Bali Balinese Internasional Nasional Nusantara Wisata & Travel Sportainment Politik Kolom Kesehatan Hiburan Features Bisnis Advertorial

Motif Pembunuhan di Kubutambahan, Pelaku Kesal Kerap Ditantang Korban

I Komang Gede Doktrinaya • Rabu, 18 November 2020 | 23:29 WIB
Motif Pembunuhan di Kubutambahan, Pelaku Kesal Kerap Ditantang Korban
Motif Pembunuhan di Kubutambahan, Pelaku Kesal Kerap Ditantang Korban

SINGARAJA, BALI EXPRESS- Sentimen pribadi rupanya menjadi pemicu peristiwa berdarah di Dusun Kubuanyar Desa/Kecamatan Kubutambahan, Senin (16/11) lalu.


Dari pengakuan tersangka Ketut Mudrayasa, korban Gede Mertayasa alias Tangkas kerap menantangnya untuk berkelahi. 


Dikonfirmasi seizin Kapolres Buleleng, Kabag Ops Polres Buleleng, Kompol AA Wiranata Kusuma mengatakan, berdasarkan keterangan saksi-saksi, diketahui motif sementara peristiwa berdarah di Kubuanyar itu, dilatarbelakangi adanya sentimen pribadi antara tersangka dan korban.


Dari penuturan para saksi saat dimintai keterangan, sebelum kejadian, korban Tangkas sempat menantang tersangka Mudrayasa yang disampaikan kepada adik tersangka.


"Motifnya sentimen. Ya, mungkin karena sering di tempat masing-masing mereka minum ada gesekan dan adu mulut," ungkap Kompol Wiranata, Rabu (18/11) siang.


Puncaknya saat peristiwa berdarah itu terjadi sekira pukul 17.30 Wita, korban mendatangi rumah tersangka dan menantangnya untuk berkelahi. Seketika, tersangka Mudrayasa langsung mengambil sebilah badik (tah) dan menebas korban secara membabi buta, sehingga korban mengalami luka parah dan tewas. Saat kejadian, ada beberapa orang berada di sekitar rumah tersangka.


"Sekarang ini kasusnya ditangani Satreskrim Polres Buleleng. Untuk tersangka sudah ditahan, saksi sudah ada sebanyak 5 orang yang dimintai keterangan, termasuk juga tersangka. Kemungkinan nanti akan berkembang (penambahan saksi) sesuai perkembangan," pungkas Kompol Wiranata.


Diberitakan sebelumnya, Kasus penganiayaan yang berujung pembunuhan dialami korban Gede Mertayasa, alias Tangkas, 38, di Dusun Kubuanyar, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Senin (16/11) sekira pukul 17.30 Wita. 


Pria yang kesehariannya bekerja sebagai seorang nelayan ini, meregang nyawa setelah mengalami sejumlah luka tusuk akibat dihujami badik oleh  pelaku Ketut Mudrayasa, 35.


Kasus bermula saat korban Tangkas mendatangi rumah pelaku Mudrayasa. Kedatangan korban ini, untuk menanyakan permasalahan pelaku dengan adik korban.


Saat akan menanyakan persoalan tersebut, tiba-tiba di tempat kejadian perkara (TKP ), korban Mertayasa langsung diserang oleh Mudrayasa secara membabi buta dengan menggunakan senjata tajam berupa badik atau tah.


Korban yang tak menyangka mendapat serangan tersebut, akhirnya tidak bisa melakukan perlawanan. Tak pelak, korban mengalami luka robek pada bagian dada, luka robek pada perut hingga usus terurai keluar, dan luka pada kedua tangan. Darah segar pun tercecer di rumah pelaku, Dusun Kubuanyar.


Sejumlah warga yang melihat korban mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri, bergegas melarikannya ke RSUD Buleleng. Sayang, sesampainya di RSUD Buleleng, korban Mertaysasa sudah dinyatakan meninggal dunia akibat luka tebasan senjata tajam. 


Editor : I Komang Gede Doktrinaya