Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Bali Terjunkan 2124 Personil

I Putu Suyatra • Rabu, 20 Desember 2017 | 22:05 WIB
Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Bali Terjunkan 2124 Personil
Amankan Natal dan Tahun Baru, Polda Bali Terjunkan 2124 Personil

BALI EXPRESS, DENPASAR -  Polda Bali akan menerjunkan 2.124 personel untuk mengamankan perayaan Hari Raya Natal 2017 dan Tahun Baru 2018 (Nataru) mendatang. Pengamanan tersebut dimaksimalkan secara penuh terutama di setiap gereja dan tempat - tempat keramaian di seluruh wilayah Bali.


"Sasarannya, semua gereja akan kami amankan," ungkap Kapolda Bali Irjen Pol Petrus Reinhard Golose usai memimpin Apel pasukan di Lapangan Niti Mandala Renon Senin (18/12) pagi.


Pihaknya menjelaskan, situasi Bali sejauh ini sangat kondusif. Terkait dengan ancaman menjelang pergantian tahun baru disampaikannya tidak ada ancaman yang signifikan. Sementara untuk waktu pengamanan Nataru akan di-declare bersama dengan Kapolri.


"Ancaman yang signifikan tidak ada. Tetapi potensi seperti yang saya sampaikan tadi. Silahkan bagi masyarakat Indonesia atau turis lokal yang ingin ke Bali. Kami jamin keamanannya dan kami akan all out. Seluruh gereja akan diamankan, baik melibatkan dari intelejen," terangnya.


Meskipun dikatakan kondusif, pengamanan tetap dilakukan mengingat Bali akan menjadi tuan rumah Annual Meeting World Bank dan IMF yang akan menjadi pagelaran agung di Bali tahun depan. Selain itu Kapolda menyebutkan, kegiatan tersebut juga untuk memberikan keyakinan bahwa pihaknya beserta jajaran dibantu para pejabat utama bisa dan siap menghadapi 2018 yang merupakan tahun politik.


"Saya rasakan perlu saya lakukan apel kesiapsiagaan untuk Sabhara. Mulai sekarang kami juga persiapkan melakukan pengamanan IMF dan World Bank. Sebenarnya masih tahun depan tetapi kegiatan - kegiatan yang akan mengantar Bangsa Indonesia ini lebih maju itu kaitan dengan Annual Meeting ini. Karena pelaku pasar keuangan akan datang ke Indonesia," terangnya.


Kapolda menambahkan, pihaknya sendiri telah ikut rapat di Washington DC Oktober lalu. Kemudian nantinya Februari mendatang akan ada kunjungan dari pihak bersangkutan ke Bali. "Dan juga nanti ada Sprint Meeting sehingga kita di Bali harus benar - benar siap. Yang paling penting kita melaksanakan pilkada pada tahun 2018. Sehingga saya melakukan kegiatan ini untuk mengecek," ungkapnya.


"Para kasatwil saya tekankan. Para kapolres agar turun langsung ke lapangan. Rasakan bau keringat dari anak buahmu. Jangan hanya di belakang meja. Laksanakan pelatihan yang sungguh- sungguh baik teknis maupun taktis. Berikan petunjuk yang jelas dalam menangani berbagai permasalahan. Apalagi kebijakan kebijakan oleh pimpinan polri. Sehingga kita bisa mencegah tindakan yang kontra produktif atau pelanggaran," tegasnya.


Sementara dari hasil perbandingan pelanggaran tahun 2016 dan 2017 disampaikan yang biasanya agak meningkat untuk jajaran Dit Sabhara tahun ini dapat dibanggakan. Pada kesempatan tersebut pihaknya juga menegaskan, situasi Bali saat ini aman dari erupsi Gunung Agung. Daerah rawan bahaya erupsi Gunung Agung sesunggunya hanya 10 kilometer yang merupakan KRB III, bukan untuk Bali seluruhnya.
 "Setelah saya hadir langsung mengikuti rapat dengan Menteri ESDM dan Menko Maritim, disampaikan daerah rawan awas hanya sampai radius 10 kilometer. Jadi, hanya 10 kilometer, bukan rawan seluruh Bali," tegasnya.


Pihaknya meminta kepada semua pihak untuk tidak menyebarkan isu - isu yang tidak benar tentang situasi Bali. Sebab, denyut nadi perekonomian Bali adalah sektor Pariwisata. "Hidup di Bali hanya andalkan pariwisata. Jangan sebarkan isu yang tidak benar. Saya sendiri naik sampai ke puncak Gunung Agung lihat dengan mata kepala saya sendiri, belum ada erupsi magmatik. Jadi, Bali ini masih aman untuk dikunjungi," tandasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#nataru