Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Main Ke Bedugul Tidak Saja Untuk piknik, Tapi Juga Bisa Eksplorasi biodiversitas Kunang-Kunang

IGA Kusuma Yoni • Selasa, 13 Januari 2026 | 18:47 WIB
Wisatawan antusias mengikuti Eksplorasi biodiversitas Kunang-Kunang di Kebun Raya Bedugul.
Wisatawan antusias mengikuti Eksplorasi biodiversitas Kunang-Kunang di Kebun Raya Bedugul.

BALIEXPRESS.ID- Berwisata ke Bedugul, tidak saja identik dengan kegiatan piknik keluarga, di awal tahun 2026 ini, Kebun Raya Eka Karya Bali menawarkan atraksi wisata yang menantang.

Salah satunya, adalah eksplorasi biodiversitas dengan objek utamanya yakni kunang-kunang kepada wisatawan yang berkunjung. 

Direktur Pengelola Kebun Raya Eka Karya Bali, Marga Anggrianto, menjelaskan atraksi wisata ini berlangsung di waktu peralihan dari sore menuju malam hari.

Dalam kegiatan ini, wisatawan diajak untuk melihat ribuan kunang-kunang beterbangan di tengah kegelapan malam dalam hutan di areal Kebun Raya.

“Dalam kegiatan ini, diikuti oleh sebanyak 40 orang wisatawan, termasuk juga wisatawan asing. Kami menyelenggarakan kegiatan ini di area taman tematik Panca Yadnya dan Lake View yang memang didesain untuk mengeksplor aktivitas serangga nocturnal,” jelasnya Selasa (13/1).

Terkait dengan kemunculan kunang-kunang yang melimpah di kawasan Kebun Raya Bedugul yang berlokasi di Desa Bedugul, Kecamatan Baturiti Kabupaten Tabanan ini,

Dikatakan Marga, tidak sekadar menjadikan kawasan hutan di Kebun Raya Bedugul memiliki pemandangan cantik.

Namun secara ilmiah, dijelaskannya serangga dari genus Lamprigera spp. dan Abscondita spp.

Ini semacam sensor alami yang menandakan jika kawasan tersebut bebas dari polusi, karena serangga ini hanya mau muncul di tempat dengan kualitas lingkungan prima.

“Keberadaan kunang-kunang yang masih melimpah di Kebun Raya Bali menjadi indikator bioekologis bahwa kualitas lingkungan dan vegetasi masih terjaga,” lanjutnya. 

Karena itu, diungkapkannya jika keberadaan Kebun Raya sebagai ruang konservasi hidup yang akan terus diupayakan menjadi benteng terakhir perlindungan alam di Bali.

Sehingga kawasan ini mampu menjaga kelembapan udara tetap tinggi dan suhu tetap sejuk dan menjadi habitat dari berbagai jenis satwa nocturnal termasuk kunang-kunang.

 Sementara itu, Perwakilan Nusantara Wilderness, Bella Evangelista, menyebutkan eksplorasi ini sengaja dilakukan pada zona peralihan waktu dari senja ke malam malam hari.

Supaya peserta bisa melihat langsung bagaimana ekosistem bekerja secara menyeluruh tanpa gangguan cahaya buatan yang berlebihan.

“Eksplorasi ini mengajak peserta melihat bagaimana lingkungan bekerja menjaga keseimbangan alam. Kebun Raya Bali memegang peran penting dalam perlindungan habitat serangga nokturnal itu serta pentingnya meminimalkan polusi cahaya di kawasan konservasi,” ungkapnya.

 

Editor : IGA Kusuma Yoni
#kunang-kunang #biodiversitas #bedugul #kebun raya #serangga