Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Keindahan Tujuh Warna Pelangi di Panggung Ksirarnawa

I Putu Suyatra • Selasa, 27 Maret 2018 | 16:46 WIB
Keindahan Tujuh Warna Pelangi di Panggung Ksirarnawa
Keindahan Tujuh Warna Pelangi di Panggung Ksirarnawa

BALI EXPRESS, DENPASAR – Cahaya warna lampu secara silih berganti seperti pelangi menyelimuti ruangan. Terdengar pula lantunan hermoni entik Bali seolah menghipnotis penonton yang hadir pada pementasan komposer komunitas seni gamelan.


Komposer Sanggar Taksu Agung Putu Diodore Adibawa menuturkan bahwa itu sebuah terobosan yang ia ciptakan bersama komposer Komunitas Seni Gamelan Pesel Denpasar, I Wayan Ari Wirawan. Ide yang datang dari hasil makan bersama hingga menciptakan karya seni dengan keindahan luar biasa. Terinspirasi dari tujuh warna indah yang diberikan pelangi maka lahirlah karya seni gamelan kontemporer tujuh warna.


“Di sana berawal dari pelangi dan warna pelangi memang indah lalu dari situ kita memilki konsep tujuh warna pelangi tersebut,” papar Diodore di Gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar, Minggu (25/3).


Pada kesempatan tersebut keindahan tujuh warna dalam alunan musik gamelan kontemporer itu juga dinikmati penonton tua hingga muda yang memenuhi gedung. Tak heran sebagian penonton sangat mengagumi keindahan tujuh warna pelangi dalam gamelan kontemporer bertajuk Warna Tujuh. Mereka nampak kagum karena lantunan musik yang mengalun dari setiap elemen suara. Terlebih menggunakan alat khas kebudayaan Bali itu menjadi satu padu yang harmoni.


Salah stau penikmat musik, I Made Mahottama Warmasuta mengungkapkan bahwa suasana baru yang ditampilkan dari pihak Denpasar dan Badung dalam kolaborasi  tersebut sangat memukau dirinya. “Mereka berkolaborasi dengan menggabungkan beberapa konsep kesenian berupa kontemporer, yaitu termasuk hal yang baru,” tandas pemuda 16 tahun tersebut.


Hal serupa juga diungkapkan I Wayan Srutha Wiguna, selaku penabuh, dirinya merasa sangat senang sekaligus bangga.  Karena mendapat kesempatan untuk tampil kembali pada ajang besar, yakni Bali Mandara Nawanatya III. Penampilan yang memukau penonton dari para penabuhnya sejak awal hingga akhir ini di luar ekspetasi.  Kedua komposer yang berkolaborasi dalam menciptakan konsep Tujuh Warna. “Melihat penampilan yang tadi itu sangat di luar dari yang diperkirakan, bisa melebihi dugaan kita,” terangnya. 

Editor : I Putu Suyatra