27.6 C
Denpasar
Thursday, September 29, 2022

Kondisi Danau Yeh Malet Tak Terawat, Kunjungan Wisatawan Merosot

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Objek Wisata Danau Yeh Malet yang terletak di Banjar Dinas Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, sempat viral beberapa waktu lalu. Sehingga tempat tersebut sering dikunjungi wisatawan. Namun, saat ini kondisi Danau Yeh Malet sangat memprihatinkan.

Dari pantauan di lapangan, tempat tersebut sepi dari kunjungan. Hanya masyarakat sekitar yang mendatangi tempat tersebut. Itupun tidak untuk refreshing, melainkan untuk mencari rumput sebagai pakan sapi.

Kondisi danau nya pun cukup memprihatinkan. Debet air di danau tersebut sudah kecil, bahkan sedikit. Hanya rerumputan dan eceng gondok yang memenuhi danau seluas sekitar 7 hektare tersebut.

Kadus Banjar Dinas Yeh Malet I Nengah Sarianta, yang dikonfirmasi Senin (19/9) pun tak menampik hal itu. Kata dia, tempat yang disebut danau cinta itu tidak terawat. Ditambah lagi danau tersebut mengalami pendangkalan, sehingga air sangat kecil. “Sedimen lumpur tinggi sehingga air surut,” ujarnya.

Baca Juga :  Dongkrak Pemulihan Pariwisata, BRI Selenggarakan BRI Travel Fair 2022

Dari dulu, Sarianta menyebut, objek wisata tersebut tidak ada pengelola. Sebelum ramai dikunjungi oleh wisatawan, untuk fasilitas pelengkap yang ada disana dibuat oleh masyarakat sekitar dengan bergotong royong. Namun, kini semua fasilitas tersebut sudah tidak ada. “Inisiatif warga sekitar disana lah, membentuk rakit dia, secara swadaya,” lanjutnya.

Kala itu, sewaktu viral, kunjungan wisatawan ke tempat tersebut diakui melebihi dari 100 orang. Situasi itupun sangat berbanding terbalik saat ini. Kunjungan wisatawan sangat merosot. “Ada sedikit-sedikit cuma kita tidak rungu,” imbuhnya.

Ia pun berharap, objek Wisata Danau Yeh Malet mendapat perhatian dari pemerintah. Disamping untuk membangkitkan desa wisata, jika kembali tempat tersebut ramai dikunjungi, sudah jelas akan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar. “Sehingga desa wisata kita kembali bangkit. Sebenarnya kajian dari pemerintah provinsi sudah selesai,” pungkasnya. (dir)

Baca Juga :  Pengembangan Pariwisata di Nusa Penida, Ini Tanggapan Dewan

KARANGASEM, BALI EXPRESS – Objek Wisata Danau Yeh Malet yang terletak di Banjar Dinas Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Karangasem, sempat viral beberapa waktu lalu. Sehingga tempat tersebut sering dikunjungi wisatawan. Namun, saat ini kondisi Danau Yeh Malet sangat memprihatinkan.

Dari pantauan di lapangan, tempat tersebut sepi dari kunjungan. Hanya masyarakat sekitar yang mendatangi tempat tersebut. Itupun tidak untuk refreshing, melainkan untuk mencari rumput sebagai pakan sapi.

Kondisi danau nya pun cukup memprihatinkan. Debet air di danau tersebut sudah kecil, bahkan sedikit. Hanya rerumputan dan eceng gondok yang memenuhi danau seluas sekitar 7 hektare tersebut.

Kadus Banjar Dinas Yeh Malet I Nengah Sarianta, yang dikonfirmasi Senin (19/9) pun tak menampik hal itu. Kata dia, tempat yang disebut danau cinta itu tidak terawat. Ditambah lagi danau tersebut mengalami pendangkalan, sehingga air sangat kecil. “Sedimen lumpur tinggi sehingga air surut,” ujarnya.

Baca Juga :  Larangan Mudik, Potensi Pendapatan Kapal Hilang Rp 6,4 M

Dari dulu, Sarianta menyebut, objek wisata tersebut tidak ada pengelola. Sebelum ramai dikunjungi oleh wisatawan, untuk fasilitas pelengkap yang ada disana dibuat oleh masyarakat sekitar dengan bergotong royong. Namun, kini semua fasilitas tersebut sudah tidak ada. “Inisiatif warga sekitar disana lah, membentuk rakit dia, secara swadaya,” lanjutnya.

Kala itu, sewaktu viral, kunjungan wisatawan ke tempat tersebut diakui melebihi dari 100 orang. Situasi itupun sangat berbanding terbalik saat ini. Kunjungan wisatawan sangat merosot. “Ada sedikit-sedikit cuma kita tidak rungu,” imbuhnya.

Ia pun berharap, objek Wisata Danau Yeh Malet mendapat perhatian dari pemerintah. Disamping untuk membangkitkan desa wisata, jika kembali tempat tersebut ramai dikunjungi, sudah jelas akan membangkitkan ekonomi masyarakat sekitar. “Sehingga desa wisata kita kembali bangkit. Sebenarnya kajian dari pemerintah provinsi sudah selesai,” pungkasnya. (dir)

Baca Juga :  Gerombolan Pemabuk Keroyok dan Tebas Warga di Pinggir Jalan Kuta

Most Read

Artikel Terbaru

/