Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Nyepi 1941, 11 Bayi Lahir di RSUD Sanjiwani

I Putu Suyatra • Sabtu, 9 Maret 2019 | 00:27 WIB
Nyepi 1941, 11 Bayi Lahir di RSUD Sanjiwani
Nyepi 1941, 11 Bayi Lahir di RSUD Sanjiwani


BALI EXPRESS, GIANYAR - Pelaksanaan hari suci Nyepi tahun baru caka 1941 di RSUD Sanjiwani sebanyak 11 bayi yang lahir. Belasan bayi tersebut lahir secara normal. Hal itu terungkap saat Bali Express (Jawa Pos Group) mengkonfirmasi Humas RSUD Sanjiwani, IB Punarbhawa, Jumat (8/3).


 


Ia mengaku proses persalinan saat pelaksanaan hari suci Nyepi berlangsung sejal pagi hingga malam hari. Saat malam pengrupukan ia dijelaskan juga terdapat empat bayi yang lahir. “Semuanya lahir normal, dan mereka datang semua saat penyepian yang dikawal langsung oleh pecalang,” paparnya.


 


Saat ditemui salah satu pasien yang melahirkan saat nyepi, Siti Aminah warga yang berasal dari Desa Sidan, Gianyar mengaku menjadi kenangan manis. Pasalnya saat melahirkan tepat suasana hening dan sepi. Sebelumnya ia mengaku tahan pada sakit perutanya, namun kian mulas dan mengharuskan suaminya, Wayan Suteja meminjam mobil pick up terbuka di tetangganya sehingga menghantarkan ia ke rumah sakit.


 


“Perut saya terasa sakit mulai jam 20.00. Tetapi masih saya tahan, dan beberapa jam kemudian rasanya seperti sudah pecah ketuban akhirnya berangkat kesini. Lahirnya pas tengah malam, sekitar pukul 00.10,” paparnya.


 


Dalam kesempatan itu ia menunjukkan bayi perempuannya yang belum diberi nama. Ia juga mengaku lahir secara normal dengan berat 3.200 gram dan panjang 50 cm. Sehingga pengalaman melahirkan saat Nyepi diakuinya akan menjadi kenangan indah. Karena selain sepi, hening dan gelap, selama perjalanan menuju rumah sakit pihaknya melihat Pecalang yang berjaga.


 


Pada tempat yang sama, dialami juga oleh keluarga I Wayan Rumarsa, dan Ni Made Mia Adriani, asal Banjar Bonjaka Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang. Mereka melahirkan putri pertamanya pada saat Nyepi, sekitar pukul 01.15. “Kesini  saat Nyepi kemarin pukul 22.00, diantar Pecalang," ungkapnya.


 


Rusmarsa mengaku sempat mengantisipasi agar tidak keluar saat nyepi, yaitu dengan mengantar sang istri ke RS pada Rabu lalu (6/3) saat pangrupukan pagi. “Saat pengrupukan pagi saya sudah ke sini mau antisipasi kalau ada bukaan saya diam di sini. Karena belum ada tanda-tanda melahirkan, disuruh kembali pulang. Akhirnya saat Nyepi sore mulai terasa sakit dan langsung  ke rumah sakit lagi,” imbuhnya.

Editor : I Putu Suyatra
#nyepi #gianyar