BANGLI, BALI EXPRESS - Pendapatan asli daerah (PAD) Kabupaten Bangli yang masih kecil membuat anggota DPRD Bangli bersuara. Salah satunya Wakil Ketua Komisi II DPRD Bangli Gede Tindih. Tindih mendorong pemerintah berinovasi, menggali potensi PAD. Hal itu disampaikan Jero Gede Tindih (sapaannya) menyikapi pemutusan bagi hasil pajak hotel dan restoran (PHR) Pemkot Denpasar.
Dia menilai, banyak potensi PAD di Bangli, salah satunya dari sektor pariwisata belum digarap. Potensi tersebut ada di semua kecamatan, yaitu Kecamatan Bangli, Susut, Tembuku dan Kintamani. “Harus berinovasi. Perlu ide-ide,” jelasnya ditemui Senin (30/9).
Selain menggali potensi, pemerintah juga didorong memaksimalkan potensi yang telah ada. Tidak hanya berkutat di sektor pariwisata, tetapi semua yang bisa menambah pundi-pundi PAD. “Pasar hewan itu bisa jadi penghasil PAD,” ujar politikus Partai Nasdem itu mencontohkan. Pun demikian dengan kawasan kaldera Batur yang “menjual” lingkungan maupun panorama alamnya, mesti diperhatikan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan. “Jangan biarkan air danau itu tercemar. Jangan dibiarkan begitu,” tegas politisi yang juga ketua Fraksi Restorasi Hati Nurani itu. Lanjut pria asal Desa Songan, Kecamatan Kintamani tersebut, sejumlah pasar tradisional lain juga butuh sentuhan penataan.
Terkait sikap Pemkot Denpasar yang memutuskan tak lagi membagi PHR untuk Bangli, Tindih meminta Pemkot Denpasar tidak bersikap semau gue. PHR itu bagian dari kompensasi untuk Bangli sebagai daerah penyangga pariwisata.
Editor : Nyoman Suarna