Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lima Tuna Rungu Tiba di Tabanan

I Putu Suyatra • Sabtu, 8 September 2018 | 04:22 WIB
Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lima Tuna Rungu Tiba di Tabanan
Jalan Kaki Keliling Indonesia, Lima Tuna Rungu Tiba di Tabanan

BALI EXPRESS, TABANAN - Lima orang pejalan kaki penyandang disabelitas (tuna rungu) yang memiliki misi keliling Indonesia mengunjungi Kantor KPU Tabanan di Jalan Jendral Sudirman, Dangin Carik, Tabanan, Jumat (7/9).


Kelima penyandang disabilitas tersebut berasal dari Surabaya Jawa Timur, mereka adalah  yakni Helman Kamal Husin, 59, Putu Soebagio, 43, Anis Permatasari, 45, Djupri, 43, dan M Fahmi Renata Juliarso , 45, diterima langsung oleh Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni.


Helman Kamal Husin menjelaskan bahwa mereka adalah anggota  komunitas Gerakin (Gerakan Kesejahteraan Tuna Rungu Indonesia) Jawa Timur di Surabaya. “Tujuan kami berjalan kaki dari Surabaya ke Bali adalah melakukan pejelajahan dan petualangan bertemu dengan Bupati, Walikota, dan Gubernur di Bali,” paparnya.


Selain bersama rombonganya ia juga ingin bertemu dengan Kapolres dan Dandim yang ada di setiap kabupaten di Bali. Ia mengaku sampai di Pulau Bali lima hari lalu dan pertama-tama di Kantor Bupati Jembrana. Namun ia gagal bertemu dengan Bupati Jembrana I Putu Artha karena dikatakan sedang berada di Jakarta.


 


Setelah dari Jembrana, rombongan asal Surabaya ini kemudian melanjutkan perjalanan ke Tabanan dan langsung  menuju Kantor Bupati Tabanan. Namun lagi lagi gagal bertemu dengan Bupati Tabanan karena Bupati sedang berada di Jakarta. “Kami ingin bertemu dengan Ibu Bupati, tetapi dikatakan Bupati sedang berada di luar daerah,” jelasnya.


 


Karena tak dapat bertemu Bupati Tabanan, akhirnya mereka melanjutkan perjalanan menuju Denpasar dan berkeliling seluruh Kabupaten yang ada di Bali. “Kami juga ingin bertemu Gubernur Bali, Kapolda Bali dan Pangdam,” lanjutnya.


 


Pada kesempatan itu juga ia membawa berbagai dukumen perjalanannya yang sempat mengelilingi Indonesia pada tahun 2013 silam. Bahkan memperlihatkan serfitikat bukti telah tiba di Nol Kilometer Wilayah Indonesia pada tahun 2016 dari Walikota Sabang Zulkifli H Adam. Sertifikat itu ditunjukan oleh Anies Permatasari. Selain itu kliping berita-berita tentang perjalanan keliling Indonesia serta bersama foto-foto pejabat pemerintah daerah yang dikunjungi juga diperlihatkan. “Dulu saya keliling Indonesia hanya berdua saja dengan Anies Permatasari,” akunya.


 


Sedangkan tiga rekanya yakni Putu Soebagio, Djupri dan M Fahmi Renata Juliarso baru ikut misi tersebut saat ini dari Surabaya menuju Bali.


 


Husin mengatakan selama perjalanan ia bersama empat rekanya terpaksa bermalam di toko-toko modern yang  dijumpai dalam perjalanan. “Karena keterbatasan bekal, maka kami bermalam di toko toko modern yang kebanyakan buka 24 jam,” imbuhnya.


 


Untuk di Tabanan ia bermalam di depan toko modern yang berada di Jalan Bypass Soekarno yang buka 24 jam. Bahkan untuk sekedar mandi dan cuci muka  mereka numpang di toko modern tersebut.


 


Sementara itu Ketua KPU Tabanan Luh Darayoni mengatakan menerima dengan terbuka kelima pejalan kaki disabilitas asal Surabaya tersebut. “Sampai disini kami jamu makan siang,” ungkapnya.


 


Ia pun salut atas semangat para pejalan kaki tersebut yang ingin keliling Indonesia. “Semangatnya yang perlu ditiru. Meski memiliki keterbatasan fisik namum mereka punya spirit yang kuat dan tanpa menyerah,” tandasnya. 

Editor : I Putu Suyatra
#tabanan