28.7 C
Denpasar
Friday, December 9, 2022

Buka ITLS Summit, Gubernur Koster Beber 6 Pilar Kepariwisataan Bali

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2022, Senin (26/9) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Gubernur Bali mengajak seluruh akademisi dan pelaku pengusaha pariwisata untuk bergotong royong menata pariwisata Bali secara monumental dan komprehensif dengan melihat keseluruhan aspek, bidang, dan sektor yang berkaitan antar-pariwisata melalui 6 Pilar Kepariwisataan Bali.

Keenam Pilar Kepariwisataan Bali tersebut, kata Gubernur Bali jebolan ITB ini, yaitu berupa Kekayaan, keunikan dan keunggulan budaya Bali serta keindahan alam yang harus dijaga serius dan konsisten. Destinasi dan daya tarik pariwisata baru. Selanjutnya ekosistem alam yang bersih. Memiliki infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi dengan transportasi yang memadai. Kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, dan Tata kelola yang berdaya saing dan berpihak pada sumber daya lokal Bali.

Baca Juga :  PPDB Tahun Ini, Bali Pilih 50 Persen Jalur Zonasi

“Harus paham semua ini. Itulah kenapa saya menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan penggunaan Aksara Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” papar Wayan Koster.

Kemudian setiap hari Selasa memberlakukan penggunaan busana berbahan kain Tenun Endek Bali/kain Tenun tradisional Bali sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021. Hingga Penggunaan Busana Adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 yang sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Baca Juga :  Penggalangan Dana Bagi Pengungsi Harus Dapat Dipertangungjawabkan

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan Bali harus memiliki ekosistem alam yang bersih dengan melaksanakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Terbit pula Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik., hingga Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

“Jadi semua ekosistem alam ini harus terawat dengan baik dan bersih, supaya wisatawannya nyaman, karena yang berwisata ke Bali bawa uang, dan menjadi devisa hingga sumber Pendapatan Asli Daerah di Bali,” ujar mantan Peneliti Balitbang Depdikbud RI ini. (ade/art)

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

DENPASAR, BALI EXPRESS – Gubernur Bali, Wayan Koster secara resmi membuka International Tourism Leaders Summit (ITLS) 2022, Senin (26/9) di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya, Denpasar.

Gubernur Bali mengajak seluruh akademisi dan pelaku pengusaha pariwisata untuk bergotong royong menata pariwisata Bali secara monumental dan komprehensif dengan melihat keseluruhan aspek, bidang, dan sektor yang berkaitan antar-pariwisata melalui 6 Pilar Kepariwisataan Bali.

Keenam Pilar Kepariwisataan Bali tersebut, kata Gubernur Bali jebolan ITB ini, yaitu berupa Kekayaan, keunikan dan keunggulan budaya Bali serta keindahan alam yang harus dijaga serius dan konsisten. Destinasi dan daya tarik pariwisata baru. Selanjutnya ekosistem alam yang bersih. Memiliki infrastruktur darat, laut, dan udara secara terkoneksi dan terintegrasi dengan transportasi yang memadai. Kemudian Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dan berdaya saing, dan Tata kelola yang berdaya saing dan berpihak pada sumber daya lokal Bali.

Baca Juga :  Dikaji Terus, Kondisi Pantai Kuta Berubah, Kujungan Wisatawan Turun

“Harus paham semua ini. Itulah kenapa saya menjalankan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana menuju Bali Era Baru dengan penggunaan Aksara Bali sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 80 Tahun 2018 tentang Pelindungan dan Penggunaan Bahasa, Aksara, dan Sastra Bali serta Penyelenggaraan Bulan Bahasa Bali,” papar Wayan Koster.

Kemudian setiap hari Selasa memberlakukan penggunaan busana berbahan kain Tenun Endek Bali/kain Tenun tradisional Bali sesuai Surat Edaran Gubernur Bali Nomor 04 Tahun 2021. Hingga Penggunaan Busana Adat Bali setiap hari Kamis, Purnama, Tilem sesuai Peraturan Gubernur Bali Nomor 79 Tahun 2018 yang sejalan dengan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2019 tentang Desa Adat di Bali dan Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2020 tentang Penguatan dan Pemajuan Kebudayaan Bali.

Baca Juga :  PHRI Karangasem Akan Evaluasi Tarif Kamar Hotel

Dalam kesempatan itu, ia juga menjelaskan Bali harus memiliki ekosistem alam yang bersih dengan melaksanakan Peraturan Gubernur Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai. Peraturan Gubernur Bali Nomor 47 Tahun 2019 tentang Pengelolaan Sampah Berbasis Sumber.

Terbit pula Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 8 Tahun 2019 tentang Sistem Pertanian Organik., hingga Peraturan Gubernur Bali Nomor 24 Tahun 2020 tentang Pelindungan Danau, Mata Air, Sungai, dan Laut.

“Jadi semua ekosistem alam ini harus terawat dengan baik dan bersih, supaya wisatawannya nyaman, karena yang berwisata ke Bali bawa uang, dan menjadi devisa hingga sumber Pendapatan Asli Daerah di Bali,” ujar mantan Peneliti Balitbang Depdikbud RI ini. (ade/art)

 






Reporter: Putu Agus Adegrantika

Most Read

Artikel Terbaru

/