BALI EXPRESS, TABANAN – Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti Jumat (12/1) me-launching e-Warong (warung gotong royong) di Banjar Umadiwang, Desa Batannyuh, Kecamatan Marga. Merupakan program Kementrian Soisal (Kemensos) untuk mengentaskan kemiskinan masyarakat.
Warga berbelanja di e-Warong menggunakan kartu sejenis ATM yang disebut Kartu Kombo. Warga penerima Kartu Kombo juga tidak sembarangan, karena yang berhak menerima Kartu Kombo yakni Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang masuk dalam kategori warga kurang mampu.
Program juga terwujud atas sinergi Program Keluarga Harapan (PKH) dengan program Kelompok Usaha Bersama (KUBE). Hanya saja, penggunaan Kartu Kombo harus lebih giat disosialisasikan. Karena tak sedikit KPM yang belum paham betul akan cara penggunaan Kartu Kombo tersebut. Atau bahkan menilainya terlalu ‘ribet’.
Salah satu warga KPM, Ni Made Wartini, asal Banjar Umadiwang Kangin, Desa Batanyuh, Kecamatan Marga, Tabanan, mengatakan, meskipun diluncurkan Jumat (12/1), ia mengaku belum paham akan cara penggunaan Kartu Kombo tersebut. “Ya saya belum mengerti, bagaimana cara pakainya,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tabanan, I Nyoman Gede Gunawan menjelaskan, e-warong di Tabanan tepatnya di Banjar Umadiwang merupakan program anyar. Sehingga wajar jika warga belum memahami cara penggunaannya. Karena seiring dengan diluncurkannya program tersebut, maka pihaknya akan lebih rutin melakukan sosialisasi. Serta nantinya KPM akan didampingi PKH.
“Ini kan program baru, sebenarnya sosialisasi sudah kita lakukan diawal, tetapi selanjutnya kita akan giatkan lagi, dan warga akan selalu didampingi dan dirahkan oleh PKH sampai paham,” papar Gunawan.
Di Tabanan akan ada 12 titik e-warong yang tersebar di 10 Kecamatan. Masing-masing Kecamatan terdapat 1 e-warong kecuali Kediri dan Pupuan yang memiliki 2 e-warong. Dan di Tabanan penerima kartu kombo terdata sebanyak 6.542 yang nantinya dapat berkembang menjadi 17.308 karena ada penerima rastra yang juga mendapat kartu kombo.
Tujuan dari penerapan e-Warong ini, kata Gunawang tidak lain dalah untuk mempermudah penyaluran dana bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). “Program ini riil dalam membantu menyalurkan dana non tunai agar tepat sasaran agar dana yang diterima tidak disalah gunakan,” tegasnya.
Adapun tata cara penggunaan kartu kombo tersebut adalah, warga KPM akan berbelanja di e-Warong menggunakan kartu kombo dengan cara digesek layaknya kartu debit atau kredit. Dimana saldo dalam kartu kombo tersebut berasal dari dana yang didapatkan dari pusat sebesar Rp 110 ribu perbulan. “Jadi nanti warga berbelanja ke warung yang sudah diajak bekerjasama oleh Dinas Sosial dan punya alat gesek. Mereka pun hanya bisa membeli kebutuhan pokok saja seperti gula, beras, telor, mie dan minyak goreng, diluar itu tidak akan dilayani,” sambungnya.
Sementara itu Bupati Tabanan Ni Putu Eka Wiryastuti, menyarankan KPM untuk membuat PIN kartu kombo yang mudah diingat. Sehingga warga tidak merasa kesulitan dalam penggunaannya. “PIN jangan dibuat ribet, tolong dibuat agar mudah diingat masyarakat,” imbaunya.
Editor : I Putu Suyatra