Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Ini Penjelasan Polda Bali Soal Wanita Bercadar yang Viral di Medsos

I Putu Suyatra • Selasa, 15 Mei 2018 | 03:21 WIB
Ini Penjelasan Polda Bali Soal Wanita Bercadar yang Viral di Medsos
Ini Penjelasan Polda Bali Soal Wanita Bercadar yang Viral di Medsos

BALI EXPRESS, DENPASAR - Tingkat kewaspadaan masyarakat Denpasar khususnya terhadap keberadaan orang – orang mencurigakan memang telah meningkat. Ini sebagai efek dari kejadian bom bunuh diri yang terjadi 2 hari berturut –turut di wilayah Jawa Timur. Pada Senin pagi (14/5) telah dilaporkan kecurigaan terhadap seorang wanita bercadar yang sempat tertangkap sedang duduk memangku anaknya. Di sampingnya juga anak kecil. Wanita tersebut diketahui baru sebulan tinggal di Jalan Gunung Batur gang Carik III.


Terkait pemeriksaan wanita tersebut Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Hengky Widjaja menyampaikan bahwa hasil introgasi kepada wanita bercadar yang tidak disebutkan namanya ini tidak terbukti. Karena minimnya bukti kecurigaan, lantas petugas kemudian melepasnya kembali.


“Mereka hanya duduk - duduk saja. Makan snack dengan anaknya duduk di situ. Kemudian mau santai. Tidak ada aktifitas yang mencurigakan,” tegasnya pada Senin (14/5).


Pihaknya menganggap memang wajar jika saat ini masyarakat menjadi sangat waspada dan memberikan informasi kepada pihak kepolisian terkait orang – orang yang dicurigai. Namun tidak semua yang dilaporkan oleh masyarakt itu benar atau mengancam keamamam. 


Dalam kesempatan ini, Hengky juga menyampaikan klarifikasi terkait kabar penyisiran hingga menyebabkan penutupan di beberapa ruas Jalan WR. Supratman selama lebih kurang satu jam pada Senin pagi. Menurutnya tidak ada petugas yang melakukan penyisiran terhadap orang yang dicurigai.


“Kami coba saja buka tutup jalan seandainya ada kondisi meningkat misalnya seperti itu. Seperti apa nantinya. Dari pada dialihkan lebih susah lagi masyarakat lebih baik begitu. Jadi tidak ada kaitannya dengan penyisiran perempuan bercadar itu. Kaitannya dengan kejadian di Surabaya,” jelasnya.


Pun, pihaknya juga menampik kabar adanya jaringan teroris asal Jawa Tengan dan Bima yang telah masuk ke Bali. Hengky meminta agak amsyarakat lebih bijak menyikapi berita tersebut. “Sampai sekarang belum ada. Namun kami tetap harus waspada,” terangnya.


Polda Bali sendiri juga telah meningkatkan kewaspadaan dengan berbagai upaya antisipasi diantaranya meningkatkan siaga dengan penambahan personil 2/3 dari seluruh kekuatan Polda Bali  yang diturunkan ke lapangan. Kemudian meningkatkan aktifitas pengamanan daerah - daerah keluar masuk Bali yang sudah dilakukan 24 jam. Serta meningkatkan patrol diobyek - obyek vital seperti pariwisa dan konsulat.


“Apabila membahayakat jiwa masyarakat atau petugas lakukan tindakan secara tegas, keras, terukur. Perintah kapolda jangan minta petunjuk lagi seperti itu lakukan diskresi kepolisian,” tegasnya.


Terkait upaya tersebut Hengky menyampaikan hanya meninggkatkan kewaspadaan. Terutama sejak ditetapkannya Siaga I, untuk melakukan pencegahan lebih dini.  Jadi setiap orang yang melakukan aktifitas mencurigakan akan didatangi dan ditanya. Jika tidak ada bukti ke pidana tentunya akan dilepas.


“Seperti yang disampaikan Kapolri sel tidur itu banyak.  Itu akan ditindak lanjuti. Perintah beliau akan bekerja sama dengan densus,” ujarnya.


Sebelumnya pada Senin (14/5) pukul 13.30 wita, Bhabinkamtibmas beserta anggota Densus 88, Pecalang dan Linmas sempat melakukan pemeriksaan terhadap wanita bercadar yang berboncengan dengan laki – laki berjenggot tebal menggunakan sepeda motor Vario nopol DK 3520 IC di Jalan Pendidikan Gang Sastra nomor 15 A. Sebelumnya pasutri tersebut telah dibuntuti oleh petugas. Untuk memastikan identitas mereka, petugas kemudian memeriksa identitasnya, dan masing –masing diketahui bernama Wahyudi dan Susilawati.


Setelah itu keduanya diintrogasi, keduanya mengaku bahwa sudah satu bulan tinggal di tempat tersebut dan dikaruniai 4 orang anak. Susilowati mengaku bahwa dirinya tinggal bersama dengan keluarga dan orang tuanya. Dan identitasnya pun tercatat di Desa Sidakarya.


Sementara itu pengakuan Wahyudi bahwa juga tinggal di lokasi yang sama. Wahyudi sendiri bekerja sebagai sopir pribadi di Jalan Kalimantan.


“Ternyata Wahyudi dan bosnya yang merupakan penjual emas kenal baik dengan Kanit Teror Densus 88 Kompol Trijoko dan sering main buku tangkis,” terang sumber. Sehingga dengan adanya hasil intrograsi tersebut dan kecurigaan tidak terbukti, akhirnya keduanya dilepas. 

Editor : I Putu Suyatra
#denpasar