Mahasiswa Primakara Usulkan ESG untuk Tekan Emisi Karbon, Diundang ke Perusahaan Jepang

Rika Riyanti • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 19:55 WIB
Mahasiswa Primakara University mendapat undangan khusus dari PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW) untuk mempresentasikan gagasan sistem ESG guna mendorong keberlanjutan industri manufaktur dan menekan emisi karbon
Mahasiswa Primakara University mendapat undangan khusus dari PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW) untuk mempresentasikan gagasan sistem ESG guna mendorong keberlanjutan industri manufaktur dan menekan emisi karbon

BALIEXPRESS.ID-Gagasan mahasiswa Primakara University tentang pengelolaan keberlanjutan menarik perhatian industri manufaktur. Tim mahasiswa mendapat undangan khusus dari PT Indonesia Steel Tube Works (ISTW), perusahaan patungan Indonesia-Jepang di bidang manufaktur pipa baja, untuk memaparkan usulan sistem Environmental, Social, and Governance (ESG) di Kawasan Industri Pulo Gadung, Jakarta, Rabu (7/10/2026).

Presentasi tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Direktur ISTW, Mr. Sawada dari Jepang. Kesempatan ini membawa karya mahasiswa dari arena kompetisi menuju pembahasan bersama pimpinan perusahaan mengenai kebutuhan dan potensi penerapannya dalam industri.

Undangan bermula dari keberhasilan tim Primakara University menjadi finalis business case dalam ajang Injection 3.0 yang diselenggarakan Universitas Diponegoro. Setelah mempelajari materi yang dipaparkan dalam kompetisi, ISTW mengundang mahasiswa beserta dosen pendamping untuk menjelaskan analisis dan usulan proyek secara lebih mendalam.

Tim Primakara University terdiri atas Maria Gratiani Hardi Saputri dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis, serta I Made Gautama dan Anak Agung Gede Putu Wiradarma dari Fakultas Teknologi Informasi dan Desain. Kolaborasi lintas fakultas ini mempertemukan pemahaman bisnis dengan kemampuan teknologi untuk merancang solusi bagi kebutuhan perusahaan.

Ketiganya didampingi I Made Dwi Hita Darmawan, S.Ak., M.Sc., selaku dosen pendamping sekaligus Kepala Kemitraan, Humas, dan Internasional Primakara University.

Baca Juga: BRILink Ijay Dekatkan Bansos kepada 2.000 Warga Desa Jelapat Batola Kalsel

Dalam pemaparan tersebut, mahasiswa memperkenalkan VALUE360, usulan pengelolaan ESG berbasis sistem keberlanjutan dan traceability atau keterlacakan data. Rancangan ini menghubungkan kegiatan perusahaan dengan data pendukung, evaluasi manfaat, dan proses pengambilan keputusan.

Pada aspek lingkungan, VALUE360 mengusulkan pengukuran dan analisis konsumsi listrik untuk mengidentifikasi peluang efisiensi yang dapat membantu menekan emisi karbon. Pada aspek sosial, sistem diarahkan untuk menilai hasil program pemberdayaan dan pengembangan keterampilan. Sementara itu, aspek tata kelola diperkuat melalui penanggung jawab data, pemeriksaan bukti, dan tahapan penilaian sebelum suatu program diperluas.

Dwi Hita menyampaikan bahwa kesempatan tersebut memperlihatkan relevansi kompetensi mahasiswa dengan persoalan yang dihadapi industri.

Baca Juga: Angkat Motif Piring Antik Bali, Artnic Chopper Garapan Dwi Kusuma Unjuk Gigi di KustomFest Jogja

“Undangan khusus ini menunjukkan bahwa gagasan mahasiswa kami menarik perhatian perusahaan dan membuka kesempatan untuk dibahas lebih jauh. Bagi mahasiswa, presentasi langsung di hadapan pimpinan ISTW merupakan pengalaman berharga untuk menguji argumentasi, menerima masukan, dan memahami kebutuhan industri dari dekat,” ujarnya.

Menurutnya, keterlacakan menjadi unsur penting dalam pengembangan sistem ESG karena setiap klaim manfaat perlu memiliki dasar yang dapat diperiksa.

“Kami ingin mahasiswa terbiasa menghubungkan gagasan dengan bukti. Ketika mengusulkan efisiensi listrik, mereka harus memahami cara mengukurnya. Ketika merancang program sosial, mereka perlu melihat perubahan yang dirasakan penerima manfaat. Pendekatan ini kami dorong agar mahasiswa mampu menjadi mitra pemecahan masalah bagi industri,” tambah Darmawan.

Setelah presentasi dan diskusi, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan langsung untuk mengenal lingkungan operasional ISTW. Melalui kunjungan tersebut, mahasiswa memperoleh konteks lapangan yang dapat digunakan untuk mempertajam usulan dan memahami tantangan penerapannya.

Rektor Primakara University, Dr. I Made Artana, S.Kom., M.M., menegaskan pentingnya kolaborasi industri dalam memperkuat pengalaman belajar mahasiswa.

Baca Juga: Sepanjang 2026, Pemkab Badung Belum Hibahkan Sapi Bali

“Kami ingin mahasiswa Primakara memiliki kesempatan membawa pengetahuan dan keterampilannya untuk menjawab kebutuhan nyata. Kolaborasi dengan industri memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dari persoalan lapangan, sekaligus menghadirkan gagasan yang relevan bagi perusahaan. Pertemuan dengan ISTW menjadi kesempatan penting untuk memperluas proses pembelajaran tersebut,” ungkap Artana.

Ia menambahkan bahwa Primakara University terus mendorong hubungan dengan dunia usaha dan industri agar pembelajaran semakin dekat dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan bisnis, termasuk pengelolaan keberlanjutan.

Presentasi dan diskusi ini membuka ruang penjajakan pengembangan VALUE360 sesuai kebutuhan ISTW. Rancangan penerapan bertahap memungkinkan sistem diuji terlebih dahulu dan dipertimbangkan untuk diperluas ke lokasi operasional lainnya berdasarkan kesiapan serta hasil evaluasi.

Bagi Primakara University, kesempatan tersebut memperkuat arah kolaborasi kampus dengan industri. Prestasi kompetisi menjadi pintu masuk bagi mahasiswa untuk menunjukkan kemampuan analisis, mengembangkan solusi berbasis teknologi, dan membangun pengalaman profesional melalui interaksi langsung dengan perusahaan. (ika)

Editor : I Putu Mardika
Primakara University