Pekak Dibia Belum Ditemukan, Tim Gabungan Perluas Radius Pencarian di Gunung Batukaru

BALIEXPRESS.ID- Pencarian terhadap Made Dibia,84, lansia asal Banjar Sigaran, Desa Jegu, Kecamatan Penebel, Tabanan yang dilaporkan hilang saat menuruni Gunung Batukaru pada hari Sabtu lalu (25/4/2026), masih berlanjut.
Kapolsek Selemadeg, Kompol I Made Subadi, menyatakan proses pencarian terhadap Pekak Dadia kembali dilanjutkan pada Selasa (28/4/2026).
Titik pencarian di sekitar titik jalur pendakian tempat Pekak Dadia dilaporkan hilang.
Baca Juga: The Colombo Plan Drug Advisory Program Digelar di Bali, 50 Delegasi Bahas Ancaman Narkotika Global
“Pencarian saat ini memasuki hari ketiga, sebelumnya pada Senin sore proses pencarian dihentikan karena hari sudah gelap, selanjutnya proses pencarian dilanjutkan pada Selasa pagi hingga sore,” jelasnya.
Titik fokus pencarian mengalami pergeseran fokus jalur. Tim Basarnas direncanakan beralih melalui jalur Wongaya Gede, Penebel.
Sementara itu, relawan warga Desa Wanagiri tetap akan disiagakan untuk menyisir jalur bawah di wilayah Sarinbuana demi memperluas radius pencarian.
“Pergeseran tiitik pencarian ini kami lakukan sebagai upaya antisipasi adanya kemungkinan korban salah arah saat turun gunung,” lanjutnya.
Selain proses pencarian dengan melibatkan tim dari Basarnas, kepolisian/TNI, serta masyarakat, Subadi mengatakan jika pihak keluarga juga sudah melakukan pencarian dengan upaya niskala sesuai dengan kepercayaan.
Adapun jumlah personel yang diturunkan dalam proses pencarian ini sebanyak Tim 32 personel yang terdiri dari SAR Brimob, Basarnas, BPBD Tabanan, Polsek Selemadeg, dan relawan
“Untuk memperluas jangkauan pencarian, kami membagi petugas gabungan menjadi dua kelompok untuk menyisir arah timur dan barat lereng gunung Batukaru sesuai dengan jalur yang tersedia,” tambahnya.


