BALI EXPRESS, TABANAN - Merupakan suatu kebanggan jika berhasil meraih nilai tertinggi dalam UN, begitu lah kiranya yang dirasakan Ida Ayu Kade Dwi Uthary, siswi SMKN 1 Tabanan yang berhasil meraih nilai UN SMK tertinggi di Bali.
Nilai yang berhasil diraih dara cantik ini nyaris sempurna yakni dengan jumlah 379,00, dimana Bahasa Indonesia 90,0, Bahasa Inggris 94,0, Matematika 97,5 dan Kompotensi Kejuruan 97,5.
Ditemui di SMKN 1 Tabanan Rabu (2/5), remaja jurusan Akuntasi, ini mengaku masih tak percaya atas pencapaian yang ia raih. Karena sejak awal dirinya tidak memiliki ambisi untuk memperoleh nilai tinggi, namun tetap menyiapkan UN dengan maksimal. “Saya kaget dan tidak percaya karena banyak saingan juga, bahkan sempat nangis juga tadi,” ungkap remaja asal Banjar Bandung, Desa Pandak Bandung, Kecamatan Kediri, Tabanan tersebut.
Uthary pun mengaku tidak memiliki strategis khusus, namun ia mempersiapkan diri dengan belajar yang optimal. “Malamnya saya pasti belajar, dan paginya sebelum ujian kalau ada waktu saya belajar juga," lanjutnya sembari mengatakan jika sempat mengikuti beberapa lomba tingkat provinsi dan kabupaten ini.
Putri kedua pasangan dari Ida Bagus Ketut Manuaba dan Ida Ayu Kade Nuasih ini pun menambahkan jika soal UN yang didapatkan terbilang gampang-gampang susah, terutama mata pelajar Matematika. Namun dengan bekal persiapan belajar yang matang soal-soal itu bisa ia selesaikan dengan baik. “Malahan yang sulit itu Bahasa Indonesia karena jawaban hampir sama apalagi soal menentukkan inti pokok kalimat,” sambungnya.
Dan dengan pencapaiannya tersebut, ia mengaku bersyukur kepada Tuhan, karena sudah bisa membawa nama baik sekolah serta membuat bangga orang tua. Bahkan ia mengaku tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata. Siswi yang hoby bernyanyi dan menggemari pelajar Matematika dan Akutansi ini juga mengatakan jika akan akan melanjutkan pendidikannya ke Polteknik Bali dengan mengambil jurusan Akuntasi. “Saya memang senang hitung -menghitung, karena cita-cita saya nanti ingin kerja di kantoran seperti bank atau di keuangan daerah ,” tegasnya.
Sementara itu Kepala SMKN 1 Tabanan I Wayan Sudarsana juga mengaku tak menyangka jika nilai UN tertinggi akan diraih oleh salah seorang siswanya. Mengingat sejak menjadi guru di tahun 1992 hingga menjadi Kepala Sekolah, baru kali ini prestasi itu diraih oleh siswi SMKN 1 Tabanan. “Ini prestasi bersejarah buat kami, dan kami sangat bangga,” ujarnya.
Padahal menurutnya, ia tidak pernah mewanti-wanti seluruh siswanya untuk mendapatkan nilai UN tertinggi, namun hanya menekankan agar para siswa belajar dengan baik sehingga memperoleh nilai UN yang bagus. Dan berkat pencapian siswinya tersebut, maka hal itu akan menjadi motivasi kepada anak didik kelas X dan XI agar bisa mempertahankan prestasi itu tahun depan. “Dan kami selalu menekankan pembelajaran yang jujur, ketika jujur celah siswa dalam menyontek pada saat ujian itu tidak ada. Apalagi di SMKN 1 Tabanan untuk ulangan semester sampai ujian sekolah menggunakan sistem komputer," tandasnya.
Selain siswi SMKN 1 Tabanan ini, posisi nilai UN tertinggi kedua di Bali diraih oleh siswi SMKN 1 Negara I Made Oka Susana dengan jumlah 378,00 dan posisi ketiga diraih oleh siswk SMKN 2 Denpasar Kadek Reni Puspawati dengan jumlah 377,50.
Editor : I Putu Suyatra