BALI EXPRESS, MANGUPURA - PDAM Tirta Mangutama Badung telah menyalurkan air siap minum. Air ini terdapat di sejumlah titik dengan sekitar 1.500 pelanggan. Sayangnya, banyak pelanggan yang belum paham soal air siap minum tersebut. Alhasil, ada yang menggunakannya untuk mandi, mencuci kendaraan, dan lainnya.
Hal tersebut dikatakan dalam jumpa pers Dirut PDAM Tirta Mangutama Badung, Ketut Golak didampingi Dirtek Wayan Suyasa dan Dirum IA Eka Dewi Wijaya, Jumat kemarin (22/3). Sumber air siap minum ini ada di Penarungan dengan filter khusus dan dinikmati oleh pelanggan yang ada di Panglan, Tangeb Kapal, Cemagi, Greenlot Sambada hingga ke Pantai Seseh. “Air siap minum jelas sudah langsung bisa dikonsumsi,” ungkap Dirum Eka Dewi pada kegiatan yang juga dihadiri Kabag Humas Putu Ngurah Thomas Yuniarta, beserta Kasubbag Pelayanan Pers IB Wisnawa Kesuma itu.
Mengenai tarif yang dikenakan, Eka Dewi Wijaya menyatakan tak ada perbedaan. Tarifnya sama dengan pelanggan air minum biasa. Pasalnya, baru bersifat percontohan. “Tak ada perbedaan karena air zona prima ini sifatnya baru percontohan. Untuk membedakan tarif juga belum bisa karena regulasinya belum ada,” terangnya.
Hanya saja, kata Eka Dewi, para pelanggan belum sepenuhnya paham kegunaan air tersebut. Alhasil, banyak air siap minum justru digunakan untuk mandi, cuci motor atau mobil dan kebutuhan lain yang bukan untuk dikonsumsi. “Jadi justru digunakan untuk kebutuhan lain,” katanya.
Sementara itu, Dirut Ketut Golak menjelaskan, PDAM juga tengah mematangkan rencana produksi air dalam kemasan. Saat ini, masih dalam feasibility study (FS). FS produksi air dalam kemaan ini, direncanakan selesai pada Maret ini. Setelah diketahui tingkat kelayakannya, barulah produksi ini akan dilakukan. Menurut rencana air kemasan ini bisa disalurkan untuk kebutuhan masyarakat Badung termasuk kebutuhan pariwisata terutama hotel dan restoran yang ada di wilayah Badung.
Di samping itu, pihaknya juga tengah membangun jaringan dengan pemasangan pipa induk serta pembangunan sejumlah reservoar dengan kapasitas besar rata-rata 3.000 meter kubik. Sasarannya, di antaranya, wilayah Pecatu dan Ungasan. Saat ini, ujar Golak, daerah-daerah dengan tofografi tinggi bisa memperoleh pelayanan air bersih hingga 14 jam perhari. “Dari 0 bisa meningkat menjadi 14 jam per hari,” tegasnya.
Walau begitu, pihaknya masih tetap berupaya agar layanan air bisa sama dengan daerah lainnya, yakni hingga 24 jam perhari. “Kami masih berupaya dengan melakukan beberapa terobosan dan langkah-langkah inovasi,” tandasnya.
Editor : I Putu Suyatra