TABANAN, BALI EXPRESS – Puri Anom Tabanan menggelar pameran lukisan tunggal karya pelukis ternama I Ketut Suasana, 42, atau yang akrab disapa Kabul. Pameran yang bertajuk Solo Painting Exhibition – LINE DANCE menampilkan belasan lukisan figuratif ini akan dibuka pada Minggu (9/1). Pameran ini akan berlangsung selama sebulan.
Tokoh Muda Tabanan asal Puri Anom, AA. Ngurah Panji Astika, selaku penyelenggara sekaligus tuan rumah acara menyampaikan bahwa puri atau istana sejak zaman kerajaan memiliki tempat terhormat dalam strata kehidupan sosial Bali. Ruang di dalamnya juga memiliki dimensi sakral dan profan. Keterhubungan dan kerjasama dengan kalangan seniman baik itu seniman ukir, seniman wadah, seniman arsitektur bangunan begitu erat sejak jaman kerajaan lampau hingga era modern ini.
"Karya-karya arsitektur dan dekorasi di dalam puri juga lahir dari cipta, rasa dan karsa yang tinggi dari para seniman yang memiliki posisi terhormat pada zamannya. Dilahirkan dari tangan-tangan para sangging dan undagi tersohor yang dipilih oleh pihak puri terutama oleh Raja," ungkapnya Kamis (6/2) saat jumpa media.
Pria yang akrab disapa Turah Panji itu juga mengisahkan beberapa seniman yang hebat pada masanya seperti sosok Sangging Prabangkara yang melegenda masa Dalem Waturenggong, Sangging Modara abad ke-18 di Puri Klungkung, sangging dari golongan Brahmana Ida Pendanda Sidemen di Sanur dan sangging serta undagi abad ke-20, I Gusti Nyoman Lempad dari Ubud Gianyar. Lempad adalah seniman yang tersohor di seluruh dunia dengan kekuatan garisnya.
Acara ini, menurut Panji Astika, sejalan dengan visi Ngardi Loka Hita Tabanan. Istilah ini digunakan untuk menunjukkan sebuah cita-cita dunia yang harmonis, bahagia, sejahtera, yang dicapai melalui karma dharma dan implementasi hubungan harmonis antara Tuhan, manusia dan alam.
Ditambahkannya, untuk meneruskan tradisi yang telah lama terjalin tersebut, Puri Anom Tabanan kini bekerjasama dengan perupa Bali menggelar sebuah projek pameran berjudul “Line Dance” (Perupa Mengintepretasi Cultural Heritage).
"Sekarang kami mengundang dan memfasilitasi pelukis muda berbakat seperti Kabul, yang menggelar pameran lukisan tunggal di sini. Demi mendukung projek ini, pihak penyelenggara secara proaktif menjalin kerjasama dengan pelaku pariwisata Bali, asosiasi pariwisata, biro perjalanan dan pihak-pihak terkait. Guna menjadikan projek ini sebagai sebuah destinasi alternatif bagi model pengembangan pariwisata yang berbasis nilai budaya," tandasnya.
Sementara itu, pelukis I Ketut Suasana 'Kabul' mengatakan, pameran lukisannya digelar atas dasar kegelisahannya dalam berkarya untuk menghasilkan visualisasi eksotis dari inspirasi dan eksplorasinya selama ini. Semua gagasan, menurutnya, menarasikan riak kehidupan dan menuangkannya di atas kanvas. Semua berawal dan tercipta dari lekukan dan tarian garis (Line Dance).
"Melukis bagi saya adalah berkarya dan selalu berkarya. Menggores garis dan mengikuti iramanya hingga melewati batas imajinasi. Dari garis terbentuk gagasan dan mengeksplorasinya sebagai elemen yang dominan. Lukisan figuratif kontemporer yang akan saya tampilkan kali ini jumlahnya sekitar 15 buah. Saya berkeinginan kuat mengambil lokasi di Tabanan karena supaya pernah berpameran di tanah kelahiran. Sebelumnya saya sudah sering berpameran di berbagai tempat dan event di luar," tegasnya.
Editor : Nyoman Suarna