MANGUPURA, BALI EXPRESS -Tiga bulan berjalan, gaji penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Badung belum terbayarkan. Hal ini tentu membuat penyuluh mesti 'mengencangkan ikat pinggang'. Sebab berdasar informasi, gaji puluhan orang ini baru cair akhir tahun.
Salah satu penyuluh yang namanya enggan dipublikasikan mengaku kondisi ini berdampak pada kebutuhan sehari-hari. Sebab penghasilan tersebut cukup diandalkan. "Susah dari Juli belum cair. Sementara kami tetap melaksanakan tugas dalam mendampingi desa," ungkapnya, Jumat (11/10).
Ia tak menampik, menerima informasi gaji baru cair Desember mendatang. Pencairan gaji dilakukan secara rapel alias dalam satu kali untuk enam bulan. "Mudah-mudahan betul-betul cair. Karena kan gaji itu kami perlukan untuk biaya hidup," ujarnya.
Kepala Kantor Kementrian Agama Badung, I Gusti Agung Gede Manguningrat mengakui gaji penyuluh agama belum dibayar. Namun demikian, hal itu bukan karena kesengajaan pihaknya. Sebab gaji penyuluh dikucurkan dari pemerintah pusat. “Gaji penyuluh memang belum terealisasi. Itu karena anggaran yang kami dapat dari pusat kurang untuk pemberian honor,” ungkapnya.
Mengapa bisa kekurangan? Manguningrat memaparkan Presiden RI mengeluarkan instruksi agar gaji penyuluh agama dinaikkan dua kali lipat. Sebelumnya hanya Rp 500 ribu perorang perbulan. Sesuai instruksi menjadi Rp 1 juta. Sehingga anggaran yang diterima belum bisa memenuhi. “Oleh karena itu, kami baru bisa membayar setengah tahun,” jelasnya.
Diterangkannya, penyuluh Agama Hindu di Kabupaten Basung berjumlah 65 orang. Para penyuluh tersebut direkrut oleh Kementerian Agama melalui lowongan kerja penyuluh non PNS. Batas waktu kerjanya selama satu tahun. "Dalam perekrutannya mereka dites berkaitan dengan teori atau pelajaran Agama. Yang lolos diberikan SK untuk bertugas,” jelasnya.
I Gusti Ketut Mudiana selaku Kasi Agama Hindu menambahkan, pihaknya diberikan anggaran Rp 390 juta untuk 65 honor penyuluh. Nah, pascainstruksi presiden, pihaknya sudah mengajukan usulan ke pemerintah pusat. Diharapkan Desember mendatang gaji sudah terbayarkan semua. "Jadi kami berharap penyuluh bersabar. Mudah-mudahan Desember sudah cair," harapnya seraya mengajak agar penyuluh tetap menjalankan tugasnya.
Editor : I Putu Suyatra