Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Upacara Muayon di Cempaga Jadi Warisan Pendidikan Budaya Generasi Muda

I
Penulis: I Putu Mardika❯
 Kelian Banjar Adat Desa Cempaga, Putu karya Dharma
Kelian Banjar Adat Desa Cempaga, Putu karya Dharma

Advertisement

BALIEXPRESS.ID-Tradisi Upacara Muayon yang masih lestari di Desa Adat Cempaga, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, terus menjadi bagian penting dalam kehidupan masyarakat setempat.

Upacara yang diwariskan secara turun-temurun ini tidak hanya dimaknai sebagai ritual keagamaan, tetapi juga sebagai media pendidikan budaya bagi generasi muda agar tetap mengenal identitas dan tradisi leluhur mereka.

Kelian Adat Cempaga, Putu Karya Dharma, mengatakan bahwa Upacara Muayon merupakan tradisi lama yang hingga kini masih dijaga oleh masyarakat desa adat. Menurutnya, tradisi tersebut menjadi simbol kebersamaan warga sekaligus bentuk penghormatan kepada leluhur yang telah mewariskan tata kehidupan adat dan spiritual masyarakat Cempaga.

Advertisement

“Upacara Muayon bukan hanya sekadar upacara, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk tetap menjaga nilai kebersamaan, gotong royong, dan rasa bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa,” ujarnya.

Dalam pelaksanaannya, Upacara Muayon melibatkan seluruh krama desa melalui berbagai tahapan, mulai dari rapat adat, ngayah, melasti, hingga persembahyangan bersama. Tradisi ini juga menjadi ruang belajar bagi generasi muda untuk memahami tata cara upacara adat secara langsung.

Advertisement

Putu Karya Dharma menjelaskan bahwa keterlibatan anak-anak muda dalam kegiatan adat sangat penting agar tradisi tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Ia menilai saat ini tantangan terbesar adalah menjaga minat generasi muda agar tetap peduli terhadap budaya lokal di tengah pengaruh modernisasi dan perkembangan teknologi.

“Kami selalu mengajak generasi muda untuk ikut ngayah dan terlibat dalam upacara. Dengan begitu mereka belajar langsung tentang adat, etika, dan tanggung jawab sosial di desa,” katanya.

Selain bernilai religius, Upacara Muayon juga mengandung nilai pendidikan sosial. Tradisi ini mengajarkan masyarakat tentang kerja sama, disiplin, serta rasa saling menghormati antarwarga. Nilai-nilai tersebut dianggap penting untuk menjaga keharmonisan kehidupan masyarakat adat di Desa Cempaga.

Ia menambahkan, Upacara Muayon memiliki nilai pendidikan berbasis budaya lokal. Tradisi ini dinilai mampu menanamkan nilai religius, solidaritas sosial, pelestarian budaya, hingga pengembangan keterampilan masyarakat.

Putu Karya Dharma berharap tradisi Muayon tetap dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Bali Aga di Desa Cempaga. Menurutnya, pelestarian adat dan budaya tidak cukup hanya dilakukan melalui seremonial, tetapi juga melalui pemahaman makna yang terkandung di dalam setiap tradisi.

Advertisement

Artikel Terkait

Pondok Literasi Sabih Pedawa Kolaborasi Internasional dengan Mahasiswa Universitas Waseda Jepang

Pondok Literasi Sabih Pedawa Kolaborasi Internasional dengan Mahasiswa Universitas Waseda Jepang

Suasana berbeda terlihat di Pondok Literasi Sabih (PLS), kawasan Sabih, Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng. Anak-anak Pondok Literasi Sabih tidak hanya belajar tentang buku dan budaya lokal, tetapi juga mendapat kes

Belajar Merawat Bumi Pertiwi dari Tradisi Ngeyehin Karang di Pedawa

Belajar Merawat Bumi Pertiwi dari Tradisi Ngeyehin Karang di Pedawa

Kampanye penyelamatan lingkungan memang tengah gencar dilakukan. Namun masyarakat adat sebenarnya telah lebih dulu mengajarkan bagaimana manusia hidup berdampingan dengan alam. Mereka tidak mengenalnya sebagai green econ

Rumah Adat Sridandan dan Msegali, Dirancang Sekolah Adat Manik Empul, Gunakan Ratusan Bambu

Rumah Adat Sridandan dan Msegali, Dirancang Sekolah Adat Manik Empul, Gunakan Ratusan Bambu

Sekolah Adat Manik Empul Desa Pedawa, Kecamatan Banjar, Buleleng semakin menguatkan perannya dalam merekonstruksi budaya yang terkikis oleh gempuran jaman. Setelah sukses merekonstruksi tiga jenis tari Rejang sakral yang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer