Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Gayor Barong Buatan Putra Sayan Warnai Kongres V PDIP

Nyoman Suarna • Jumat, 9 Agustus 2019 | 06:26 WIB
Gayor Barong Buatan Putra Sayan Warnai Kongres V PDIP
Gayor Barong Buatan Putra Sayan Warnai Kongres V PDIP


BALI EXPRESS, GIANYAR – Pelaksanaan Kongres PDIP ke-V yang berlangsung di Sanur, Denpasar begitu mencolok. Salah satunya karena dekorasinya yang ramah lingkungan. Selain itu, di panggung utama di luar ruangan, dipajang gayor barong. Gayor barong itu tak lain dibuat Anak Agung Raka Yudi Pratama asal Desa Sayan, Kecamatan  Ubud.


 


Saat ditemui di rumahnya, Anak Agung Raka Yudi mengaku mengerjakan gayor itu bersama 12 orang rekannya. Proses pengerjaannya hanya memerlukan waktu dua hari.


 


Pria asli Banjar Pande, Desa Sayan itu mengaku memang memiliki usaha dekorasi bernama Sri Melanting Art, dengan anggotanya pemuda setempat sebanyak 12 orang. Ia menyampaikan, dekorasi tersebut merupakan pesanan panitia kongres untuk ditempatkan di panggung utama out door. “Model barong itu  merupakan pesanan dari panitia. Kami hanya kerjakan modulnya di rumah selama satu hari. Sedangkan perakitan dilakukan di sana,” terangnya kepada Bali Express (Jawa Pos Group).


 


Alumnus Pendidikan Seni Rupa Undiksa Singaraja itu mengaku, panjang gayor barong yang dipasang mencapai 8 meter, dengan tinggi 5 meter. Semua bahan yang digunakan berasal dari tumbuhan kelapa, mulai dari janur, hingga selepan (daun kelapa). Semua itu dianyam menyerupai barong, lalu dipadukan dengan bunga ratna untuk mengkombinasikan warnanya.


 


“Semua itu terdiri atas enam modul. Kombinasi warna kami gunakan bunga ratna. Kalau dicari lebih indahnya, semestinya ada warna orange dari gumitir, tetapi tidak dikasi pakai gumitir oleh panitia,” paparnya.


 


Pria ini menyampaikan, gayor barong itu menghabiskan sekitar 50 papah (cabang) selepan yang dianyam. Dalam pembuatannya pun tak ada kendala yang berarti. Lantaran hampir setiap orang pasti bisa membuat anyaman dari selepan ataupun janur. Namun semua itu tergantung kepintaran orang tersebut menata dan mengkombinasikannya agar terlihat indah.


 


Ia mengaku pembuatan gayor ataupun dekorasi berbahan alami, telah digelutinya sejak pertengahan 2017. Selain dekorasi barong, Agung Raka Yudi juga tengah mempersiapkan dekorasi untuk panggung utama Sanur Village Festival, pada akhir Agustus mendatang.  


 


Lalu bagaimana dengan harganya? “Kalau dekorasi untuk di pura biasanya saya hanya nunas pengganti beli bahan. Tidak jarang juga ngayah total, jika semua bahan disediakan. Kalau acara pernikahan, dan kongres ini, beda lagi harganya. Nilainya tidak usahlah disebutkan,” jawabnya.

Editor : Nyoman Suarna
#daun kelapa #gianyar