Selatan dalam lanjutan putaran Grup H Piala Dunia 2022, Senin (28/11). Berduel seru dengan intensitas sangat tinggi, skuad besutan Otto Addo itu akhirnya menang dengan skor 3-2.

Ghana sebetulnya sudah unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama dari gol Mohammed Salisu dan Mohammed Kudus di menit 24 dan 34.

Namun, Korea Selatan bukanlah musuh yang bisa dianggap enteng. Terbukti, mereka sanggup memberi perlawanan balik.

Striker tunggal Cho Gue-sung sempat membuat publik Negeri Ginseng yang berada di Education City Stadium membahana usai sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat tandukan keras dan terarahnya di menit 58 dan 61.

Baca Juga :  Hadapi Korea Selatan Malam Ini, Brazil Siap Turunkan Neymar

Setelah kedudukan imbang, baik Korea Selatan maupun Ghana semakin bermain ngotot. Mereka sama-sama tak mau kehilangan poin.

Malang bagi Korea Selatan, Mohammed Kudus lagi-lagi menjadi mimpi buruk mereka setelah menciptakan gol kemenangan untuk Ghana di menit 68. Gol penentu tersebut membuat Ghana bermain lebih bertahan demi mengamankan 3 poin. Daya dan upaya para Taeguk Warriors untuk menjebol kembali gawang Lawrence Ati-Zigi tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.’

Keseruan laga ini rupanya masih diwarnai drama lain. Pelatih Korea Selatan, Paulo Bento diganjar kartu merah oleh wasit di pengujung laga karena dianggap melakukan protes yang terlalu keras.

Meski demikian, protes dari Bento sesungguhnya punya alasan yang kuat. Beberapa detik sebelum wasit memutuskan pertandingan berakhir, bola yang terkena pemain Ghana terpental ke garis out di sisi Ghana, di mana artinya Korea Selatan berhak mendapatkan tendangan sudut.

Baca Juga :  Jabar Sandingkan Emas Beregu dan Tunggal Putra Silat Seni

Seperti dirilis JawaPos com, dari sejumlah pertandingan pada umumnya, sepak pojok biasanya akan tetap dilakukan sebagai upaya terakhir. Namun dalam kasus ini, wasit justru memutuskan untuk mengakhiri pertandingan.

Hal ini lah yang akhirnya memicu kemarahan Bento dan beberapa pemain Korea Selatan lainnya. Mereka beramai-ramai mendatangi wasit dan melakukan protes dengan wajah berkerut. Namun, keputusan wasit sudah final. Korea Selatan harus legawa mengakui kemenangan Ghana. (rin/jpg)

 


DENPASAR, BALI EXPRESS– Tim-tim Afrika mulai menunjukkan bahwa mereka tidak bisa diremehkan di Piala Dunia 2022. Setelah Maroko menghempaskan Belgia dan Kamerun menahan imbang Serbia 3-3, Ghana juga tidak mau kalah.

Ghana akhirnya memetik tiga poin krusial di laga penting melawan Korea Selatan dalam lanjutan putaran Grup H Piala Dunia 2022, Senin (28/11). Berduel seru dengan intensitas sangat tinggi, skuad besutan Otto Addo itu akhirnya menang dengan skor 3-2.

Ghana sebetulnya sudah unggul lebih dulu 2-0 di babak pertama dari gol Mohammed Salisu dan Mohammed Kudus di menit 24 dan 34.

Namun, Korea Selatan bukanlah musuh yang bisa dianggap enteng. Terbukti, mereka sanggup memberi perlawanan balik.

Striker tunggal Cho Gue-sung sempat membuat publik Negeri Ginseng yang berada di Education City Stadium membahana usai sukses menyamakan kedudukan menjadi 2-2 berkat tandukan keras dan terarahnya di menit 58 dan 61.

Baca Juga :  Peserta E-Sports Wali Kota Cup Tembus 265 Tim

Setelah kedudukan imbang, baik Korea Selatan maupun Ghana semakin bermain ngotot. Mereka sama-sama tak mau kehilangan poin.

Malang bagi Korea Selatan, Mohammed Kudus lagi-lagi menjadi mimpi buruk mereka setelah menciptakan gol kemenangan untuk Ghana di menit 68. Gol penentu tersebut membuat Ghana bermain lebih bertahan demi mengamankan 3 poin. Daya dan upaya para Taeguk Warriors untuk menjebol kembali gawang Lawrence Ati-Zigi tidak membuahkan hasil hingga peluit panjang berbunyi.’

Keseruan laga ini rupanya masih diwarnai drama lain. Pelatih Korea Selatan, Paulo Bento diganjar kartu merah oleh wasit di pengujung laga karena dianggap melakukan protes yang terlalu keras.

Meski demikian, protes dari Bento sesungguhnya punya alasan yang kuat. Beberapa detik sebelum wasit memutuskan pertandingan berakhir, bola yang terkena pemain Ghana terpental ke garis out di sisi Ghana, di mana artinya Korea Selatan berhak mendapatkan tendangan sudut.

Baca Juga :  Laga Menegangkan, Swiss Tekuk Serbia, Segel Tiket 16 Besar

Seperti dirilis JawaPos com, dari sejumlah pertandingan pada umumnya, sepak pojok biasanya akan tetap dilakukan sebagai upaya terakhir. Namun dalam kasus ini, wasit justru memutuskan untuk mengakhiri pertandingan.

Hal ini lah yang akhirnya memicu kemarahan Bento dan beberapa pemain Korea Selatan lainnya. Mereka beramai-ramai mendatangi wasit dan melakukan protes dengan wajah berkerut. Namun, keputusan wasit sudah final. Korea Selatan harus legawa mengakui kemenangan Ghana. (rin/jpg)

 


Most Read

Artikel Terbaru