Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Coach Justin Sebut Arkhan Kaka Tak Main Jelek, Gak Setuju Komentator Menyuruh Lari: 'Ngapain Nguber, Gak Penting'

Y. Raharyo • Kamis, 1 Agustus 2024 | 20:15 WIB
Arkhan kaka saat Timnas Indonesia Vs Timor Leste di Piala AFF U19
Arkhan kaka saat Timnas Indonesia Vs Timor Leste di Piala AFF U19

BALIEXPRESS.ID - Timnas Indonesia U19 menjadi juara Piala AFF U19 2024. Namun, striker Arkhan Kaka mendapat kritik hingga hujatan dari netizen.

Dalam tayangan di televisi, komentator juga meminta agar Kaka agar terus lari mengejar bola ketika Timnas Indonesia dalam posisi defensif dikepung Thailand U19.

Belakangan, ayah Arkhan Kaka bersuara bahwa mental anaknya agak terganggu setelah Piala Dunia U17. Saat cetak gol penyama kala Timnas Indonesia U17 Vs Panama U17, Arkhan Kaka joget-joget.

Arkhan Kaka cetak gol penyama pada menit 54. Pertandingan berakhir 1-1. Kala itu, coach Justinus Lhaksana alias coach Justin mengkritik Kaka yang joget-joget saat gol penyama tercipta.

Menurut Coach Justin mestinya Kaka segera ambil bola ke tengah untuk melanjutkan pertandingan, tanpa perlu selebrasi.

Alasannya, waktu itu Indonesia punya peluang untuk menang lawan Panama agar bisa lanjut ke babak knock out.

Nah, kini, dalam Piala AFF U19, Kaka mendapat serangan dari netizen hingga ayahnya kembali bersuara dan menyinggung omongan coach Justin yang membuat netizen mendapat pembenaran untuk menghujat Kaka.

Yang terbaru usai Piala AFF U19, coach Justin mengatakan bahwa dia tidak bermaksud menjatuhkan mental Kaka. Hanya mengkritik agar cepat bangkit.

Dalam laga final Piala AFF U19, dia juga mengatakan Kaka tidak main jelek. Dia juga menyatakan tidak setuju dengan komentator agar Kaka mengejar bola.

"Gua enggak setuju juga kalau dia sejelek yang dibilang netizen. Karena kalau lu di depan sendirian nguber, gimana bisa. Jadi gua enggak setuju juga dengan komentator bilang lari Kaka, lari Kaka. Ngapain lu lari-lari kalau gitu, enggak penting juga. Jadi untuk gua, Kaka pun enggak main jelek kemarin," tandas coach Justin di kanal Youtube JEBREEETmedia Tv, dikutup Kamis (1/7/2024).

Pernyataan coach Justin juga klop dengan strategi pelatih Indra Sjafri. Usai laga, Indra Sjafri mengakui pada babak kedua dia menerapkan taktik deffensif (bertahan) dengan mengandalkan counter attack atau serangan balik.

Arkhan Kaka baru dimasukkan ke lapangan pada menit 71 menggantikan Jens Raven. Sehingga praktis, ketika dalam posisi Thailand menguasai bola, Arkhan Kaka di depan sendirian, sedangkan pemain Indonesia lainnya dalam posisi bertahan.

Akhirnya, Arkhan Kaka tampak lari-lari sendiri. Bahkan dalam satu momen, ketika Arkhan Kaka mencoba pressing pemain lawan yang sedang menyerang di setengah lapangan, dia terlihat mengejar bola, lari sendirian, sedangkan semua pemain kembali posisi bertahan tidak ada yang bantu pressing. Sehingga seolah-olah Arkhan Kaka lari-lari sendiri.

Padahal, jika memahami taktik Indra Sjafri di babak kedua bisa dipahami bahwa Timnas Indonesia dalam posisi bertahan yang mengandalkan counter attack di mana striker hanya menunggu dan mengganggu lawan yang sedang menguasai bola. ***

Editor : Y. Raharyo
#Justinus Lhaksana #Coach Justin #timnas indonesia u19 #Arkhan Kaka