Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Air Danau Batur Berwarna Hijau, Diduga Akibat Semburan Belerang

Nyoman Suarna • Selasa, 28 Januari 2020 | 03:09 WIB
Air Danau Batur Berwarna Hijau, Diduga Akibat Semburan Belerang
Air Danau Batur Berwarna Hijau, Diduga Akibat Semburan Belerang


BANGLI, BALI EXPRESS- Air Danau Batur, Kintamani berubah warna menjadi hijau, Senin (27/1) pagi. Hal itu dicurgai karena semburan belerang dari dasar danau. Namun untuk kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium.


Informasi yang didapat Bali Express (Jawa Pos Group), air danau berubah warna sejak pukul 08.00 Wita. Hingga sore, warnanya tetap sama.  Itu terlihat hampir di semua permukaan danau. Kondisi itu pun membuat para pembudidaya ikan khawatir terhadap nasib ikannya di keramba jaring apung (KJA). Sebab kadar belerang yang tinggi bisa mematikan ikan. “Hampir seratus persen danau berubah warna,” ungkap I Made Antara, salah satu pembudidaya ikan di Desa Buahan, yang saat dikonfirmasi Senin sore belum berani melihat kondisi ikannya.


Pembudidaya ikan lainnya, I Ketut Jembawa menyebutkan, danau berubah warna menjadi hijau diduga karena semburan belerang. Hal itu bukan kali pertama terjadi, tetapi hampir setiap tahun. Biasanya terjadi pada bulan Februari dan setelah Agustus. Perubahan warna akibat semburan belerang, membuatnya khawatir akan nasib ikannya. “Kalau tingkat kematian sih belum diketahui, karena belum berani masuk ke air,” jelas Jembawa, seraya mengatakan, bau belerang sangat menyengat.


Dikonfirmasi terpisah, Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Bangli I Wayan Sarma menyatakan, perubahan warna air danau menjadi hijau terjadi sejak pagi. Hampir merata di semua wilayah. Namun Sarma belum berani memastikan bahwa warna hijau itu akibat belerang. Untuk kepastiannya masih menunggu hasil uji laboratorium. Pihaknya sudah mengambil sampel di tiga titik, yaitu di wilayah Seked, Buahan dan Kedisan. “Fenomena ini belum tentu akibat semburan belerang. Nanti hasil lab yang menentukan,” tegas Sarma. Menurut dia, fenomena semburan belerang di Danau Batur biasanya muncul sekitar Juni.


Dikonfirmasi Senin sore, Sarma pun mengaku belum menerima laporan ada ikan mati akibat perubahan warna air danau tersebut. Sebagai antisipasi, pihaknya mengimbau agar pembudidaya ikan untuk sementara tidak menambah populasi ikan di KJA. Di sisi lain, ikan yang ada sekarang sebisa mungkin dipanen lebih awal. Hal ini untuk menghindari ikan mati karena perubahan warna air danau. “Mudah-mudahan tidak ada kematian ikan,” harapnya.

Editor : Nyoman Suarna
#bangli