26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Perang Tarif, Sejumlah Penginapan di Nusa Penida Tutup

KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pariwisata di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung mulai bangkit setelah sempat mati suri akibat pandemi Covid-19. Namun di balik bangkitnya pariwisata di Nusa Penida, ternyata sejumlah penginapan ditutup lantaran persaingan harga kamar atau perang tarif.

Salah satu pemilik penginapan di Nusa Penida, Ketut Setyawan menuturkan, harga kamar saat ini sangat murah, karena sebagian besar penginapan di wilayah Kabupaten Klungkung menurunkan harga. “Saat ini harga berkisar Rp 100 ribu per malam,” ujarnya, Senin (5/12).

Dengan perang tarif yang terjadi saat ini, pihaknya mengaku tidak bisa melanjutkan usahanya. Pria asal Bunga Mekar, Nusa Penida itu pun memilih menutup penginapannya. “Kalau dihitung, untungnya cuma Rp 20 ribu. Sedangkan saya hanya memiliki empat kamar,” keluhnya.

Terlebih, lokasi penginapannya yang jauh dari pemandangan pantai, sedikit terkendala dalam mencari tamu. “Biasanya tamu China yang banyak, tapi sekarang sepi,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyebut sudah pernah mendapat laporan soal perang tarif penginapan di Nusa Penida. “Sebenarnya wisatawan diuntungkan. Tapi yang terdampak pelaku pariwisata sendiri. Mereka merugi,” jelasnya. (dir)

 


KLUNGKUNG, BALI EXPRESS – Pariwisata di Nusa Penida, Kabupaten Klungkung mulai bangkit setelah sempat mati suri akibat pandemi Covid-19. Namun di balik bangkitnya pariwisata di Nusa Penida, ternyata sejumlah penginapan ditutup lantaran persaingan harga kamar atau perang tarif.

Salah satu pemilik penginapan di Nusa Penida, Ketut Setyawan menuturkan, harga kamar saat ini sangat murah, karena sebagian besar penginapan di wilayah Kabupaten Klungkung menurunkan harga. “Saat ini harga berkisar Rp 100 ribu per malam,” ujarnya, Senin (5/12).

Dengan perang tarif yang terjadi saat ini, pihaknya mengaku tidak bisa melanjutkan usahanya. Pria asal Bunga Mekar, Nusa Penida itu pun memilih menutup penginapannya. “Kalau dihitung, untungnya cuma Rp 20 ribu. Sedangkan saya hanya memiliki empat kamar,” keluhnya.

Terlebih, lokasi penginapannya yang jauh dari pemandangan pantai, sedikit terkendala dalam mencari tamu. “Biasanya tamu China yang banyak, tapi sekarang sepi,” tandasnya.

Sebelumnya, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menyebut sudah pernah mendapat laporan soal perang tarif penginapan di Nusa Penida. “Sebenarnya wisatawan diuntungkan. Tapi yang terdampak pelaku pariwisata sendiri. Mereka merugi,” jelasnya. (dir)

 


Most Read

Artikel Terbaru