Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Tiap Desa di Badung Dicanangkan Punya Produk Unggulan

I Putu Suyatra • Sabtu, 3 Februari 2018 | 15:47 WIB
Tiap Desa di Badung Dicanangkan Punya Produk Unggulan
Tiap Desa di Badung Dicanangkan Punya Produk Unggulan

BALI EXPRESS, MANGUPURA - Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Badung mencanangkan program pengembangan dan inovasi produk di setiap desa dan kelurahan. Diharapkan nantinya akan selalu berkembang produk baru yang juga dapat menciptakan pasar baru. Untuk itu, Dekranasda bersama Pemkab Badung telah melakukan pelatihan-pelatihan kepada perajin di Badung seperti pelatihan perajin tenun, perak, termasuk pelatihan anyaman sehingga perajin dapat mengembangan inovasi dan variasi produk yang dihasilkan.


Menurut Ketua Dekranasda Badung, Seniasih Giri Prasta, pihaknya berkomitmen membangkitkan sektor kerajinan. “Kami Dekranasda Badung akan terus berupaya membangkitkan sektor kerajinan di badung dan berharap sektor pariwisata dapat selalu bersinergi dengan sektor kerajinan,” ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Dekranasda, Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinnaker) dengan Perajin Badung di Puspem Badung, Jumat kemarin (2/1).


Dekranasda juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Perinnaker yang telah mencarikan solusi mengenai pemasaran dari hasil produksi perajin badung. “Saat ini telah dapat dipasarkan di Bandara Ngurah Rai, pasar tradisional termasuk akses-akses pariwisata di Badung,” tambahnya. Diharapkan ke depan UKM di Badung yang berjumlah 1.230 UKM dapat dikembangkan dan Pemkab Badung bersama Dekranasda akan siap memfasilitasi dari segi permodalan, pemasaran, mengajak pameran, demi kebangkitan UKM di Badung,” urai Seniasih.


Sementara itu, Kadis Perinnaker Badung, Ida Bagus Oka Dirga mengatakan, melalui rapat koordinasi ini, Dekranasda Badung menginginkan adanya sebuah produk unggulan di setiap desa yang berjumlah 62 desa/kelurahan di Badung. Untuk itu Tim dari Disperinnaker akan turun ke lapangan untuk memberikan pendampingan sehingga produk unggulan tersebut akan menjadi ikon masing-masing desa. Ikon di beberapa desa sudah ada seperti kerajinan kain endek di Desa Getasan, kerajinan patung kayu di JAS (Jagapati, Angantaka, Sedang), di Mengwi dengan kerajinan payung/tedung.


Di samping itu, tahun 2018 ini juga dilaksanakan pembinaan Industri Kecil Menengah (IKM) dengan menyasar 300 pelaku IKM selama setahun, serta kegiatan temu usaha dengan mempertemukan 60 pelaku usaha IKM dalam upaya menjalin kerjasama pelaku usaha dengan stakeholder pada bulan ini. Pemerintah juga akan membantu promosi dan pemasaran produk melalui pameran dalam negeri dan luar negeri. Termasuk kerjasama promosi dan pemasaran dengan Bandara Ngurah Rai, Koperasi Bina Sejahtera serta dengan Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. 

Editor : I Putu Suyatra