alexametrics
26.5 C
Denpasar
Monday, July 4, 2022
- Advertisement -spot_img
- Mobile -spot_img

TAG

kasus korupsi

Kejari Denpasar Tetapkan Dua Tersangka Kasus Korupsi KUR Fiktif

DENPASAR, BALI EXPRESS-Penyidik Kejaksaan Negeri Denpasar menetapkan dua orang tersangka  penanganan perkara dugaan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) salah satu Bank BUMN di Kota Denpasar. Kedua tersangka tersebut, NKM dan ORAL selaku pihak swasta/pihak ketiga.  Menurut Kasi Intel Kejari Denpasar,

Penyidik Limpahkan Tersangka dan BB Kasus Korupsi LPD Belusung

GIANYAR, BALI EXPRESS – Penyidik Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri (Kejari) Gianyar melimpahkan tersangka dan barang bukti (tahap 2) kasus dugaan korupsi LPD Belusung, Kecamatan Tampaksiring, Gianyar, Kamis (23/6).

Kasus Korupsi LPD Serangan Lambat, Warga Kutuk dengan Pejati

DENPASAR, BALI EXPRESS - Kasus Korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Serangan yang sedang diproses Kejaksaan Negeri Denpasar dirasa berjalan lambat karena belum diumumkannya nama tersangka. Hal ini disikapi warga dari lima Banjar dengan menulis tuntutan dan berdoa bersama di Banjar Kawan Desa Adat Serangan, Denpasar Selatan, pada Minggu (8/5). Kelima Banjar tersebut adalah Banjar Kaja, Banjar Kawan, Banjar Peken, Banjar Ponjok dan Banjar Dukuh. Menariknya, selain harapannya agar kasus ini cepat selesai, kumpulan warga sekitar 50 orang itu juga menghaturkan banten pejati untuk mengutuk pelaku dan siapa saja pihak yang berani membela kejahatan tersebut. Kelian Adat Banjar Kaja, I Wayan Patut mewakili warga lainnya menerangkan warga membentuk Tim Penyelamat LPD. Karena sudah banyak laporan kejanggalan yang terjadi sejak 2015-2019. Menurut data saat itu, dari aset Rp 4,6 miliar, uang yang beredar di masyarakat cuma Rp 800 juta. Sementara Rp 3,8 miliar dibawa oleh oknum tak bertanggungjawab. Kemudian, warga sepakat dengan LPD Kota Denpasar dan LPD Provinsi Bali untuk melakukan audit di LPD Serangan. "Tim audit tersebut independen dan dibiayai Provinsi," tuturnya. Dari hasil audit, ditemukan dokumen dana LPD secara tertulis kerugiannya mencapai Rp 4,2 miliar. Bahkan ada yang tidak dibukukan. Namun pihaknya memiliki dokumennya berupa bilyet sebagai bukti, yakni deposit dari orang asing sebesar Rp 2 miliar. Dana itu hanya Rp 600 juta disimpan di LPD, tapi Rp 1,4 miliar diduga dipakai oleh oknum untuk kepentingan bisnis pribadinya. Ironisnya tanda tangan yang tertera dipalsukan. Sehingga warga melaporkan ini ke Kejaksaan Negeri Denpasar. Dalam prosesnya, banyak diberitakan pernyataan dari pihak Kejari calon tersangka sudah dikantongi. Namun sudah 11 bulan proses laporan itu, tetap tidak ada tanda-tanda pengumuman penetapan tersangka. Dari bukti yang mereka miliki, warga menyebut seharusnya itu sudah lengkap. Ditambah sebanyak 10 orang saksi telah diperiksa. Alhasil, warga merasa ada yang tidak beres dan menduga ada tekanan pihak lain sampai-sampai kasus ini seperti jalan di tempat. Untuk itu pihaknya sudah melayangkan surat ke Kejaksaan Agung, Kejari Denpasar, termasuk ke Kejaksaan Tinggi Bali. Dengan harapan bisa segera ditanggapi dan calon tersangka segera dipublish. "Mudah-mudahan apa yang kami lakukan berdasarkan keyakinan dan kepercayaan kami dengan Banten pejati ini membawa berkah, secara langsung kami menyumpah siapa saja pihak berwenang, jika ada yang berani membela kejahatan tidak akan tenang selama hidupnya, dugaan sudah pasti ada, melihat kasus LPD lainnya tidak perlu waktu lama, tap kami di LPD Serangan, bukti sudah kuat justru lama," bebernya. Adapun tuntutan agar tersangka diumumkan demi kasus cepat selesai mereka dituliskan pada kertas putih. Nantinya tuntutan itu akan disampaikan ke Kejari Denpasar dan Kejati Bali. Apabila tuntutan tidak direspon, warga siap datangi Kejari. Pihaknya tidak akan berhenti berbuat demi kebaikan perekonomian Desa, dalam hal ini LPD Serangan. Menambahi penjelasan Patut, Saba Desa Banjar Kawan Made Resna mengatakan Banjar Kawan memiliki tabungan di LPD Serangan. Sayangnya uang Banjar sebesar Rp 23 juta dari 2019 sampai sekarang belum bisa ditarik. Padahal Banjarnya sangat membutuhkan untuk perbaikan Balai Banjar. "Alasan LPD bangkrut, tapi sekarang diaktifkan lagi LPD itu, ada surat edaran dari Jro Bendesa bahwa LPD yang dibuka sekarang punya kewajiban untuk meminta warga yang punya hutang supaya bayar, dan bagi yang punya tabungan atau deposito jangan ditarik dulu, ini kan persoalan yang di kemudian hari akan menimbulkan masalah baru," lanjutnya. (ges)

Terbukti Korupsi, Eks Sekda Buleleng Divonis 8 Tahun Penjara

DENPASAR, BALI EXPRESS-Perjalanan panjang proses hukum mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Dewa Ketut Puspaka berakhir, Selasa (26/4).

Jadi Tersangka Korupsi, Mantan Bendahara BUMDes Pucaksari Akhirnya Ditahan

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Setelah ditetapkan menjadi tersangka, Ni Putu Masdarini,48 yang awalnya bertugas sebagai bendahara di BUMDes Gema Mattra, Desa Pucaksari kini terpaksa harus mendekam di rutan Polsek Sawan. Dengan menggunakan rompi oranye, ia menuruni tangga dari ruang penyidik.

Korupsi LPD Sunantaya Segera Masuki Prapenuntutan

TABANAN, BALI EXPRESS – Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Tabanan menargetkan penyidikan terhadap kelanjutan kasus korupsi Lembaga Perkreditan Desa (LPD) Sunantaya secepatnya masuk dalam tahap prapenuntutan.

Tilep Dana Rp 2,6 M, Pegawai LPD Belusung Siap Disidang

Tilep Dana Rp 2,6 M, Pegawai LPD Belusung Siap Disidang

Selewengkan Dana BLT, Polisi Tangkap Kepala Desa di Garut

Selewengkan Dana BLT, Polisi Tangkap Kepala Desa di Garut

Penghentian Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Helikopter AW Ditelusuri

Penghentian Kasus Dugaan Korupsi Pembelian Helikopter AW Ditelusuri

Buronan Kasus Korupsi Penyaluran KUR BPD Ditangkap

Buronan Kasus Korupsi Penyaluran KUR BPD Ditangkap

Berita Terbaru

- Advertisement -spot_img
/