26.5 C
Denpasar
Tuesday, February 7, 2023

Dua Tahun Vakum, Turis Tiongkok Mendarat Kembali di Bali

BADUNG, BALI EXPRESS – Pasca dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, Bali akhirnya kembali menerima kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok, Minggu (22/1) di Bandara Ngurah Rai Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2574, sebanyak 210 turis Tiongkok disambut dengan tari tradisional Bali dan tarian Barongsai.

Sebanyak 210 turis ini terdiri dari 193 orang dewasa, 17 anak-anak dan 2 balita. Mereka diangkut Lion Air JT-2648 jenis pesawat Boeing 737-900ER, tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pukul 10.50 Wita dari Bandar Udara Internasional Bao’an Shenzhen, Guangdong (SZX), pukul 05.50 waktu setempat.

Kedatangan turis Tiongkok ini disambut langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Prof Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Konsulat Jenderal RRT di Denpasar, Zhu Xinglong, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Made Ayu Marthini, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ditandai dengan kedatangan wisatawan Tiongkok pada 22 Januari ini, kedepannya wisatawan Tiongkok yang ke Bali akan kian bertambah sampai penghujung 2023 mendatang. Sebelumnya pada perhelatan G20 lalu, kata dia, kepada Presiden China, Xi Jinping, Koster meminta agar segera membuka border dan mengizinkan wisatawan Tiongkok berkunjung ke Bali.

“Saya perlu menyampaikan bahwa situasi normal 2019, jumlah wisatawan Tiongkok mencapai 1,2 juta orang, nomor dua dibandingkan Australia 1,3 juta orang. Bahkan sebelum 2019, wisatawan Tiongkok banyak. Semoga tahun ini akan bangkit kembali sesuatu yang kami rencanakan, momentum kebangkitan pariwisata Bali, seperti ke Bali situasi normal,” ujarnya.

Koster menyebutkan, pada tahun 2019 total sebanyak 6,3 juta wisman mengunjungi Bali. Pada 2022 tepatnya bulan Juli, kedatangan wisman terus meningkat hingga tercatat 2,2 juta orang ke Bali. “Baru 37 persen, semoga tahun ini mencapai target 4,5 juta mencapai paling tidak 70 persen dari situasi normal,” katanya. (ika/art)

 






Reporter: Rika Riyanti

BADUNG, BALI EXPRESS – Pasca dua tahun vakum karena pandemi Covid-19, Bali akhirnya kembali menerima kedatangan wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok, Minggu (22/1) di Bandara Ngurah Rai Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Bertepatan dengan Tahun Baru Imlek 2574, sebanyak 210 turis Tiongkok disambut dengan tari tradisional Bali dan tarian Barongsai.

Sebanyak 210 turis ini terdiri dari 193 orang dewasa, 17 anak-anak dan 2 balita. Mereka diangkut Lion Air JT-2648 jenis pesawat Boeing 737-900ER, tiba di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali pukul 10.50 Wita dari Bandar Udara Internasional Bao’an Shenzhen, Guangdong (SZX), pukul 05.50 waktu setempat.

Kedatangan turis Tiongkok ini disambut langsung Gubernur Bali Wayan Koster, Wakil Gubernur Bali Prof Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati (Cok Ace), Konsulat Jenderal RRT di Denpasar, Zhu Xinglong, Deputi Pemasaran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Ni Made Ayu Marthini, General Manager PT Angkasa Pura I Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, Handy Heryudhitiawan, dan sejumlah stakeholder lainnya.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Bali Wayan Koster mengatakan, ditandai dengan kedatangan wisatawan Tiongkok pada 22 Januari ini, kedepannya wisatawan Tiongkok yang ke Bali akan kian bertambah sampai penghujung 2023 mendatang. Sebelumnya pada perhelatan G20 lalu, kata dia, kepada Presiden China, Xi Jinping, Koster meminta agar segera membuka border dan mengizinkan wisatawan Tiongkok berkunjung ke Bali.

“Saya perlu menyampaikan bahwa situasi normal 2019, jumlah wisatawan Tiongkok mencapai 1,2 juta orang, nomor dua dibandingkan Australia 1,3 juta orang. Bahkan sebelum 2019, wisatawan Tiongkok banyak. Semoga tahun ini akan bangkit kembali sesuatu yang kami rencanakan, momentum kebangkitan pariwisata Bali, seperti ke Bali situasi normal,” ujarnya.

Koster menyebutkan, pada tahun 2019 total sebanyak 6,3 juta wisman mengunjungi Bali. Pada 2022 tepatnya bulan Juli, kedatangan wisman terus meningkat hingga tercatat 2,2 juta orang ke Bali. “Baru 37 persen, semoga tahun ini mencapai target 4,5 juta mencapai paling tidak 70 persen dari situasi normal,” katanya. (ika/art)

 






Reporter: Rika Riyanti

Most Read

Artikel Terbaru