Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kelurahan Penarukan Sisir Kos dan Gudang, 61 Penduduk Non Permanen Terdata

D
Penulis: Dian Suryantini❯

 


Advertisement

Pendataan Penduduk Non Permanen di lingkungan Kelurahan Penarukan, Buleleng
Pendataan Penduduk Non Permanen di lingkungan Kelurahan Penarukan, Buleleng

SINGARAJA, BALI EXPRESS - Mobilitas penduduk yang terus meningkat membuat Kelurahan Penarukan tak ingin kecolongan dalam urusan administrasi kependudukan. Di tengah padatnya aktivitas kawasan perkotaan, pemerintah kelurahan kembali turun langsung melakukan pendataan Penduduk Non Permanen (PNP). 

Sasarannya bukan hanya rumah kos, tetapi juga gudang barang bekas yang selama ini menjadi tempat tinggal sementara para pekerja pendatang. Pendataan difokuskan di wilayah Lingkungan Penarukan Desa dengan melibatkan aparat kelurahan hingga kepala lingkungan.

Advertisement

Sekretaris Lurah Penarukan Ida Bagus Indratara bersama Kepala Seksi Pemerintahan Luh Sari Bintari, para kepala lingkungan (kaling), serta staf kelurahan, mendatangi para PNP per satu tempat tinggal sementara. Mereka memastikan identitas para penghuni benar-benar tercatat.

Hasilnya, sebanyak 61 penduduk non permanen terdata dalam kegiatan tersebut. Mayoritas berasal dari Pulau Jawa, meski beberapa di antaranya tercatat beralamat dari kabupaten lain di Bali maupun wilayah lain di Kabupaten Buleleng.

Pendataan ini bukan sekadar rutinitas administrasi. Di balik kegiatan door to door itu, ada upaya menjaga ketertiban wilayah sekaligus memastikan pelayanan publik tetap berjalan optimal.

Advertisement

Lurah Penarukan, Desak Made Susanti menegaskan, keberadaan penduduk non permanen perlu diketahui secara jelas agar pemerintah memiliki data yang akurat mengenai siapa saja yang tinggal di wilayahnya.

Menurutnya, warga yang tinggal sementara namun tidak melapor akan menyulitkan proses pelayanan ketika suatu saat membutuhkan surat-menyurat maupun keperluan administrasi lainnya.

“Pendataan ini penting supaya kami mengetahui jumlah dan keberadaan warga yang tinggal di Kelurahan Penarukan. Kalau tidak terdata, tentu pelayanan juga menjadi sulit,” ujarnya, Kamis (15/5).

Ia pun mengajak para pendatang untuk lebih proaktif melaporkan diri ke kantor lurah maupun kepada kepala lingkungan setempat. Kesadaran untuk melapor dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang tertib dan aman.

Advertisement

Artikel Terkait

Penarukan Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos di Buleleng, 94 KPM Berhasil Terdaftar

Penarukan Jadi Pilot Project Digitalisasi Bansos di Buleleng, 94 KPM Berhasil Terdaftar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mulai menguji sistem digitalisasi bantuan sosial (bansos) sebagai langkah memperbaiki akurasi data penerima sekaligus meningkatkan transparansi penyaluran bantuan.

Warga Penarukan Buleleng Angkat 187 Kg Sampah Anorganik dari DAS Yeh Taluh

Warga Penarukan Buleleng Angkat 187 Kg Sampah Anorganik dari DAS Yeh Taluh

Semangat gotong royong yang menjadi salah satu nilai luhur Pancasila diwujudkan melalui aksi nyata di Kelurahan Penarukan, Kecamatan Buleleng, Senin (1/6/2026).

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer