Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tak Bisa Buang Air Besar Selama Tiga Hari, Ternyata Tak Punya Anus

I Putu Suyatra • Minggu, 23 Juli 2017 | 05:37 WIB
Photo
Photo

BALI EXPRESS, SINGARAJA - Bayi yang lahir secara sehat dan normal tentunya menjadi dambaan setiap orang tua. Namun nasib baik nampaknya belum berpihak pada pasutri Kadek Kirta Yasa, 20, dengan Wayan Tami Putri Yani, 19, warga Banjar Dinas Kelandis, Desa Pakisan, Kecamatan Kubutambahan. Mereka harus menerima kenyataan pahit, lantaran putri keduanya terlahir dengan kondisi tanpa anus.


Awalnya Wayan Tami begitu gembira setelah kelahiran buah hatinya yang kedua ini. Putrinya ini lahir pada Minggu lalu (16/7), di salah satu Bidan Desa, di Desa Pakisan, dengan persalinan secara normal. Bahkan bidan yang menangani persalinannya itu pun tidak mengetahui jika ada kelainan pada tubuh bayi mungil itu.


Namun berselang tiga hari kemudian pasca persalinan, Tami mulai curiga lantaran perut buah hatinya semakin membesar. Bahkan sejak dilahirkan, putrinya sama sekali belum pernah buang air besar. “Sudah tiga hari tidak pernah buang air besar. Perut anak saya juga semakin membesar. Ternyata setelah dicek tidak ada anusnya,” ujar Tami, kepada Bali Express (Jawa Pos Group) di RSUD Buleleng, Kamis (20/7) kemarin.


Dikatakan Tami, setelah mengetahui kondisi anaknya yang tak wajar itu, Rabu lalu (19/7) pihaknya lantas mengajak suaminya Kade Kirta Yasa untuk bergegas menuju RSUD Buleleng. Sesampainya di sana, bayinya langsung mendapat penanganan dari tim medis. Bahkan Rabu malam tim medis langsung melakukan tindakan operasi terhadap sang bayi untuk membuatkan lubang sementara di bagian perutnya, sehingga sang bayi bisa buang air besar.


Diakui Tami, dirinya merasa sedikit lega setelah sang buah hati dioperasi. Namun masalah lain yang sangat mengganjal pikirannya yakni biaya operasi yang lumayan besar, hingga puluhan juta rupiah. Tentu saja biaya sebesar itu tak mungkin bisa dipenuhi lantaran suaminya hanya bekerja sebagai buruh serabutan.


Jangankan menggunakan jaminan BPJS, KTP dan kartu KK (Kartu Keluarga) pun belum ia kantongi karena tidak diurus sebelumnya. “Saya sempat dibuat bingung, darimana dapat uang sebanyak itu untuk mebayar biaya operasi. Karena kalau menggunakan jaminan BPJS, saya belum punya KTP dan KK untuk dasar pembuatan,” keluhnya.


Beruntung, Kepala Dinas Sosial Gede Komang yang mendapat informasi jika ada bayi lahir dalam kondisi tanpa anus, Kamis kemarin (20/7) langsung bergerak cepat menuju RSUD Buleleng, menemui Tami. Bahkan kedatangan Gede Komang langsung membawa angin segar bagi Tami lantaran dirinya dibantu dibuatkan Kartu JKN KIS, sehingga dijadikan jaminan untuk pelayanan medis. Tak hanya itu, Gede Komang juga membantu memfasilitasi pasutri ini untuk mendapatkan KK dan KTP di Disdukcapil Buleleng.


“Langkah pertama saya langsung bantu urus KK dan KTP di Disdukcapil. Kebetulan keluarga ini merupakan KK miskin, dan mereka punya hak untuk mendapatkan JKN KIS. Dan saya akan dokumentasikan agar secepatnya diurus sehingga bisa mendapat penanganan. Dipastikan pula jika seluruh biaya rumah sakit dari KK miskin ini akan ditanggung JKN KIS,” tegasnya.


Sementara itu Direktur Utama RSUD Buleleng, dr.Nyoman Wiartana mengatakan jika bayi malang tersebut langsung diambil tindakan berupa operasi kolostomi untuk membuat saluran feces (kotoran, Red).


“Kami langsung melakukan operasi kolostomi untuk membuat saluran sementara di perut melalui lubang kolostomi. Rencananya bayi ini dirawat sekitar 10 hari hingga dua minggu mendatang sampai kondisinya benar-benar pulih,” jelasnya.


Ditambahkan Wiartana jika bayi tersebut bisa dibuatkan anus secara permannen sekitar enam bulan lagi dan bisa ditangani di RSUD Buleleng.


“Nanti bisa ditangani di RSUD Buleleng untuk pembuatan anus secara permanen. Kita punya dokter spesialis menangani itu, namanya dokter Cok Parta,” tutupnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#buleleng